PUSAT DISEMINASI DAN KEMITRAAN
LAYANAN KUNJUNGAN
BEBAS BIAYA TANPA SUAP,PUNGLI DAN NO GRATIFIKASI

(Tangerang Selatan, 26/09/2019). “Tadinya ngeri, kalau radiasinya tinggi takut mati! Tapi setelah ngikutin acara ini jadi nggak takut lagi, ternyata radiasi bisa untuk keperluan sehari-hari, seperti matahari, kalau kita berjalan, kan, kena cahaya matahari,” celoteh Timoti, siswa SMP Erenos Tangerang Selatan saat mengikuti kegiatan Nuclear Goes to School (NGS), Kamis (26/09).

Lain halnya dengan Timoti, Keiza yang ditemui usai mengikuti praktikum mencari radiasi dengan detektor mengaku sejak awal tidak takut radiasi. “Aku nggak takut, hari ini seru banget! Tadi kita mengukur radiasi dari benda-benda di sekitar kita. Aku baru tahu kalau ternyata semua di dunia ini ada radiasi,” ujarnya.

(Yogyakarta, 16/09/2019), Pada usia se-abad kelak, tepatnya pada tahun 2045, generasi muda saat inilah yang akan memimpin dan menentukan kemajuan Indonesia. Hal ini disampaikan kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) pada saat membuka kegiatan  Seminar Nasional Nuclear Youth Summit 2019 di Hotel Royal Hotel Ambarukmo Yogyakarta, Sabtu (07/09). 

“Pada 100 Tahun Indonesia Merdeka nanti, yakni pada tahun 2045, Indonesia akan menjadi negara yang besar, menjadi negara maju. Dan itu semua tergantung kepada kalian, generasi muda,” ujar Anhar.

Tahun 1965 merupakan tonggak monumental perkembangan nuklir di Indonesia, dengan dibangunnya reaktor nuklir riset pertama di Bandung dan diresmikan oleh Presiden Soekarno. Hingga kini telah berdiri tiga reaktor riset yang aktif beroperasi untuk produksi isotop, penelitian, keperluan medis dan pengujian bahan.

(Jakarta, 09/9/19). BATAN memanfaatkan ajang kegiatan Perpusnas Expo 5-9 September 2019 untuk mendiseminasikan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir melalui Talkshow “Aplikasi Iptek Nuklir Untuk Kesejahteraan”, Pameran buku terbitan BATAN Press, INIS (International Nuclear Information System), dan Digilib perpustakaan BATAN. Tidak ketinggalan pula memamerkan produk-produk hasil litbang iptek nuklir BATAN, terutama bidang pertanian dan pengolahan pangan iradiasi. 

Acara pembukaan Perpusnas Expo 2019 ini juga dibarengi dengan peluncuran Perangko Baru Indonesia. Perangko baru ini merupakan edisi naskah kuno nusantara yang tercatat sebagai Ingatan Kolektif Dunia (MoW) seperti La Galigo, Babad Diponogoro, Negara Kertagama dan Cerita Panji. Kreasi seni tari juga ditampilkan oleh Pustawan DPR dan dilanjutkan dengan peresmian pameran Perpusnas Expo.

Jakarta (21/08/2019). Fasilitas Bank Jaringan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) yang berada di Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) Kawasan Nuklir Pasar Jumat, selama ini telah melakukan pelayanan 24 jam. Hal ini dikarenakan fasilitas ini merupakan sebagai tempat penyimpanan jaringan manusia yang oleh pihak rumah sakit dititipkan di tempat ini.

Jaringan manusia itu suatu saat dibutuhkan serta merta, harus tersedia dan bisa dilayani. Fasilitas yang ada di PAIR-BATAN ini merupakan fasilitas bank atau tempat titipan dari jaringan-jaringan yang dimiliki oleh para pasien yang sedang mengalami perawatan atau tindakan oleh rumah sakit. Suatu ketika apabila tindakannya sudah selesai, tentunya jaringan tersebut akan dibutuhkan kembali dan itupun juga serta merta, setiap saat harus tersedia.

(Jakarta, 20/08/2019). Pusdiklat BATAN belum lama ini menggelar Temu Pelanggan 2019 di Arosa Hotel Jakarta. Pertemuan tersebut dilakukan dalam rangka menjaga relasi, memberikan apresiasi, sekaligus meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap kualitas layanan pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan oleh Pusdiklat BATAN. Kegiatan Temu Pelanggan ini dihadiri oleh 50 orang perwakilan instansi/perusahaan yang telah mengikutsertakan karyawannya dalam pendidikan dan pelatihan di Pusdiklat BATAN. Forum ini secara khusus dilaksanakan untuk mensosialisasikan Standar Layanan Pusdiklat BATAN yang telah diterbitkan pada Juli 2019, dan sekaligus mendapatkan saran bagi perbaikan kualitas layanan pendidikan dan pelatihan.