PUSAT DISEMINASI DAN KEMITRAAN
LAYANAN KUNJUNGAN
BEBAS BIAYA TANPA SUAP,PUNGLI DAN NO GRATIFIKASI

(Jakarta, 02/05/2020) Momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei merupakan hal yang sangat penting bagi seluruh bangsa Indonesia khususnya dunia pendidikan. Melalui momentum ini, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) terus berupaya agar iptek nuklir dapat diajarkan kepada generasi bangsa di  semua tingkatan.

Hal ini dikatakan Kepala Pusat Diseminasi dan Kemitraan (PDK) BATAN, Eko Madi Parmanto, Kamis (30/04). Iptek nuklir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ilmu pengetahuan yang universal, yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan kehidupan.

“Iptek nuklir dapat dimanfaatkan pada berbagai sektor tergantung kebutuhan kita, dan seringkali iptek nuklir dapat memberikan solusi yang oleh ilmu lain tidak dapat dilakukan. Pengembangan dan pemanfaatan iptek nuklir juga sudah sangat pesat dan tentu saja pemanfaatannya akan terhenti apabila generasi mudanya sudah tidak berkeinginan untuk mengenal nuklir,” kata Eko.

Ia mengaku, hingga saat ini memang masih banyak masyarakat yang belum mengenali pemanfaatan iptek nuklir bagi kesejahteraan. Untuk itulah, BATAN terus berupaya mengenalkan iptek nuklir kepada masyarakat dengan berbagai strategi agar mudah dipahami.

“Strategi penyampaian iptek nuklir diantaranya dengan membagi klaster unsur masyarakat yang menjadi target diseminasi yaitu klaster eksekutif, legistatif, akademisi/pendidikan, organisasi profesi, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat umum,” tuturnya.

Kepada klaster eksekutif, menurut Eko, iptek nuklir dijelaskan melalui kegiatan seminar, workshop, kajian tentang hasil litbang iptek nuklir, serta pemanfaatannya yang dapat menghasilkan dampak positif di berbagai sektor. Untuk klaster legislatif, iptek nuklir dijelaskan melalui rapat dengar pendapat (RDP) khususnya dengan Komisi VII DPR RI.

“Melalui RDP, keberhasilan BATAN dalam menghasilkan teknologi nuklir dan upaya pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari dapat dijelaskan. Data dan informasi tentang kemajuan pengembangan iptek nuklir perlu diketahui oleh anggota legislatif dan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan, terutama dalam penyusunan anggaran pada kementerian lembaga,” imbuhnya.

Bagi klaster akademisi/pendidikan, dijelaskan Eko, iptek nuklir disampaikan melalui kegiatan workshop, seminar, presentasi ilmiah atau melalui pengembangan materi kurikulum untuk mahasiswa dan siswa. Pemberian pengetahuan melalui kurikulum ini sangat efektif karena generasi muda akan dapat mengenal iptek nuklir sejak usia dini dan pengetahuan tersebut akan lebih mudah melekat bila dibandingkan menerimanya pada saat sudah usia dewasa.

Sedangkan bagi organisasi profesi, Eko menambahkan, iptek nuklir dikenalkan melalui pemanfaatan hasil litbang BATAN yang sesuai dengan profesinya. Misalnya, hasil litbang tentang obat dan alat kesehatan dikenalkan kepada mereka yang berprofesi sebagai dokter. Kepada para petani, dikenalkan hasil litbang BATAN terkait varietas unggul hasil mutasi radiasi atau produk lain terkait dengan pertanian dan peternakan.

Untuk klaster LSM, iptek nuklir dijelaskan melalui kegiatan kunjungan langsung ke fasilitas nuklir atau melalui diskusi sebagai upaya pemberian penjelasan tentang cara kerja pemanfaatan iptek nuklir. Sedangkan untuk masyarakat umum dapat dijelaskan melalui media masa atau media-media lain yang mudah diakses.

Agar iptek nuklir dikenal oleh masyarakat sejak dini, BATAN telah bekerja sama dengan Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejak tahun 2010. “Hasil kerja sama ini adalah pengisian materi kurikulum untuk sekolah menengah atas yang sudah digunakan sejak tahun 2013,” tambahnya.

“Selain itu, bersama-bersama dengan Puskurbuk sudah berhasil menyusun Buku Pintar Iptek nuklir yang dapat digunakan sebagai panduan oleh para guru penyusun materi kurikulum pada saat mereka diminta menulis oleh penerbit atau oleh Kemendikbud. Bersama-sama dengan perwakilan dari Puskurbuk sampai saat ini BATAN masih melakukan pengenalan bahan ajar iptek nuklir ke sekolah lanjutan atas dan sekolah lanjutan pertama ke berbagai daerah,” tegasnya.

Penyampaian materi iptek nuklir melalui kurikulum ini diharapkan memberikan pemahaman yang positif kepada masyarakat sejak usia dini dan dapat memengaruhi cara berfikir positif generasi terhadap pengembangan nuklir. “Generasi yang sudah memahami secara positif ini akan sangat mudah menerima apabila pemerintah akan mengambil keputusan dalam memanfaatkan teknologi nuklir pada sektor apapun, termasuk pemanfaatan nuklir sebagai pembangkit listrik,” pungkasnya (Pur).