PUSAT DISEMINASI DAN KEMITRAAN
LAYANAN KUNJUNGAN
BEBAS BIAYA TANPA SUAP,PUNGLI DAN NO GRATIFIKASI

Jakarta, (30/9/2020). Sebanyak 147 orang peserta turut hadir dalam kegiatan Webinar Kearsipan pada tanggal 30 September 2020 diselenggarakan oleh Biro Umum. Peserta yang hadir adalah sebagian besar pejabat fungsional Arsiparis BATAN, Pejabat Eselon II dan Eselon serta pegawai pelaksana administrasi lainnya di lingkungan BATAN. Sembilan orang pegawai Pusat Diseminasi dan Kemitraan hadir sebagai peserta kegiatan webinar ini.

Kegiatan webinar Kearsipan dibuka oleh Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan. Dalam sambutannya, Kepala BATAN menyampaikan bahwa kegiatan kearsipan sebagai amanah dari  UU No. 43 Tahun 2009 merupakan sesuatu yang sangat penting bagi negara dan khususnya organisasi. 

“Arsip bisa sangat menentukan  dalam berbagai hal, apakah itu untuk meluruskan sejarah, menelusuri  peristiwa di masa lampau,  atau yang berkaitan dengan masalah hukum.  Akan semakin bagus jika ada lebih banyak orang yang memahami arti penting dari kearsipan, sehingga diperlukan suatu Gerakan Sadar Arsip yang di motori oleh pejafung ahli utama Batan yaitu Dendang Hermansyah. Semoga Gerakan Sadar Arsip ini akan membahana dan meningkatkan pemahaman seluruh unsur di BATAN akan arti pentingnya sebuah arsip. Apalagi saat ini semakin banyak jafung Arsiparis di Batan” ujarnya.

Masih menurut beliau, tantangannya akan semakin banyak, selain akan kesadaran dari masing-masing, situasi kekinian juga perlu dipertimbangkan. Sistem pengarsipan konvensional seperti hardcopy dianggap sudah tidak relevan, karena membutuhkan ruangan yang lebih luas dan perlu perlakuan khusus agar arsip tetap terjaga kondisinya.

Webinar yang berlangsung selama 4 jam ini, menghadirkan narasumber dari ANRI, Direktur Akuisisi Kerasipan ANRI, Rudi Anton, S.H, M.H, dan Koordinator Penyelenggara Kearsipan Statis Lembaga Negara, Pemda, PTN,  Drs. Tato Pujiarto.

Rudi Anton sebagai narasumber mengatakan bahwa BATAN termasuk dalam 5 besar dalam penyerahan arsip ke ANRI dan diurutan ke 20 dalam pemusnahan arsip tahun 2015 – 2019. Selain kedua predikat tersebut, BATAN juga menjadi salah satu lembaga percontohan secara nasional dalam kearsipan di tingkat lembaga negara. Menurut Rudi Anton, penyusunan arsip di kelembagaan masih banyak yang belum berjalan dengan baik, sehingga anggaran untuk belanja modal dan alat seperti pembelian filling cabinet masih tinggi, Rudi mengusulkan kepada Bapenas untuk membatasi pembelian filling cabinet kepada seluruh lembaga negara.

Keberadaan pejabat fungsional Ahli Utama Kearsipan di lembaga negara, menurut Tato Pujiarto menunjukkan bahwa pengelolaan kearsipan di lembaga tersebut sudah berlangsung baik. Dendang Hermansyah dari BATAN, adalah pejabat ke-9 Ahli Utama Kearsipan di Indonesia. Dengan adanya pejabat tersebut, diharapkan pengelolaan kearsipan di BATAN menjadi semakin lebih baik lagi.

Wabah pandemi Covid 19 yang berdampak luas di semua sektor juga turut mempengaruhi aktivitas lembaga negara. Sehingga perlu dilakukan penyelamatan arsip seperti tertuang dalam SE Menpan RB No. 62 Tahun 2020 tentang Penyelamatan Arsip Penanganan Covid 19 Dalam Mendukung Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Hingga saat ini sebanyak 34 Lembaga negara telah menyerahkan arsip terkait penanganan Covid 19. Dalam hal ini BATAN belum menyerahkan arsip tentang penanganan tersebut, padahal BATAN sudah mempunyai arsip yang bisa diserahkan ke ANRI, yakni berupa hasil penelitian pengembangan serum iradiasi gamma.

Sestama Falconi Margono, yang menutup kegiatan, mengatakan bahwa dalam waktu dekat BATAN akan membuat surat penyerahan dokumen arsip hasil penelitian terkait penanganan Covid 19 kepada ANRI. Kegiatan webinar ini diharapkan akan mejadi motivasi bagi seluruh unit kerja di BATAN akan pentingnya keberadaan dan pelestarian arsip lembaga. (Trisni)