Corona-19
Pengumuman Penerimaan CPSN 2019
SDM Nuklir
SDM Nuklir BATAN
Tomo Graphy
korupsi
kedelai
Radiofarmaka

(Jakarta, 05/04/2020) Wabah virus corona di Indonesia hingga kini belum juga reda, setiap hari pasien positif terjangkit terus bertambah. Pemerintah terus berupaya menangani penyebaran virus corona, salah satunya dengan memutus rantai penyebarannya melalui social distancing.

Ditengah upaya penanganan virus corona, persediaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi para tenaga medis terus menipis, bahkan di beberapa daerah sempat mengalami kekurangan. Untuk itulah, para pegawai Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) khususnya di Kawasan Nuklir Serpong, memberikan bantuan berupa APD kepada para tenaga medis.

Bantuan ini merupakan wujud dari gerakan “Sisihkan Rp 100.000,- dari Gajimu Bulan Depan Untuk Penanganan Covid-19” yang viral di lingkungan instansi pemerintah. Melalui gerakan ini, dari seluruh pegawai BATAN di Kawasan Nuklir Serpong (KNS) terkumpul dana sebesar 150 juta rupiah.

TangSel 12/3/2020 Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) melalui Bidang Keselamatan dan Pengelolaan Limbah menyelenggarakan Sarasehan Budaya Keselamatan dalam rangka memperingati Bulan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang jatuh pada tanggal 12 Januari 2020 – 12 Februari 2020. Sarasehan Budaya Keselamatan kali ini mengangkat tema nasional “Optimalisasi Kemandirian Masyarakat Berbudaya K3 pada Era Revolusi Industri 4.0 Berbasis Teknologi Informasi”. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh pegawai PTRR termasuk Kepala PTRR Dr. Rohadi Awaludin yang sekaligus membuka acara sarasehan budkes tersebut. Kegiatan diawali dengan registrasi yang dibarengi dengan mencuci tangan menggunakan desinfektan dan disaksikan oleh narasumber. 

Narasumber utama pada Sarasehan Budaya Keselamatan kali ini adalah dr. Artati Murwaningrum, Sp. PD yang bertugas di Poliklinik Kawasan Nuklir Serpong (KNS) dari Pusat Pendayagunaan Informatika dan Kawasan Strategis Nuklir (PPIKSN). dr. Artati Murwaningrum, Sp. PD yang biasa dipanggil dr. Ai menyampaikan materi yang saat ini sedang ramai dibicarakan, yaitu "Covid-19". Merebaknya virus corona di sejumlah negara di dunia memberikan kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat, tak terkecuali di Indonesia. Lalu apa itu Covid-19? Covid-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus corona tipe baru yang awalnya ditemukan di Wuhan, Provinsi Hubei, China. Pada 11 Februari, WHO menyebutkan penyakit Covid-19 adalah kependekan dari Coronavirus Disease yang muncul pada 2019. Menurut WHO, tanggung jawab untuk penamaan penyakit jatuh pada organisasi itu sendiri.

Materi ini sengaja diangkat dalam Sarasehan Budkes kali ini karena Covid-19 di Indonesia telah teridentifikasi sejak tanggal 2 Maret 2020, untuk itu diperlukan himbauan bagi para pegawai PTRR tentang upaya pencegahan penularan virus ini antara lain seperti cara mencuci tangan yang benar, etika di tempat umum  dan etika saat batuk untuk pencegahan dan penatalaksanaan penyebaran virus corona (Covid-19). Selain itu, pada kesempatan itu juga dr. Ai menyampaikan evaluasi hasil medical Check Up pegawai PTRR tahun 2019. Seperti tahun-tahun sebelumnya, seiring bertambahnya usia pegawai kecenderungan untuk penyakit degeneratif juga meningkat. Oleh sebab itu, kedisiplinan untuk menindaklanjuti hasil MCU sangat diperlukan. -Vieirsa-

Semarang 3/3/2020 Dalam rangka kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi VII yang membidangi Energi Sumber Daya Mineral dan Ristek, ke Semarang Jawa Tengah, beberapa kepala lembaga litbang turut hadir dalam acara tersebut. Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota Komisi VII DPR RI, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Kepala BATAN, LAPAN, LIPI, BIG, perwakilan Kementrian Ristek/BRIN, Kementrian ESDM. Kegiatan di awali dengan pembukaan oleh ketua tim Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto dan dilanjutkan dengan sambutan tuan rumah Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen.

