HUT RI tahun 2020
Corona-19
SDM Nuklir
SDM Nuklir BATAN
Tomo Graphy
korupsi
kedelai
Radiofarmaka
Anti Narkoba 1
Anti Narkoba 2

(Jakarta, 25/11/2020) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) kembali meraih predikat sebagai lembaga informatif dari Komisi Informasi (KI) Pusat. Penganugerahan predikat ini disampaikan Wakil Presiden, KH. Ma’ruf Amin secara daring, Rabu (25/11).

Bagi BATAN, predikat sebagai lembaga Informatif tahun 2020 ini merupakan predikat yang ketiga kalinya yang dicapai sejak tahun 2018. Predikat ini dicapai atas keberhasilan BATAN dalam melaksanakan amanah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Ketua KI Pusat, Gede Narayana dalam laporannya menyampaikan hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan keterbukaan informasi publik di Badan Publik (BP) pada tahun 2020 menunjukkan dari 348 BP terdapat 72,99 persen atau 254 BP masih sangat rendah kepatuhan dalam melaksanakan keterbukaan informasi publik. “Sebanyak 17,53 persen (61 BP) hanya masuk kategori Cukup Informatif, 13,51 persen (47 BP) Kurang Informatif dan 41,95 persen (146 BP) Tidak Informatif,” ujar Gede.

Gede menjelaskan, pelaksanaan penilaian monitoring dan evaluasi BP tahun 2020 melibatkan delapan juri dari kalangan akademisi, peneliti, penggiat keterbukaan informasi dan media massa. Berdasarkan hasil penilaian tersebut, BP yang masuk dalam kategori Informatif hanya 17,43 persen (60 BP) dan Menuju Informatif sebanyak 9,77 persen (34 BP).

(Tangsel, 11/11/2020) Dua peneliti Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), yakni Paston Sidauruk dan Pande Made Udiyani dikukuhkan sebagai profesor riset oleh Majelis Pengukuhan Profesor Riset di Auditorium Gedung 71, Kawasan Nuklir Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (12/11). Pengukuhan ini menambah jumlah profesor riset di BATAN yang masih aktif menjadi 21 orang.

Paston Sidauruk dikukuhkan sebagai profesor riset bidang ekohidrologi dan Pande Made Udiyani sebagai profesor riset bidang keselamatan radiasi reaktor nuklir. Saat ini Paston aktif di Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR), sedangkan Pande Made Udiyani aktif di Pusat Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir (PTKRN).

Dalam pengukuhan ini, paston menyampaikan orasi dengan judul Teknik Isotop Dalam Pengelolaan Sumber Daya Air dan Bangunan Air. Menurut Paston, judul ini sangat relevan dengan kondisi Indonesia yang masuk ke dalam 10 negara dengan sumber data air terbesar yakni 3,9 triliun M3/tahun, namun karena keterbatasan sarana dan prasarana maka yang termanfaatkan hanya 17,7%. "Distribusi sumber daya air yang tidak merata dan tidak proporsional membuat kekurangan air masih terjadi khususnya di musim kemarau," kata Paston.

(Jakarta, 26/10/2020) Tuntutan melaksanakan reformasi birokrasi di setiap badan publik dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih menjadi sebuah kewajiban. Tata kelola kearsipan yang baik merupakan salah satu upaya mewujudkan pelaksanaan reformasi birokrasi di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).

Hal ini disampaikan Kepala Biro Umum, Widiyanta pada laporan penyelenggaraan webinar kearsipan yang mengusung tema Tertib Arsip dalam Mendukung Akuntabilitas dan Reformasi Birokrasi di BATAN, Senin (26/10). Melalui kegiatan webinar kearsipan ini, mendorong BATAN untuk terus melaksanakan gerakan nasional sadar arsip.

“Gerakan nasional sadar arsip di BATAN bertujuan untuk penyelamatan, pelestarian, dan tertib dalam penyelenggaraan kearsipan BATAN untuk akuntabilitas kinerja dan reformasi birokrasi,” ujar Widiyanta.

Upaya mewujudkan sadar arsip di BATAN dilakukan melalui gerakan 6T yakni tertib dalam melaksanakan kebijakan kearsipan, tertib dalam pembentukan organisasi kearsipan yang efisien dan efektif, tertib dalam pengelolaan SDM kearsipan, tertib pengelolaan sarana dan prasarana, tertib dalam pengelolaan kearsipan yang komprehensif dan terpadu, dan tertib dalam penyediaan anggaran kearsipan.

(Jakarta, 15/10/2020) Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Anhar Riza Antariksawan menerima kunjungan Duta Besar Polandia melalui daring, Kamis (15/10). Duta Besar Polandia, Beata Stoczyńska dalam kunjungan via daring bermaksud ingin mengetahui perkembangan teknologi nuklir di Indonesia khususnya di bidang energi dan menjajaki peluang kerja sama antara Polandia dan BATAN di bidang pengembangan teknologi nuklir.

Mengawali diskusinya, Anhar menjelaskan kepada Beata tentang kegiatan raung lingkup kegiatan BATAN. “Sebagai lembaga pemerintah yang mempunyai tugas melakukan penelitian, pengembangan, dan pendayagunaan iptek nuklir, BATAN mempunyai kegiatan di bidang pertanian, kesehatan, industri, dan lingkungan,” ujar Anhar.

Dijelaskan Anhar, terdapat 5 kawasan nuklir di Indonesia yakni di Kantor Pusat, Pasar Jumat, Serpong, Bandung, dan Yogyakarta. Selain itu, BATAN mengelola 3 reaktor riset yakni di Reaktor Kartini, Yogyakarta yang difungsikan sebagai sarana pelatihan, Triga 2000 di Bandung yang berfungsi memproduksi radioisotop dan memberikan layanan dengan metode analisis aktivasi neutron, serta Reaktor Serba Guna G.A. Siwabessy di Serpong yang berkapasitas 30MW.

“Selain reaktor dan beberapa laboratorium, BATAN juga memiliki fasilitas iradiator yang diberi nama Iradiator Gama Merah Putih (IGMP) yang diresmikan pada akhri 2017 oleh Wakil Presiden, Yusuf Kalla. IGMP ini dapat difungsikan sebagai fasilitas pengawetan bahan makan, obat herbal, dan sterilisasi alat kedokteran,” jelas Anhar.

(Jakarta, 30/09/2020), “Strategi melakukan pencadangan arsip kedalam bentuk digital adalah upaya batan untuk mengabadikan arsip, walaupun penyimpanan arsip dalam bentuk digital juga memiliki tantangan peretasan namun hal ini dapat membantu kita untuk mengurangi kelebihan kapasitas di gedung penyimpanan arsip,” ujar Anhar Riza Antariksawan, Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), ketika memberikan sambutan pada pembukaan Webinar Kearsipan BATAN yang diselenggarakan oleh Biro Umum BATAN.