HUT RI tahun 2020
Corona-19
SDM Nuklir
SDM Nuklir BATAN
Tomo Graphy
korupsi
kedelai
Radiofarmaka
Anti Narkoba 1
Anti Narkoba 2


(Jakarta, 02/01/2020). Mengawali tahun 2020, Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Anhar Riza Antariksawan melantik 10 pejabat struktural dan 13 pejabat fungsional di lingkungan BATAN, di Kawasan Nuklir Pasar Jumat, BATAN, Jakarta, Kamis (02/01). Dalam sambutannya, Anhar meyampaikan 4 strategi yang akan dilakukan BATAN untuk lebih menghadirkan nuklir di tengah masyarakat.

Strategi pertama, BATAN akan memperbanyak hilirisasi dan komersialisasi produk-produk penelitiannya. Hilirisasi dan komersialisasi sangat penting untuk keberlangsungan riset agar tidak selalu bergantung pada pendanaan dari pemerintah atau Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA).

(Serpong, 20/12/2019), “Be innovative, BATAN harus bisa bekerja dengan inovatif. Inovatif tidak hanya pada produknya saja namun juga dalam mengembangkan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan (Litbangjirap), baik dari sisi pengelolaan maupun dari cara mencari sumber pendanaan juga harus inovatif,” ujar Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan pada saat memberikan arahan pada pembukaan Pra Rapat Kerja BATAN di Auditorium Gedung 71, Kawasan Nuklir Serpong.   

(Jakarta, 17/12/2019). Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) untuk ketujuh kalinya menyerahkan arsip statis ke Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Penyerahan arsip statis ditandai dengan penandatanganan berita acara secara simbolis oleh Kepala BATAN, yang diwakili oleh Plt. Kepala Biro Umum (BU), Dendang Hermansyah, kepada Sekretaris Utama ANRI, Sumrahyadi, di Gedung Pertemuan, Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR), Kawasan Nuklir Pasar Jumat, BATAN, Jakarta (17/12).

Sebanyak 28 berkas diserahkan BATAN kepada ANRI, salah satunya arsip penelitian tentang “Pembuatan dan Pengembangan Panduan Co-Cr-Mo yang Implan dengan TiN (Titanium Nitrida) untuk Material Prospektif yang Biokompatibel Kuat dan Murah”, oleh Peneliti BATAN, Sulistioso Giat Sukaryo.

(Jakarta, 17/12/2019). Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mengajak seluruh pegawainya untuk menerapkan sadar tertib arsip. Sebagai satu-satunya instansi yang melaksanakan tugas dan fungsi di bidang penelitian, pengembangan dan pendayagunaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) nuklir di Indonesia, BATAN memiliki arsip yang bernilai informasi tinggi dan strategis bagi negara dan masyarakat umum.

“Kesadaran akan pentingnya arsip belum sepenuhnya membudaya di lingkungan BATAN, sedangkan BATAN dalam upayanya melestarikan iptek nuklir berkomitmen menerapkan Nuclear Knowledge Management (Manajemen Pengetahuan Nuklir),” ungkap Kepala BATAN, yang diwakili oleh Plt. Kepala Biro Umum, Dendang Hermansyah, saat memberikan sambutan Sosialisasi Kearsipan, di Gedung Pertemuan, Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi, Kawasan Nuklir Pasar Jumat, BATAN, Jakarta, Selasa (17/12).

(Tangerang Selatan, 13/12/2019) Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Ka BRIN) Bambang Brodjonegoro mengunjungi fasilitas Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) di Kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) di Serpong, Tangerang Selatan (13/12).

Fasilitas yang dikunjungi Menteri Bambang terdiri dari Iradiator Gamma Merah Putih (IGMP), Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR), Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR), dan Pusat Reaktor Serba Guna (PRSG).

Sesuai dengan Rencana Strategis 2020 - 2024 BATAN akan melaksanakan penugasan dari Pemerintah RI sebagai koordinator dalam 3 bidang Prioritas Riset Nasional (PRN), yaitu bidang energi khususnya (i) Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), (ii) Bidang pembangunan sistem pemantau radiasi lingkungan, serta (iii) Bidang radioisotop dan radiofarmaka.

Sehingga dalam kesempatan kunker ini Menristek/Kepala BRIN mengungkapkan apresiasi yang mendalam atas keberhasilan BATAN, dan menyatakan akan ada banyak layanan terkait aplikasi teknologi nuklir untuk maksud damai di BATAN, yang perlu disosialisasikan kepada masyarakat, termasuk layanan dari iradiator yang dapat menembakkan radiasi terkontrol yang tidak meninggalkan sisa radiasi berbahaya. Teknologi Iradiasi dapat diterapkan pada proses sterilisasi makanan,  maupun produk organik lainnya, yang mudah membusuk jika tidak dilakukan teknologi pengawetan. Teknologi iradiasi ini dapat menggantikan teknologi pengawetan makanan yang menggunakan bahan kimia biasa.