HUT RI tahun 2020
Corona-19
SDM Nuklir
SDM Nuklir BATAN
Tomo Graphy
korupsi
kedelai
Radiofarmaka
Anti Narkoba 1
Anti Narkoba 2

(Austria, 18/09/2019) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) berpartisipasi dalam pameran yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan General Conference (GC) ke-63, International Atomic Energy Agency (IAEA) di Wina, Austria. Pameran yang rutin digelar sebagai side event dalam GC 63 ini bertujuan memberikan kesempatan kepada Negara Anggota untuk menunjukkan capaian perkembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir di negara masing-masing.

Berbagai produk dan program, serta kegiatan pengembangan dan pemanfaatan nuklir di Indonesia digelar pada pameran tersebut. Kali ini, BATAN sebagai wakil Indonesia memfokuskan tema pamerannya  pada program Nuclear Capacity Buliding (NuCAB).

Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama, Eko Madi Parmanto yang menjadi salah satu anggota delegasi dari Indonesia menjelaskan, program NuCaB merupakan program pelatihan dalam rangka meningkatkan kompetensi SDM nuklir. "Program NuCAB akan ditawarkan kepada Negara-negara di kawasan Asia Pasific dan Afrika dalam kerangka kerja sama selatan-selatan," kata Eko Madi melalui pesan tertulisnya.

(Vienna, 17/9/2019) Gelaran sidang umum International Atomic Energy Agency (IAEA) ke-63 dibuka secara resmi pada Senin (16/09) oleh Acting Director General IAEA, Cornel Feruta. Sidang yang digelar setiap tahun pada bulan September ini bertujuan untuk memperkuat efektivitas implementasi upaya perlindungan dan memanfaatkan lebih banyak ilmu dan teknologi nuklir untuk pembangunan, khususnya yang dilaksanakan Negara Anggota. Sidang akan digelar pada tanggal 16-20 September di Wina, ibukota Austria.

"Pada Sidang Umum ini, kita perlu menunjukkan komitmen baru terhadap penggunaan teknologi nuklir secara damai dan aman di seluruh dunia," kata Cornel Feruta, yang telah memimpin IAEA sejak meninggalnya Direktur Jenderal Yukiya Amano pada bulan Juli. Sidang Umum adalah kesempatan besar bagi Negara-negara Anggota untuk meninjau kegiatan IAEA, bertukar pengalaman dan membuka jalan ke depan untuk organisasi.

(Jakarta, 17/09/2019) Badan Tenaga Atom Internasional atau International Atomic Energy Agency (IAEA) menggelar sidang umum di Vienna, Austria yang diikuti oleh sekitar 170 negara anggota. Sidang umum ini digelar selama seminggu ke depan, mulai 16 - 20 September 2019 ini merupakan kegiatan yang rutin diselenggarakan, dan tahun ini merupakan kegiatan yang ke-63.

Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Anhar Riza Antariksawan melalui pesan tertulisnya mengatakan, sidang umum IAEA ini merupakan kegiatan yang sangat penting khususnya bagi Indonesia dalam rangka mengetahui perkembangan iptek nuklir di dunia. "Sidang umum IAEA ini sebagai forum penting dalam agenda tahunan IAEA dan juga penting bagi Indonesia, karena selain dapat mengetahui kebijakan yang disepakati oleh seluruh negara anggota, juga dapat mengetahui perkembangan iptek nuklir di seluruh dunia," ujar Anhar.

(Jakarta, 11/09/2019), Kabar duka menyelimuti bangsa Indonesia, Presiden RI ketiga, Bacharuddin Jusuf Habibie meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto, Rabu (11/09). Sebagaimana dilansir oleh Kompas.com, pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936 itu meninggal akibat penyakit yang dideritanya, yang sebelumnya telah menjalani perawatan intensif di rumah sakit sejak 1 September 2019.

Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Anhar Riza Antariksawan mengucapkan belasungkwa atas meninggalnya putra terbaik bangsa Indonesia yang memiliki reputasi di tingkat dunia. “Beliau telah memiliki jasa besar baik dalam bidang iptek semasa menjadi Menristek/Kepala BPPT, juga dalam bidang demokrasi saat menjadi Presiden di awal era reformasi. Beliau memberikan fondasi kuat bagi berkembangnya iptek di Indonesia,” ujar Anhar melalui pesan tertulisnya.

(Serpong, 10/9/2019). Pembangunan prototipe Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) skala komersial  menjadi salah satu Prioritas Riset Nasional (PRN) dari pemerintah yang akan dilaksanakan oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). “BATAN berupaya agar kegiatan tersebut masuk dalam RPJMN 2020-2024 sehingga bersifat penugasan yang harus dilaksanakan sebagai suatu amanah,” demikian disampaikan oleh Deputi Bidang Teknologi Energi Nuklir (TEN) BATAN, Suryantoro saat membuka Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Grand Zuri, BSD, Tangerang Selatan, Selasa, (10/9).

FGD yang diselenggarakan oleh BATAN bersama Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia (HIMNI) ini bertujuan untuk menjaring masukan dan pengalaman dari para pakar di bidang ketenaganukliran sebagai bahan masukan agar pelaksanaan PRN tersebut benar-benar bisa tercapai. “HIMNI bisa mendukung, mendorong, agar PRN prototipe PLTN skala komersial ini berhasil dan dapat menjadi awal terwujudnya PLTN di Indonesia,” ujar Suryantoro.