HUT RI tahun 2020
Corona-19
SDM Nuklir
SDM Nuklir BATAN
Tomo Graphy
korupsi
kedelai
Radiofarmaka
Anti Narkoba 1
Anti Narkoba 2

(Jakarta, 24/09/2020) Indonesia dan Badan Tenaga Atom Internasional/International Atomic Energy Agency (IAEA) menandatangani dokumen Kerangka Program Negara/Country Program Framework (CPF)  periode tahun 2021-2025 di Markas Besar IAEA, Wina, Austria, Rabu (23/09). Penandatanganan ini dilakukan di sela-sela Sidang Umum/General Conference IAEA ke-64, dimana Wakil Tetap RI (Watapri) di Wina, Dubes Dr. Darmansjah Djumala bertindak sebagai Vice President Konferensi.

Penandatanganan ini dilakukan oleh Watapri, Dubes Dr. Darmansjah Djumalah dengan Deputi Direktur Jenderal IAEA Bidang Kerjasama Teknis, Dazhu Yang. Penandatanganan ini juga disaksikan secara virtual oleh Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Anhar Riza Antariksawan dan tim teknis BATAN.

Dr. Darmansjah Djumala dalam keterangan tertulisnya mengatakan, dokumen CPF merupakan dokumen rencana strategis jangka menengah yang akan dijadikan acuan dalam pelaksanaan kerjasama teknis (Technical Cooperation) pemanfaatan teknologi nuklir untuk tujuan damai. Dokumen CPF tahun 2021-205 ini mencakup 6 bidang kerjasama yakni keselamatan dan keamanan radiasi, pangan dan pertanian, kesehatan dan nutrisi, sumber daya air dan lingkungan, energi dan industri, serta pengembangan kapasitas.

(Serpong, 22/09/2020). Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melantik 210 orang pejabat fungsional, dimana 148 orang diantaranya adalah pejabat fungsional dari proses penyetaraan pejabat struktural  Eselon 3 (Administrator) dan Eselon 4 (Pengawas). Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan menyampaikan bahwa pelantikan kali ini merupakan momentum penting bagi BATAN dalam menjalankan program pemerintah untuk melakukan perampingan birokrasi.

“Ini adalah titik baru bagi organisasi BATAN, dimana kita telah menjalankan program pemerintah, yaitu penghilangan jabatan Administrator dan Pengawas, Eselon 3 dan Eselon 4,” kata Anhar dalam sambutan Upacara Pelantikan Jabatan Fungsional, yang dilaksnakan di Auditorium Gd. 71 Kawasan Nuklir Serpong, Tangerang Selatan dan diikuti pula secara daring melalui konferensi video Zoom, Selasa (22/09).

Menurut Anhar, saat ini BATAN memasuki tantangan baru yaitu bagaimana pengurangan jabatan struktural Eselon 3 dan Eselon 4 bisa tetap menjaga kinerja organisasi seperti sebelumnya. “Bahkan diharapkan justru akan menjadi lebih baik, karena rantai birokrasi akan lebih sederhana,” ucapnya. “Dan ini yang sebetulnya diinginkan dari program pemerintah ini,” lanjut Anhar.

(Jakarta, 03/09/2020). Setelah sempat tertunda akibat pandemi Corona Virus Disease (COVID-19), kini para pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Formasi Tahun 2019 dapat mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) menggunakan Computer Assisted Test  (CAT), yang diselenggarakan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Tes berlangsung di BKN Pusat dan Kantor Regional/UPT BKN dengan menerapkan protokol kesehatan.

Koordinator Perencanaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia BATAN, Sony Emanuel, mengatakan, adanya pandemi COVID-19 membawa perubahan dalam seleksi penerimaan CPNS Formasi Tahun 2019.

“Penerimaan CPNS 2018 sebelum ada pandemi dulu, pada saat SKB dipusatkan  di BKN Pusat, Cililitan, Jakarta Timur, dan wawancara dilaksanakan di Kawasan Nuklir Pasar Jumat, Jakarta. Sedangkan penerimaan CPNS 2019, setiap peserta tes boleh memilih lokasi SKB di Kantor Regional atau UPT BKN di seluruh Indonesia di 34 titik lokasi,” jelas Sony.

(Jakarta, 11/08/). Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melantik 20 pejabat fungsional, baik yang kenaikan jabatan, pengangkatan pertama, maupun penyetaraan jabatan dari struktural ke fungsional. Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan berharap, para pejabat fungsional bisa berkolaborasi dengan berbagai macam jabatan yang diemban, baik berkolaborasi di internal mapun eksternal BATAN.

“Kita harus bekerjasama, berkolaborasi. Semua dari kita dapat berkontribusi apapun jabatan fungsional kita,” ucap Anhar dalam sambutan Upacara Pelantikan Jabatan Fungsional, yang digelar secara luring di Kantor Pusat BATAN maupun daring melalui konferensi video Zoom, Selasa (11/08).

(Jakarta, 01/06/2020) Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Anhar Riza Antariksawan menyampaikan ide atau gagasan munculnya dua inovasi layanan publik di hadapan para tim penilai Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) secara daring, Rabu (01/07). Kedua inovasi layanan publik BATAN yang lolos pada top 99 KIPP yakni Samarium untuk terapi paliatif kanker (SUNTIK) dan aplikasi internet reactor laboratory sebagai media pembelajaran fisika reaktor (API RELA MEMBARA).

API RELA MEMBARA merupakan inovasi layanan publik dari Pusat Sains dan Teknologi Akselerator (PSTA), sedangkan SUNTIK merupakan inovasi layanan publik dari Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR). Dalam presentasinya, Anhar mengatakan, selama ini banyak masyarakat yang masih ketakutan terhadap pemanfaatan teknologi nuklir, meskipun perkembangan teknologi nuklir saat ini sudah sangat pesat dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat.

Di sisi lain, banyak juga masyarakat Indonesia yang ingin mengetahui tentang nuklir tetapi tidak dapat berkunjung langsung ke fasilitas karena jarak tempuh yang terlalu jauh. “Kami sering menemui masyarakat khususnya dari perguruan tinggi yang ingin mempelajari tentang nuklir, tetapi terkendala keterbatasan fasilitas. Oleh karena itulah BATAN menawarkan layanan API RELA MEMBARA,” kata Anhar.