PUSAT DISEMINASI DAN KEMITRAAN
LAYANAN KUNJUNGAN
BEBAS BIAYA TANPA SUAP,PUNGLI DAN NO GRATIFIKASI

(Jakarta, 15/10/19). 46 siswa kelas IV SD Ar Rahman Islamic School Cinere, Jakarta Selatan, melaksanakan kunjungan edukatif (outing class) ke Kawasan Nuklir Pasar Jumat BATAN, pada Selasa (15/10). Outing class merupakan kegiatan pembelajaran yang dilakukan di luar kelas secara berkelompok menuju objek edukatif yang berada di lingkungan luar sekolah.

Perwakilan SD Ar Rahman Islamic School, Ianatun Nihayah menyatakan, kegiatan outing class ke BATAN kali ini bertujuan agar para siswa dapat belajar mengenai apa itu nuklir dan tahu akan kegunaannya. "Outing class ke BATAN ini bukan pertama kali bagi kami, sebelumnya kami pernah melakukan kegiatan yang serupa untuk kelas yang berbeda” tutur Nihayah. Rombongan siswa diterima oleh perwakilan Kepala Sub Bidang Edukasi Publik, Lilis Suryani.

Dalam kunjungan siswa SD Ar Rahman Islamic School tersebut, diputar film tentang petualangan nusaki, yang bercerita mengenai radiasi dan manfaat nuklir di sekitar kita. Materi ringan mengenai iptek nuklir juga diberikan kepada siswa. Pada akhir kegiatan, siswa diperbolehkan untuk mengunjungi ruang Perasten di Pusat Diseminasi dan Kemitraan. Siswa pun berkesempatan untuk menjajal fasilitas 3D interaktif Augmented Reality (AR) PLTN, AR Iradiator dan AR radiofarmaka, melalui aplikasi handphone. Fasilitas Augmented Reality interaktif ini terbukti mampu menarik minat siswa sekolah dan memudahkan mereka dalam memahami aplikasi teknologi nuklir secara riil. Dengan cara ini kegiatan edukasi iptek nuklir pun menjadi lebih efektif. (astu)

(Cilacap, 03/10/2019). Pusat Diseminasi dan Kemitraan (PDK) menyelenggarakan kegiatan Temu Mitra BATAN dengan mengangkat tema “Pengenalan Agen Hayati Inoculant Microba Rhizosfer (IMR)” di Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap, kamis (03/10). Kegiatan temu mitra ini merupakan kerjasama kali pertama dengan mitra baru binaan BATAN yang bernama UMK Rumah Kompos “Fajry Berkah Tani”.

Sekitar 50 Peserta dari beberapa kelompok tani, pihak Kecamatan Sampang, dan Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, turut serta dalam kegiatan Temu Mitra ini. Dalam sambutannya, Ruslan selaku Kepala PDK memaparkan produk-produk litbang unggulan apa saja yang telah dihasilkan oleh BATAN, utamanya di bidang pertanian.

“Untuk saat ini kami telah menghasilkan 23 varietas padi unggul salah satunya Sidenuk, sedangkan varietas kedelai yang terkenal adalah Mutiara dengan biji yang berukuran lebih besar, ada pula kacang hijau, sorgum atau yang lebih dikenal dengan cantel. Pada acara ini, kami akan memperkenalkan produk IMR BATAN sebagai agen pupuk hayati yang sebelumnya telah berhasil diuji coba pada tanaman padi maupun sayuran. Kami memiliki harapan, teknologi nuklir bisa berkontribusi dalam peningkatan produktivitas tanaman pangan sehingga pendapatan petani dapat bertambah,” ujarnya.

(Jakarta, 02/10/19). Puluhan siswa siswi dan guru Saint John’s Catholic School BSD Serpong, Tangerang, melakukan nuclear trip ke Kawasan Nuklir Pasar Jumat pada hari rabu (02/10). Kedatangan rombongan sekolah katolik elit tersebut disambut hangat oleh petugas layanan informasi yang berada di Pusat Diseminasi dan Kemitraan  BATAN (PDK BATAN).

