Raker

Rapat Kerja BATAN merupakan agenda tahunan yang sangat penting.

Konsinyering SIPL dengan Kemenpan

Konsinyering KemenpanRB Mengenai Aplikasi SIPL Biro Perencanaan BATAN

Slide item 3

Biro Perencanaan melakukan kegiatan Sosialisasi Laporan Kinerja Sestama/Deputi guna menghasilkan Lakin yang Berkualitas

(Jakarta, 09/03/17). Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mulai unjuk gigi dengan menghasilkan produk unggulan yang tidak hanya mengandalkan bidang pertanian dan pangan saja, tetapi  bidang lainnya, seperti kesehatan, industri, dan engineering. Hal ini disampaikan Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto, saat membuka Rapat Kerja (Raker) BATAN 2017, Kamis (09/03), di Kantor Pusat BATAN, Jakarta.

Namun menurutnya, BATAN harus terus menyosialisasikan produk unggulannya melalui kehumasan dan sosialisasi yang baik. “Karena produk yang bagus, tanpa kehumasan dan sosialisasi yang baik, informasi produk tersebut tidak akan pernah sampai ke masyarakat,” tegasnya. 

Sosialisasi Laporan Kinerja 2016

(Jakarta, 23/01/2017), Biro Perencanaan BATAN melakukan sosialisasi mengenai penyusunan Laporan Kinerja (Lakin) tingkat Eselon I & II Serta Lakin BATAN.

Sekretaris Utama (Sestama) BATAN dalam sambutannya menyampaikan bahwa untuk menghasilkan LAKIN BATAN yang lebih berkualitas maka perlu dilakukan sosialisasi mengenai petunjuk teknis penyusunan LAKIN sesuai dengan Permenpan Nomor 53 Tahun 2014, sehingga LAKIN BATAN dapat digunakan sebagai dasar informasi untuk kegiatan BATAN selanjutnya.

Pada tanggal 1-2 April 2016, BATAN bekerjasama dengan HIMPENINDO PC BATAN menyelenggarakan Workshop di IPB International Convention Center, Bogor. Peserta workshop adalah para ketua KPTF dan anggota dari semua SATKER yang ada di lingkungan BATAN dalam rangka merumuskan berbagai strategi untuk mewujudkan peningkatan kualitas SDM.

Dalam mewujudkan visi “BATAN unggul di Tingkat Regional, Berperan dalam Percepatan Kesejahteraan Menuju kemandirian Bangsa”, sebagaimana yang tertuang di dalam Renstra BATAN tahun 2015-2019, diperlukan ketersediaan SDM yang cukup dengan tingkat kemampuan profesionalisme sesuai dengan kebutuhan beban kerja. SDM adalah asset utama dari suatu organisasi dan penataannya haruslah dilakukan secara terus-menerus sesuai dengan perkembangan organisiasi untuk mencapai target yang dicanangkan. Pola regenerasi SDM BATAN yang cukup lambat, serta kurang terintegrasinya kegiatan fungsional antar Satker di BATAN, mendorong diperlukannya pemetaan kembali fungsional dan permasalahan di BATAN, agar diperoleh solusi yang baik. Oleh karena itu berbagai upaya harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan profesionalitas SDM.

(Bogor,26/02/2016). Diantara keterbatasan sumberdaya yang dimiliki kita harus melakukan terobosan yang tepat guna mewujudkan visi yang sudah ditetapkan organisasi. Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) memiliki visi “Unggul di tingkat regional berperan dalam percepatan kesejahteraan menuju kemandirian bangsa”. Untuk mewujudkan visi tersebut perlu ada keberanian yang besar dalam menetapkan fokus program kedepan dan harus meninggalkan pola-pola lama yang hanya sekedar mampu menyelesaikan kegiatan sesuai dengan rencana. Demikian beberapa hal yang ditekankan Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto pada saat memberikan arahan pada rapat kerja (Raker) BATAN yang diselenggarakan di Bogor.

(Jakarta, 05/01/2016). Hasil survei jajak pendapat yang diselenggarakan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) bekerja sama dengan lembaga independen, Sigma Research akhir Desember tahun lalu menunjukkan, 75 persen masyarakat menerima PLTN sebagai salah satu alternatif penyedia kebutuhan listrik di Indonesia. Angka tersebut naik dibandingkan hasil survei tahun sebelumnya, yaitu 72 persen. Namun hal itu tidak berpengaruh pada anggaran yang diterima BATAN tahun 2016, buktinya pada tahun 2015 BATAN menerima anggaran sebesar 856 miliar, di tahun ini justru menurun menjadi 814 miliar.

Kepala Biro Perencanaan, Budi Santoso menjelaskan, penyerapan anggaran tahun 2015 per 15 Desember 2015 mencapai 93,49 persen. BATAN juga meraih predikat sangat baik dengan nilai 70,46 atas penilaian Laporan Kinerja (LAKIN) Kementerian/Lembaga oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

“Di antara Lembaga di bawah koordinasi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, BATAN adalah Lembaga dengan penilaian tertinggi,” ungkapnya saat acara Penyerahan DIPA Tahun Anggaran 2016, di Kantor Pusat BATAN, Jakarta.