Slide item 2

Pertemuan Tingkat Menteri ke-13 FNCA (13th Ministerial Level Meeting) diselenggarakan di Hotel LeMeredien Jakarta, Indonesia pada tanggal 24 November 2012

Slide item 4

BATAN telah mendapatkan puluhan hak PATEN sebagai pengakuan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HaKI) dalam berbagai karya dan inovasi para penelitinya

Slide item 5

Dirjen IAEA, Yukiya Amano mengunjungi fasilitas laboratorium Non Destructive Investigation (NDI) PAIR - BATAN

Slide item 5

Penyimpangan? Awasi, Amati, Laporkan

Jangan tunda, Lapor jika anda mengetahui Korupsi, Gratifikasi, Fraud dan Pelanggaran Kode Etik. Laporkan ke inspektorat@batan.go.id

Slide item 6

Dengan kerja nyata, bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa maju, menjadi bangsa yang berdaulat, mandiri dan berbudaya

(Serpong, 10/02/2021), “Masyarakat seringkali dibuat bingung oleh banyaknya hoax yang beredar mengenai vaksin, dengarkanlah informasi yang dikeluarkan hanya oleh narasumber yang kompeten,” ujar Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, SpPD, KAI, Ketua Tim Advokasi Vaksinasi dan Juru Bicara Ikatan Dokter Indonesia pada Webinar : Yuk Kenalan dengan Vaksin Covid – 19 yang diselenggarakan BATAN dalam rangka bulan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) (10/02).

“Kami sebagai petugas yang bertanggung jawab atas vaksin, berupaya untuk terus melakukan sosialisasi ke seluruh masyarakat agar mendapatkan informasi mumpuni mengenai vaksin,” kata Iris.

Saat ini vaksin yang dipilih pemerintah adalah vaksin Sinovac dengan dosis 0,5 ml IM, pemberiannya akan diberikan sebanyak 2 kali dengan jarak waktu 14 hari. Untuk lansia pemberian vaksin dengan rentang waktu 28 hari. 

“Terpenting agar masyarakat tidak perlu melihat atau pilih – pillih merek vaksin, yakin bahwa vaksin yang akan kita pakai adalah vaksin yang Aman, Suci dan Halal. Percayakan pada pemerintah, pemerintah memilihkan vaksin yang terbaik,” jelas Iris. 

Terakhir Iris berpesan agar upaya 5 M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, dan Mengurangi mobilitas) tetap harus kita jalankan, tetap ditegakan walaupun kita telah mendapatkan vaksin.

Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan pada kesempatan yang sama mengatakan bahwa dalam masa pandemi ini kita harus senantiasa waspada, disiplin dan beradaptasi salah satunya dengan membuat sistem kerja kita flexible, flexible waktu dan tempat. "Saya berharap itu tidak mengurangi produktivitas dan semangat kerja kita. Kita harus terus termotivasi untuk bekerja", ujar Anhar.

"Tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, tetap semangat untuk bekerja dimanapun berada, karena ini merupakan tanggung jawab kita, ini adalah pertanggung jawaban kita kepada masyarakat sebagai aparatur sipil negara kita tetap harus bekerja meskipun bekerja dari rumah, kita harus bekerja seperti halnya kita bekerja di kantor. Dengan demikian kesehatan tetap terjaga, kualitas dan produktivitas tidak menurun," pungkasnya. (SET)