Slide item 2

Pertemuan Tingkat Menteri ke-13 FNCA (13th Ministerial Level Meeting) diselenggarakan di Hotel LeMeredien Jakarta, Indonesia pada tanggal 24 November 2012

Slide item 4

BATAN telah mendapatkan puluhan hak PATEN sebagai pengakuan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HaKI) dalam berbagai karya dan inovasi para penelitinya

Slide item 5

Dirjen IAEA, Yukiya Amano mengunjungi fasilitas laboratorium Non Destructive Investigation (NDI) PAIR - BATAN

Slide item 5

Penyimpangan? Awasi, Amati, Laporkan

Jangan tunda, Lapor jika anda mengetahui Korupsi, Gratifikasi, Fraud dan Pelanggaran Kode Etik. Laporkan ke inspektorat@batan.go.id

Slide item 6

Dengan kerja nyata, bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa maju, menjadi bangsa yang berdaulat, mandiri dan berbudaya

(Serpong, 13/4/15). Hampir sekitar 500 peneliti dan perekayasa Ilmu Pengetahuan dan Tekologi (Iptek) memadati ruang Auditorium Utama Gedung Dewan Riset Nasional (DRN), yang berlokasi di Kawasan Puspiptek Serpong. Para ilmuwan tidak hanya datang dari lembaga penelitian yang berada di Puspiptek tetapi juga dari berbagai perguruan tinggi. Ada yang tidak biasa dalam pertemuan tersebut karena Forum dihadiri oleh Presiden RI, Ir. Djoko Widodo dan beberapa menteri Kabinet Kerja.

Dalam kata sambutannya Presiden memberikan penjelasan tentang permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia sampai saat ini. Indonesia memiliki wilayah yang dua pertiganya terdiri dari lautan dan 17.000 pulau lebih, masih memiliki tantangan yang sangat berat. Rakyat Indonesia masih banyak yang tinggal di daerah terpencil yang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya mesti membayar lebih mahal dari saudara-saudara kita lainnya. Mereka masih perlu alat transportasi yang efisien yang harganya bisa terjangkau. Transportasi yang efisien akan membuat harga-harga barang bisa menjadi lebih murah, dan mereka juga bisa memasarkan hasil buminya ke daerah lain.

Sudah semestinya para peneliti mengarahkan penelitiannya untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut. Peneliti harus bisa memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi oleh rakyat. Selain transportasi, kita masih menghadapi masalah kekurangan pangan. Sebetulnya lahan-lahan kosong kita masih banyak, seperti lahan marjinal, lahan hutan dan lahan perkebunan kelapa sawit. Ada ratusan ribu hektar lahan yang bisa dimanfaatkan secara tumpang sari. Saya yakin banyak hasil penelitian yang sudah dapat dimanfaatkan untuk membantu meningkatkan pendapatan rakyat. Oleh karena itu, para peneliti jangan hanya memberikan hasil penelitiannya kepada rakyat tetapi mereka perlu didampingi agar bisa memanfaatkan hasil penelitian tersebut dengan baik dan benar.

National Innovation Forum selain dihadiri para menteri Kabinet Kerja juga dihadiri oleh Gubernur Banten dan Walikota Tangsel. Presiden pada kesempatan ini juga menjadi saksi penandatanganan kerjasama antara Lembaga Penelitian dengan kalangan industri yang secara keseluruhan berjumlah 27 MOU, yang antara lain terdiri dari kerjasama di bidang nuklir, kedirgantaraan, farmasi, cuaca, dll.

Agenda presiden lainnya adalah mengunjungi Reaktor Serbaguna GA Siwabessy. Di dalam instalasi reaktor presiden dipandu oleh Kepala BATAN, Prof. Djarot Sulistyo WB yang memberikan penjelasan tentang komponen-komponen reaktor, yang diantaranya terdiri dari kolam reaktor, elemen bakar, elemen kendali dan teras reaktor. Disampaikan pula bahwa saat dikunjungi presiden reaktor dalam kondisi operasi sehingga pada teras reaktor terlihat ada efek Cherenkov yang ditunjukkan dengan warna biru. Ditambahkan bahwa terwujudnya pembangunan reaktor ini adalah berkat kerja keras dari Presiden RI pertama Ir. Soekarno yang bisa meyakinkan Amerika dan Uni Sovyet untuk membantu Indonesia. Kemudian pada era Presiden RI Soeharto dan Menristek BJ. Habibie fasilitas reaktor dan laboratorim penunjangnya berhasil dibangun. Kepala BATAN mengharapkan agar pada era kepemimpinan Jokowi ini teknologi nuklir dapat dioptimalkan untuk pembangkit listrik. (Ekomp)

Foto lainnya: