Raker

Rapat Kerja BATAN merupakan agenda tahunan yang sangat penting.

Raker 2017

Rapat Kerja Merupakan Agenda Tahunan yang Sangat Penting

Slide item 3

Biro Perencanaan melakukan kegiatan Sosialisasi Laporan Kinerja Sestama/Deputi guna menghasilkan Lakin yang Berkualitas

(Jakarta, 20/12/2018) Deputi Bidang Pendayagunaan Teknologi Nuklir (PTN) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Hendig Winarno mengenalkan produk litbang BATAN di bidang pertanian kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada kunjungan kerjanya bersama anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyak RI (DPR-RI) di Kantor Gubernur, Surabaya (19/12). Salah satu varietas padi unggul yang dikenalkan adalah Sidenuk dan banyak ditanam di wilayah Jawa Timur.

“BATAN telah bekerja sama dengan pemerintah kabupaten di Jawa Timur diantaranya Banyuwangi, Jember, Lumajang, Malang, Kepanjen, Mojokerto, Sidoarjo, Blitar, dan Madiun. Di kabupaten tersebut ditanam varietas padi Sidenuk yang merupakan hasil dari mutasi radiasi,” kata Hendig.

Selain itu, produk litbang BATAN lainnya yang telah termanfaatkan di wilayah Jawa Timur, tambah Hedig adalah di bidang industri dan kesehatan. Di bidang industri, PT. Petrokimia Gresik telah memanfaatkan Gamma Densitometer dan di bidang kesehatan, Rs. Dr. Sutomo telah memanfaatkan bank jaringan.

“Gamma Densitometer adalah sebuah perangkat nuklir yang digunakan untuk mengukur tingkat kekentalan cairan, sedangkan bank jaringan digunakan untuk berbagai keperluan yang terkait dengan luka pada kulit misalnya untuk menutup luka akibat kebakaran,” tambahnya.

Terkait dengan peningkatan kebutuhan energi di Jawa Timur, anggota Komisi VII DPR RI, Kurtubi berharap agar pemerintah tidak tergantung dengan energi fosil. Hal ini mengingat ketersediaan sumber energi fosil semakin menipis.

“Energi fosil bisa habis dalam waktu 20-30 tahun mendatang, dan perlu pengembangan masa dengan dengan energi baru terbarukan (EBT) seperti energi surya, angin, panas bumi, bahkan nuklir. Pengembangan EBT di Jawa Timur masih sangat rendah yakni hanya 3% dari total energi yang dihasilkan,” ujar Kurtubi.

Hal senada juga disampaikan Ketua Komisi VII DPR RI, Ridwan Hisyam, Jawa Timur merupakan daerah lumbung energi dan sebagai sentra panas bumi di Indonesia. Salah satu energi baru terbarukan adalahh penggunaan energi angin di Probolinggo. Namun dibalik potensi tersebut, Provinsi Jawa Timur memiliki persoalan yang dihadapi.

“Kerusakan lingkungan, penggunaan EBT yang masih minim, masih ada masyarakat yang belum mendapat listrik, dan terhambatnya infrastruktur energi, serta peran masyarakat dalam pengembangan energi di Jawa Timur. Oleh karena itu, perlu peran Perguruan Tinggi sebagai salah satu elemen masyarakat dalam pengembangan energi,” ujar Ridwan.

Perguruan tinggi menurut Ridwan, harus mempunyai perang yang besar dalam pengembangan energi di Jawa Timur, seperti yang dilakukan oleh Universitas Muhamadyah Malang yang telah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro. (Pur)