PUSAT DISEMINASI DAN KEMITRAAN
LAYANAN KUNJUNGAN
BEBAS BIAYA TANPA SUAP,PUNGLI DAN NO GRATIFIKASI

(Lamongan, 14/08/2019). Kabupaten Lamongan bekerja sama dengan Pusat Diseminasi dan Kemitraan BATAN, menyelenggarakan acara FGD Akselerasi Pemanfaatan IMR di Kantor BPP Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan pada hari rabu (14/08). Dalam sambutannya, Kepala Desa Brumbun kecamatan Maduran, Siswahyudi, mengatakan, “Untuk saat ini nasib para petani sangat diperhatikan oleh pemerintah, hal ini disebabkan karena lahan yang semakin berkurang serta menurunnya minat petani untuk mengembangkan bidang usaha pertanian”. Saat ini, lahan pertanian di desa Brumbun menghadapi dilema dengan pH tanah yang asam, sehingga dampaknya dalam setahun hanya dapat ditanam dua kali musim tanam.

Seperti diketahui bersama, penggunaan pestisida kimia berlebihan dapat menurunkan pH tanah dan mencemari lingkungan yang ditandai dengan meningkatnya level residu pestisida pada tanaman, lahan, dan lingkungan sekitarnya. BATAN lalu memberikan solusi dengan produk Inokulen Mikroorganisme Rizofer (IMR) dalam upaya perbaikan lahan pertanian tersebut. 

Kepala Sub Bidang Manajemen Inovasi PDK BATAN, Wibowo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa melalui iptek nuklir, radiasi nuklir dapat digunakan untuk memperbaiki beberapa sifat varietas padi yang kurang menguntungkan dan menghasilkan IMR. Wibowo juga menekankan pentingnya peran serta pemuda dalam terciptanya Pengusaha Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) agar dapat berperan aktif dalam kegiatan Inkubasi Bisnis Teknologi BATAN.

Pada kesempatan yang sama, Nana Mulyana, selaku peneliti IMR BATAN, turut menjelaskan bahwa apa yang dilakukan saat ini merupakan upaya untuk membantu penyediaan hara bagi tanaman, mempermudah penyerapan hara bagi tanaman, membantu dekomposisi bahan organik, serta menyediakan lingkungan rhizosfer yang lebih baik sehingga pada akhirnya akan mendukung pertumbuhan dan meningkatkan produksi tanaman.

Pemanfaatan IMR pada pertanian dikembangkan untuk mengurangi ketergantungan sistem pertanian yang saat ini lebih banyak menggunakan pestisida dengan volume yang sangat besar.

Wakil Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kabupaten Lamongan, Sumarsono, menyambut baik kegiatan FGD tersebut, dan dari hasil diskusi, beliau berencana untuk memanfaatkan IMR yang akan diaplikasikan dengan kompos organik pada budidaya tanaman jagung di Lamongan.

Sebagai langkah awal pengenalan produk IMR, akan dilakukan uji terap dalam kegiatan Akselerasi Pemanfaatan Iptek Nuklir pada beberapa lahan tercemar di Lamongan. Acara FGD ini dihadiri oleh mitra-mitra BATAN yang berasal dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian, UISI, LSM Al Azhar dan Kelompok Tani Maju III Brumbun sebagai pihak penyelenggara kegiatan. Pada acara tesebut diserahkan pula produk IMR sebanyak 100 liter untuk lahan seluas 25 hektar dan uji penerapan pada kompos sebanyak 50 liter IMR, yang dilanjutkan dengan penanaman benih padi BATAN. (bowo)