Raker

Rapat Kerja BATAN merupakan agenda tahunan yang sangat penting.

Raker 2017

Rapat Kerja Merupakan Agenda Tahunan yang Sangat Penting

Slide item 3

Biro Perencanaan melakukan kegiatan Sosialisasi Laporan Kinerja Sestama/Deputi guna menghasilkan Lakin yang Berkualitas

(Jakarta, 10/05/2020) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mengikutsertakan empat inovasinya untuk mengikuti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) tahun 2020 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Keiikutsertaan dalam kompetisi ini ditandai dengan mengirimkan berkas proposal secara online yang disaksikan oleh Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan melalui video conference, Sabtu (09/05).

KIPP sebagaimana dimuat di laman Kementerian PANRB merupakan langkah strategis untuk menjaring inovasi pelayanan publlik yang dilahirkan oleh instansi pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara/Daerah (BUMN/D) sejak tahun 2014. Tema KIPP 2020 adalah transfer penguatan untuk percepatan inovasi pelayanan publik dalam rangka mendukung terwujudnya tujuan pembangunan berkelanjutan dan Indonesia Maju.

Sebelum penyampaian proposal inovasi dilakukan, Anhar menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam menyiapkan empat program inovasi dan mengikutsertakan ke dalam kompetisi. “Saya mengucapkan rasa terima kasih sebesar-besarnya kepada teman-teman yang telah menyiapkan program inovasi ini. Meskipun di tahun-tahun sebelumnya kita belum pernah mendapatkan penghargaan di ajang kompetisi ini, mudah-mudahan di tahun ini kita bisa lebih baik,” kata Anhar.

Menurut Anhar, yang terpenting adalah, BATAN harus selalu berupaya menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan keinginan BATAN yakni harus lebih menonjolkan pemanfaatan teknologi nuklir bagi masyarakat melalui berbagai layanan publlik.

“Melalui keempat inovasi layanan publik yang diikutsertakan dalam kompetisi ini diharapkan BATAN dapat menunjukkan bahwa kita bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat melalui penguasaan teknologi nuklir. Selain itu, BATAN diharapkan dapat memberikan solusi bagi sebagian permasalahan bangsa,” tambahnya.

Keempat inovasi layanan publik tersebut yakni, pertama, layanan pembuatan Samarium-153 EDTMP yang sangat bermanfaat bagi penderita penyakit kanker. Inovasi layanan ini diciptakan oleh Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) diberi nama Suntik (Samarium untuk Terapi Paliatif Kanker) bertujuan untuk meningkatkan pelayanan paliatif pengendalian nyeri akibat metastasis kanker ke tulang dengan Samarium-153 EDTMP.

Kedua, sistem informasi pelayanan iradiasi, produk radioisotop dan jasa analisis (SILARAS). Inovasi ini berupa sistem informasi layanan terintegrasi untuk radiasi produk radioisotop dan analisis di Pusat Sains dan Teknologi Nuklir Terapan (PSTNT). SILARAS bertujuan untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi dan diharapkan dapat meningkatkan jumlah pendapatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dalam layanan iptek nuklir di PSTNT.

Ketiga, aplikasi internet reactor laboratory sebagai media pembelajaran fisika reaktor  (API RELA MEMBARA). Melalui inovasi yang diciptakan oleh Pusat Sains dan Teknologi Akselerator (PSTA) ini diharapkan banyak mahasiswa dari seluruh penjuru dunia dapat melakukan praktikum fisika reaktor menggunakan reaktor Kartini secara online tanpa terkendala ruang dan waktu.

Keempat, inovasi layanan pembelajaran yang diberikan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) dalam rangka meningkatkan pelayanan pembelajaran secara optimal, hasil pembelajaran yang maksimal, perbaikan sistem kerja yang lebih efektif, dan pengurangan penggunaan kertas (paperless). Inovasi ini diberi nama Learning Innovation on Nuclear for Pusdiklat Ultimate Services (LIONPLUS) Pusdiklat BATAN. (Pur)