Raker

Rapat Kerja BATAN merupakan agenda tahunan yang sangat penting.

Raker 2017

Rapat Kerja Merupakan Agenda Tahunan yang Sangat Penting

Slide item 3

Biro Perencanaan melakukan kegiatan Sosialisasi Laporan Kinerja Sestama/Deputi guna menghasilkan Lakin yang Berkualitas

(Jakarta 20/08/2019). Menurunnya APBN rupiah murni pada DIPA 2020, tidak boleh menghalangi pencapaian output penelitian BATAN. Oleh karena itu Biro Perncanaan menjajaki potensi pendanaan penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan teknologi nuklir. Bertempat di Auditorium gedung 71 Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir Kawasan Nuklir Serpong pada hari Selasa 20 Agustus 2019, telah diselenggarakan acara “Insentif Riset Outlook 2020”. Acara ini dihadiri oleh 90 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) BATAN yang terdiri dari peneliti penerima dana insentif Kemenristekdikti tahun 2019, Kepala Bagian Tata Usaha dan Kepala Unit Kerja teknis.

Kepala Biro Perencanaan (Ir. Ferly Hermana, MM) membuka acara dan dilanjutkan dengan paparan dari Narasumber yang berasal dari KemensristekDikti dan LIPI. Dalam sambutannya, Kepala Biro Perencanaan menyampaikan bahwa penelitian BATAN harus mengacu Rencana Pemerintah Jangka Menengah (RPJM) tematik misalnya Recana Induk Riset Nasional (RIRN), Rencana Induk Perindustrian Nasional (RIPIN), dan draft Rencana Induk Ketenaganukliran yang saat ini sedang disusun BATAN. Hal tersebut perlu dilakukan agar kegiatan litbang yang dilakukan BATAN memiliki 3 prinsip yaitu berdasarkan regulasi, berorientasi pada output, dan bersifat penugasan.

Potensi pendanaan kegiatan litbang BATAN tahun 2020 dapat diperoleh diantaranya melalui skema Program Insentif Riset Sistem Inovasi Nasional (Insinas), Program Pengembangan Teknologi Industri (PPTI), Pendanaan Inovasi Industri, dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Dr. Juhartono (Kasubdit PTI Material Maju dan Industri) Narasumber Kemenristekdikti sebagai pemilik program Insinas memaparkan bahwa selama ini Perguruan Tinggi banyak mendapatkan pendanaan dari Kemenristekdikti karena alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen APBN. Untuk itu dalam skema Insinas dibentuk flagship agar LPNK dibawah Ristek memperoleh slot pendanaan yang memadai. Sedangkan Dr. Syafarudin (Kasubdit PTI Energi dan Transportasi Kemenristekdikti menyampaikan bahwa pendanaan melalui skema PPTI tidak hanya dapat diakses oleh Perguruan Tinggi namun semua LPNK. Lebih lanjut beliau memaparkan pentingnya riset yang berkualitas dan berdaya saing oleh karena itu kegiatan riset harus fokus dan mengacu kepada tema-tema pada matrik Prioritas Riset Nasional (PRN).

Sebagai Pembicara penutup Bapak Prakoso B. Putera (Plt. Kepala Biro Perencana dan Keuangan LIPI) memberikan wacana skema pendanaan Litbang melalui SBSN dan LIPI sebagai best practise dalam pengajuan program. Narasumber menyampaikan bahwa proposal kegiatan litbang yang akan diajukan pendanaan SBSN kepada Bappenas harus melingkupi 2 hal yaitu kemanfaatan secara saintifik dan secara ekonomi. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden tentang money follow program karena sudah tidak berlaku lagi money follow function.

Peserta Insentif Riset Outlook 2020