Kunjungan pelajar kelas 11 sains IPA Saint John’s Catholic School diikuti oleh 66 siswa dan siswi bersama guru pendamping mereka. Rombongan yang dipimpin Wakil Kepala Sekolah Saint John’s Catholic School Mr. Johny, diterima secara langsung oleh perwakilan Kepala Sub Bidang Edukasi Publik, Lilis Suryani. Dalam sambutannya, Mr. Johny mengungkapkan apresiasinya kepada BATAN atas diterimanya kegiatan nuclear trip ini sebagai bagian dari program rutin tahunan Subject Trip Saint John’s Catholic School. “Subject Trip adalah kegiatan tahunan dimana selama satu hari para siswa akan belajar diluar kelas sesuai dengan materi yang telah mereka dapatkan. Pada kesempatan ini, kami berkunjung ke BATAN sebagai subject trip dari materi pelajaran radioaktivitas. Dengan adanya trip ini, siapa tahu diantara siswa kami kelak ada yang berminat untuk terjun dalam dunia sains” tutur Johny.

Selain mendapatkan materi mengenai iptek nuklir, para siswa juga berkunjung ke ruang peragaan sains dan teknologi nuklir di PDK untuk melihat diorama proses penambangan uranium, sejarah berdirinya BATAN, maket PLTN, infografis proses pengolahan limbah radioaktif, serta beberapa contoh produk hasil litbang BATAN. Siswa juga berkesempatan untuk mencoba fasilitas VR (virtual reality) reaktor GA Siwabessy Serpong, serta mengukur besarnya radiasi pada sejumlah benda-benda radioaktif yang ada disekitar seperti bentonite dan sinter dengan  menggunakan detektor radiasi. Salah satu guru pendamping mengungkapkan sukacitanya dengan kegiatan nuclear trip kali ini yang merupakan pertama bagi sekolah mereka setelah sebelumnya lebih banyak menggelar subject trip di beberapa industri dan instansi lain misalnya Kementerian Luar Negeri dan Bursa Efek Jakarta. (astu)


(Tangerang Selatan, 26/09/2019). Pusat Diseminasi dan Kemitraan (PDK) BATAN bekerja sama dengan SMP Erenos Tangerang Selatan menggelar Nuclear Goes to School (NGS). Kepala Subbidang Edukasi Publik, PDK BATAN, Adipurwa Muslich mengatakan, NGS merupakan kegiatan edukasi nuklir yang ditujukan untuk memberikan pemahaman berimbang tentang nuklir kepada siswa dan guru. Kegiatan ini dilakukan secara reguler setiap tahun oleh PDK BATAN yang dilaksanakan langsung di sekolah dengan jenjang yang beragam, mulai dari SD hingga SMA.

“Awal mulanya kegiatan ini bernama Safari Nuklir Ramadan, dilaksanakan road show ke sekolah-sekolah ketika bulan Ramadan. Namun karena animo sekolah dan guru yang tinggi, Safari Nuklir Ramadan menjadi kegiatan reguler yang pelaksanaannya diperluas menjadi sepanjang tahun menyesuaikan jadwal sekolah, melalui NGS ini,” jelas Adi.

Ia menambahkan, dalam setahun kegiatan NGS ditargetkan dapat terlaksana 6 hingga 8 kali dengan cakupan wilayah tidak hanya Jabodetabek, tapi juga daerah lain seperti Kudus, Surabaya, Bangka Belitung, dan daerah-daerah lainnya.

(Tangerang Selatan, 26/09/2019). “Tadinya ngeri, kalau radiasinya tinggi takut mati! Tapi setelah ngikutin acara ini jadi nggak takut lagi, ternyata radiasi bisa untuk keperluan sehari-hari, seperti matahari, kalau kita berjalan, kan, kena cahaya matahari,” celoteh Timoti, siswa SMP Erenos Tangerang Selatan saat mengikuti kegiatan Nuclear Goes to School (NGS), Kamis (26/09).

Lain halnya dengan Timoti, Keiza yang ditemui usai mengikuti praktikum mencari radiasi dengan detektor mengaku sejak awal tidak takut radiasi. “Aku nggak takut, hari ini seru banget! Tadi kita mengukur radiasi dari benda-benda di sekitar kita. Aku baru tahu kalau ternyata semua di dunia ini ada radiasi,” ujarnya.