PUSAT DISEMINASI DAN KEMITRAAN
LAYANAN KUNJUNGAN
BEBAS BIAYA TANPA SUAP,PUNGLI DAN NO GRATIFIKASI

(Jakarta, 24/09/2020). Apakah makanan yang sudah siap saji, jika diradiasi tidak merubah kualitas atau mengurangi gizi yang berada di dalam makanan tersebut? Itulah salah satu pertanyaan yang terlontar dari peserta dalam diskusi “Bincang UMKM” dengan tema Teknologi Nuklir Untuk Kesejahteraan Masyarakat.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pusat Diseminasi dan Kemitraan (PDK) – Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) diikuti oleh Komunitas UMKM Depok dan Kelompok Kerja 2 PKK Kecamatan Ciracas dalam bentuk webinar, dilaksanakan pada Kamis (24/09/2020). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang teknologi nuklir dan pemanfaatan iradiasi gamma untuk pengawetan makanan dapat dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM, khususnya dalam bidang pertanian dan pangan, agar produk yang mereka hasilkan dapat bertahan dan memiliki daya saing yang kuat.

Dalam paparannya, Kepala PDK Eko Madi Parmanto menjelaskan bahwa kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dapat memanfaatkan teknologi yang dimiliki BATAN untuk meningkatkan pendapatan. “Kegiatan yang dilakukan ada yang bersifat konvensional, ada yang modern, artinya modern berarti ada sentuhan teknologi, ada sentuhan ilmu pengetahuan, ada sentuhan sharing dari teman-teman yang lain, sehingga yang tadinya pendapatannya terbatas bisa menjadi meningkat,” jelas Eko Madi Parmanto mengawali memaparannya.

Lebih lanjut Eko Madi menjelaskan produk-produk litbang BATAN yang telah dihasilkan seperti varietas unggul padi, kedelai, dan sorgum. Selain itu, juga dijelaskan teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan diantaranya pengawetan bahan makanan, kosmetik, dan sterilisasi alat kesehatan dengan memanfaatkan iradiasi gamma.

“BATAN memiliki fasilitas iradiator gamma di Serpong yang diberi nama Iradiator Gamma Merah Putih (IGMP) yang memberikan jasa layanan iradiasi kepada masyarakat, seperti mendukung produksi pangan dan alat kesehatan, serta mendukung ekspor bahan baku makanan dan obat,” jelas Eko Madi Parmanto. Diharapkan dengan memanfaatkan iradiasi gamma, dapat mendukung kegiatan UMKM sehingga perputaran ekonomi nasional tetap berjalan. (bowi)