Raker

Rapat Kerja BATAN merupakan agenda tahunan yang sangat penting.

Raker 2017

Rapat Kerja Merupakan Agenda Tahunan yang Sangat Penting

Slide item 3

Biro Perencanaan melakukan kegiatan Sosialisasi Laporan Kinerja Sestama/Deputi guna menghasilkan Lakin yang Berkualitas

(Serpong, 30/01/2018) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menggelar rapat koordinasi (Rakor) eselon I dan II di Hotel Mercure, Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (30/01) dengan tema peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Sesuai dengan tema yang diusung, topik utama yang dibahas yakni isu-isu strategis terkait dengan peningkatan SDM dan strategi menaikkan PNBP di BATAN.

Kepala Biro Perencanaan BATAN, Ferly Hermana mengatakan selain membahas isu-isu strategis, rakor ini juga mencari solusi penyelesaiannya. “Kegiatan Rapat koordinasi (Rakor) diselenggarakan dalam rangka pembahasan isu-isu aktual yang terkait dengan SDM dan penerimaan PNBP ada di BATAN serta menyelesaikan permasalahannya,” ujar Ferly.

Selain itu, rakor ini diharapkan dapat mengisiasi seluruh unit kerja di lingkungan BATAN untuk menyiapkan SDM yang kompatibel dan kapabel dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam mencapai tujuan BATAN yang tertuang dalam visinya yakni Unggul di Tingkat Regional, Berperan dalam Percepatan Kesejahteraan Menuju Kemandirian Bangsa.

Topik peningkatan SDM dan PNBP diagkat secara khusus dalam rakor ini dikarenakan dalam beberapa tahun mendatang BATAN akan mengalami pengurangan pegawainya  yang cukup signifikan karena memasuki masa pensiun. Terkait dengan penerimaan PNBP, Ferly berharap di tahun mendatang penerimaan PNBP BATAN meningkat tentunya dengan berbagai upaya harus ditempuh.

“Selain diperoleh solusi untuk meningkatkan target penerimaan PNBP BATAN, pada rakor ini juga didapatkan perubahan paradigma atau mindset oleh pelaku PNBP di unit kerja untuk tidak mengandalkan anggaran kegiatan dari rupiah murni. Selain itu diharapkan adanya terobosan untuk promosi PNBP yang terintegrasi yang dikoordinasikan oleh Pusat Diseminasi dan Kemitraan yang dibantu oleh Biro Hukum, Hubungan Masyarakat, dan Kerja Sama di bawah koordinasi Deputi Pendayagunaan Teknologi Nuklir,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto, selain permasalahan SDM yang merupakan hal sangat penting untuk menghadapi tantangan ke depan, penerimaan PNBP juga harus menjadi konsen BATAN dengan membuat berbagai strategi peningkatannya.

“Kita harus membuat SDM BATAN bekerja sesuai tantangan yang kita hadapi. Dan meskipun menyusut, tetap masih ada cara supaya staf kita bekerja lebih optimal. Sementara itu, terkait dengan PNBP, selama dibuat strategi promosi yang terintegrasi dengan sosialisasi yang mengena kepada masyarakat maka peningkatan PNBP pasti tercapai,” ujar Djarot.

Terkait dengan permasalahan SDM, Djarot menambahkan beberapa unit kerja ada yang mengalami kekurangan ada juga yang berlebih, namun yang perlu mendapat perhatian adalah kondisi kritis terhadap kehilangan kompetensi dikarenakan kehilangan SDM yang akan memasuki masa pensiun. Berbagai upaya telah ditempuh BATAN untuk mengatasi hal ini yakni mendorong para pegawai untuk mengambil jalur fungsional seperti pranata nuklir.

“Saat ini upaya kita yang sudah dan sedang kita lakukan  antara lain impassing pranata nuklir, outsourcing, lolos butuh, multitasking karyawan yang ada, serta kerja sama dengan berbagai universitas dan lembaga yang ada,” tambah Djarot.

Sementara itu, Kepala Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi (BSDMO), Hadi Susilo menyoroti pentingnya menjaga dan melestarikan kemampuan SDM BATAN dengan menjalankan manajemen SDM yang sejalan dengan program Nuclear Knowledge Management (NKM). Untuk melestarikan capaian pengetahuan yang terdokumenasi di pegawai senior perlu dilakukan 2 hal yakni proses berbagi pengetahuan kepada pegawai lain dan proses dokumentasi pengetahuan ke dalam kemasan yang tercetak (explicit knowledge). Paralel dengan hal itu, perlu juga diupayakan tambahan pegawai baru melalui jalur CPNS meupun pindahan dari instansi lain.

“Proses berbagi pengetahuan dan juga dokumentasi explicit knowledge ini perlu diprioritaskan kepada pegawai yang mendekati masa pensiun dan juga pegawai dengan kompetensi inti bahkan kritis di BATAN,” kata Hadi Susilo.

Sedangkan untuk pegawai yang baru, menurut Hadi Susilo selain dilakukan orientasi dan pembekalan melalui berbagai diklat, juga perlu diberikan pengayaan wawasan melalui program magang dan tour of duty di seluruh unit kerja yang ada di BATAN.

Dengan adanya rakor ini, komunikasi antara eselon I dan II di BATAN menjadi lebih efektif dalam melaksanakan tugas dan menyelesaikan segala persoalan yang ada di BATAN.  (Pur)