Salah satu agenda pertemuan kali ini yaitu proses penyerahan produk hasil Litbang BATAN khususnya Samarium-153 EDTMP dengan merek dagang T-Bone Kaef yang digunakan sebagai Pereda nyeri pada pasien kanker yang metastase ke tulang. Penyerahan produk ini disampaikan oleh Kepala BATAN Prof. Dr. Ir. Anhar Riza Antariksawan kepada Direksi RS. Dr. Kariadi Semarang DR. dr. Dodik Tugasworo Pramukarso, Sp.S(K) dan disaksikan langsung oleh anggota komisi VII DPR RI, Wagub Jateng, dan tamu undangan. “Saya berharap lebih banyak lagi hasil litbang BATAN yang bermanfaat untuk masyarakat Jawa Tengah dan juga lebih luas lagi untuk masyarakat Indonesia” Ungkap Rohadi, Kepala Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka, BATAN.-AmalRezka-

(Pontianak, 11/03/20) Lima daerah Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat diantaranya Kabupaten Sambas, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Mempawah dan Kota Singkawang komitmen untuk menyebarluaskan varietas unggul BATAN. Hal ini disampaikan masing-masing perwakilan daerah pada kegiatan Sosialisasi Promosi Hasil Litbang Iptek Nuklir (PHLIN) di Pontianak.

Bertempat di Hotel Mercure Pontianak, kegiatan berlangsung selama dua hari Rabu-Kamis (11-12/03/20). Selain perwakilan dari masing-masing dinas kabupaten/kota, sosialisasi juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat Florentinus Anum dan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Tanjung Pura Denah Suswati.

Kegiatan Sosialisasi merupakan pendahuluan dari kegiatan PHLIN di 5 daerah Kalimantan Barat, yang direncanakan berlangsung secara kontinyu dengan target kemandirian selama 3 tahun. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang tersebar di beberapa daerah di seluruh Indonesia, PHLIN tahun ini difokuskan di wilayah Kalimantan Barat karena mendukung fokus kegiatan Prioritas Riset Nasional (PRN) PLTN di Kalimantan Barat. Namun demikian PHLIN kali ini masih fokus di bidang pertanian, sekaligus untuk memberikan pemahaman ke masyarakat bahwa nuklir juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

(Tangsel, 10/03/2020) Pusat Rekaya Fasilitas Nuklir (PRFN) melakukan diskusi perihal perkembangan drone custom di indonesia dengan ketua Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI) di ruang rapat Alpha. Diskusi tersebut bertujuan untuk menentukan spek yang cocok dalam pengembangan drone monitoring radiasi yang akan dikembangkan oleh PRFN dalam mendukung program Prioritas Riset Nasional (PRN) Sistem Pantau Radiasi Lingkungan untuk Keselamatan dan Keamanan (SPRLKK).

Diskusi tersebut dihadiri oleh kepala PRFN, Ir. Kristedjo Kurnianto M.Sc dan team penelitian drone monitoring radiasi PRFN dengan group leader  Ikhsan Shobari ST., M.Eng. Dalam diskusi tersebut ketua APDI, DR. M. Akbar Marwan, ST, MMSI memaparkan perkembangan pemanfaatan drone dalam berbagai bidang dan regulasi penerbangan di Indonesia. Menurut akbar perkembangan drone di Indonesia sudah memungkinkan untuk mengangkat berbagai beban berat dengan konsekuensinya ukuran drone mengikuti berat beban yang akan diangkat dan diwajibkan untuk memiliki sertifikat pilot drone dari APDI untuk mengurus regulasi ke kementrian perhubungan.

PRFN berharap mendapatkan spesifikasi drone custom yang dapat mengangkat beban detektor radiasi sekitar 5Kg, dapat terbang stabil dengan ketinggian yang sudah ditentukan dari awal pada saat monitoring suatu area, dan bisa terbang dalam jangka waktu yang agak lama, ujar Ir. Kristedjo Kurnianto M.Sc.

Kedepannya diharapakan APDI dapat menjalin kerja sama dengan PRFN dalam pengembangan drone monitoring radiasi untuk keselamatan dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (FPP)