PUSAT DISEMINASI DAN KEMITRAAN
LAYANAN KUNJUNGAN
BEBAS BIAYA TANPA SUAP,PUNGLI DAN NO GRATIFIKASI


(Serpong, 08/12/2019). Mendengar kata nuklir masih dianggap sesuatu yang menakutkan bagi beberapa kalangan masyarakat. Padahal, nuklir memiliki banyak manfaat bahkan sangat berguna dalam berbagai bidang kehidupan. Untuk mengikis persepsi negatif terhadap nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mengajak masyarakat terlibat dalam gelaran Nuclear Techno Run (NTR), yakni ajang perlombaan lari sejauh 5 kilometer mengelilingi Kawasan Puspiptek Serpong, tempat reaktor nuklir terbesar se – Asia Tenggara berada, pada Minggu (08/12).

NTR merupakan salah satu rangkaian gelaran kegiatan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) BATAN ke – 61 yang jatuh pada 5 Desember 2019. Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah peserta yang meningkat setiap tahunnya sejak NTR digelar pertama kali pada tahun 2017.

Pada tahun lalu saja, jumlah peserta berkisar 500 orang. Sedangkan pada tahun ini meningkat menjadi 640 orang, dimana hampir 90 persen merupakan peserta dari masyarakat umum, komunitas lari dari berbagai kota seperti Tangerang, Bandung, Kediri, hingga Palembang.

Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan mengucapkan rasa terima kasihnya kepada peserta yang telah terlibat dalam gelaran HUT BATAN. Hal ini menurutnya, sebagai upaya melibatkan masyarakat langsung melihat dari dekat kawasan nuklir dan berbagai fasilitas nuklir di dalamnya, seperti reaktor nuklir G.A. Siwabessy dan Iradiator Gamma Merah Putih.

“Masyarakat bisa melihat bahwa tidak ada yang aneh disini, semua pegawai BATAN sehat-sehat saja, bahkan masyarakat bisa terlibat pada kegiatan ini dan dekat dengan reaktor nuklir G.A Siwabessy. Ini salah satu upaya kami membuktikan bahwa nuklir itu sahabat kita, nuklir tidak menakutkan,” ujar Anhar saat membuka acara gelaran HUT BATAN ke – 61.

Pelari tercepat putra diraih oleh Dobi Yorlandi , pelari asal Cilodong - Jawa Barat, dengan waktu lari 17 menit 30 detik, disusul oleh Rizki Juma Ali, dan Monce Picarima. Sedangkan pelari tercepat putri diraih oleh Yvonne  Hilery Beti dengan waktu lari 21 menit 51 detik, disusul Yovi Andre, dan Ena Nabunome.

Menghadirkan Nuklir di Tengah Masyarakat

Selain NTR, rangkaian gelaran HUT BATAN ke – 61, seperti pameran hasil penelitian dan pengembangan (litbang), karnaval budaya, parodi musik, serta berbagai games menarik turut memeriahkan acara ini.

Menurut Anhar, hal ini sebagai upaya BATAN dalam menghadirkan nuklir di tengah masyarakat sesuai dengan visi BATAN kedepan yang selaras dengan visi pemerintahan RI, yakni nuklir untuk Indonesia berdaya saing yang sejahtera, serta misi menghadirkan nuklir di tengah masyarakat.

“Masyarakat bisa lihat di stan pameran, ada minuman bandrek yang sudah diiradiasi, rasanya enak sekali, ini membuktikan bahwa iptek nuklir itu dekat sekali dengan masyarakat,” tutur Anhar.

Perwakilan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Dadang Raharja yang turut hadir dalam gelaran HUT BATAN memberikan ucapan selamat kepada BATAN di usia ke – 61. “Kalau dilihat dari usia manusia, 61 tahun jauh lebih matang. Harapan saya mudah-mudahan di Tangsel terus disosialisasikan bahwa nuklir adalah sahabat kita, teruslah berkreasi dan berkarya dengan litbang nuklir untuk memberikan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya (tnt).