Raker

Rapat Kerja BATAN merupakan agenda tahunan yang sangat penting.

Raker 2017

Rapat Kerja Merupakan Agenda Tahunan yang Sangat Penting

Slide item 3

Biro Perencanaan melakukan kegiatan Sosialisasi Laporan Kinerja Sestama/Deputi guna menghasilkan Lakin yang Berkualitas

(Jakarta, 04/02/2020) Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Anhar Riza Antariksawan menyerahkan hasil litbang iptek nuklir berupa varietas padi unggul Sidenuk dan radiofarmaka Samarium-153 EDTMP kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah, Selasa (03/02). Penyerahan hasil litbang iptek nuklir ini disampaikan dalam rangka kunjungan kerja bersama Komisi VII DPR-RI ke Provinsi Jawa Tengah.

Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto dalam sambutannya menyampaikan maksud dan tujuan melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Tengah yakni untuk mendapatkan gambaran khususnya tentang pengembangan dan pengelolaan energi khususnya energi baru dan terbarukan, kondisi kelistrikan dan permasalahan yang dihadapi, pengembangan dan pemanfaatan hasil riset oleh masyarakat Jawa Tengah. Selain itu, kunjungan ini juga dimaksudkan untuk menjaring aspirasi dari Pemprov Jawa Tengah terkait sektor energi dan sumber daya mineral di Jawa Tengah.

Pada kesempatan kunjungan kerja ini, Anhar menjelaskan, selama ini BATAN telah menjalin kerja sama dengan pihak Pemprov Jawa Tengah. Banyak hasil litbang BATAN yang telah diimplementasikan oleh masyarakat Jawa Tengah khususnya di bidang pertanian dan pemanfaatan radioisotop dan radiofarmaka untuk kesehatan.

“Saat ini BATAN telah mengembangkan varietas padi unggul yang salah satunya adalah Sidenuk yang banyak ditanam oleh masyarakat petani khususnya di Jawa Tengah,” kata Anhar.

Tahun 2019, BATAN bersama pemerintah Kabupaten Klaten telah mengembangkan varietas padi unggul dengan melakukan perbaikan terhadap varietas lokal yakni Rojolele. Hasil perbaikan varietas ini diberi nama Srinar dan Srinuk.

“Kalau varietas awalnya masa panennya membutuhkan waktu 140 hari, namun setelah diperbaiki, waktu panennya menjadi 110 hari saja, selain itu tingginya juga jauh lebih pendek sehingga lebih tahan terhadap cuaca khususnya angin sehingga tidak mudah rebah,” tambah Anhar.

BATAN, tutur Anhar, membuka diri untuk dapat bekerja sama dengan pemerintah daerah manapun dalam rangka mengembangkan varietas padi unggul. Semua ini dilakukan untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional.

Selain di bidang pertanian, BATAN juga menyampaikan produk litbangnya berupa radiofarmaka yang berlabel Samarium(Sm)-153 EDTMP. Radiofarmaka ini sangat bermanfaat untuk penderita kanker khususnya yang sudah memasuki stadium lanjut.

Baca juga: Rojolele Srinuk dan Srinar Panen di Klaten

“Produk radiofarmaka ini merupakan hasil pengembangan antara BATAN dengan PT. Kimia Farma yang digunakan untuk mengurangi rasa sakit yang diderita oleh pasien kanker stadium lanjut. Jika menggunakan penghilang rasa sakit seperti morfin, selain harus diberikan setiap hari, juga akan menimbulkan ketergantungan pada pasien,” jelas Anhar.

Namun dengan menggunakan Sm-153 sebagai pengganti morfin dapat dapat bertahan selama 2 bulan. Selama ini RS. Dr. Kariadi Semarang telah memanfaatkan Sm 153 EDTMP untuk mengurangi rasa nyeri pasien kanker.

Saat ini menurut Anhar, pasokan radiofarmaka dilakukan oleh PT. Kimia Farma dua kali dalam sebulan yang digunakan sekitar 18-20 pasien. Jumlah pasien yang di- treatment tersebut bergantung pada kapasitas yang dimiliki RS. Dr. Kariadi dan daftar tunggu pengguna Sm-153 EDTMP tercatat hingga tahun 2021. (Pur)