Slide item 2

Pertemuan Tingkat Menteri ke-13 FNCA (13th Ministerial Level Meeting) diselenggarakan di Hotel LeMeredien Jakarta, Indonesia pada tanggal 24 November 2012

Slide item 4

BATAN telah mendapatkan puluhan hak PATEN sebagai pengakuan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HaKI) dalam berbagai karya dan inovasi para penelitinya

Slide item 5

Dirjen IAEA, Yukiya Amano mengunjungi fasilitas laboratorium Non Destructive Investigation (NDI) PAIR - BATAN

Slide item 5

Penyimpangan? Awasi, Amati, Laporkan

Jangan tunda, Lapor jika anda mengetahui Korupsi, Gratifikasi, Fraud dan Pelanggaran Kode Etik. Laporkan ke inspektorat@batan.go.id

Slide item 6

Dengan kerja nyata, bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa maju, menjadi bangsa yang berdaulat, mandiri dan berbudaya

(Jakarta, 25/11/2020) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) kembali meraih predikat sebagai lembaga informatif dari Komisi Informasi (KI) Pusat. Penganugerahan predikat ini disampaikan Wakil Presiden, KH. Ma’ruf Amin secara daring, Rabu (25/11).

Bagi BATAN, predikat sebagai lembaga Informatif tahun 2020 ini merupakan predikat yang ketiga kalinya yang dicapai sejak tahun 2018. Predikat ini dicapai atas keberhasilan BATAN dalam melaksanakan amanah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Ketua KI Pusat, Gede Narayana dalam laporannya menyampaikan hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan keterbukaan informasi publik di Badan Publik (BP) pada tahun 2020 menunjukkan dari 348 BP terdapat 72,99 persen atau 254 BP masih sangat rendah kepatuhan dalam melaksanakan keterbukaan informasi publik. “Sebanyak 17,53 persen (61 BP) hanya masuk kategori Cukup Informatif, 13,51 persen (47 BP) Kurang Informatif dan 41,95 persen (146 BP) Tidak Informatif,” ujar Gede.

Gede menjelaskan, pelaksanaan penilaian monitoring dan evaluasi BP tahun 2020 melibatkan delapan juri dari kalangan akademisi, peneliti, penggiat keterbukaan informasi dan media massa. Berdasarkan hasil penilaian tersebut, BP yang masuk dalam kategori Informatif hanya 17,43 persen (60 BP) dan Menuju Informatif sebanyak 9,77 persen (34 BP).

(Jakarta, 15/10/2020) Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Anhar Riza Antariksawan menerima kunjungan Duta Besar Polandia melalui daring, Kamis (15/10). Duta Besar Polandia, Beata Stoczyńska dalam kunjungan via daring bermaksud ingin mengetahui perkembangan teknologi nuklir di Indonesia khususnya di bidang energi dan menjajaki peluang kerja sama antara Polandia dan BATAN di bidang pengembangan teknologi nuklir.

Mengawali diskusinya, Anhar menjelaskan kepada Beata tentang kegiatan raung lingkup kegiatan BATAN. “Sebagai lembaga pemerintah yang mempunyai tugas melakukan penelitian, pengembangan, dan pendayagunaan iptek nuklir, BATAN mempunyai kegiatan di bidang pertanian, kesehatan, industri, dan lingkungan,” ujar Anhar.

Dijelaskan Anhar, terdapat 5 kawasan nuklir di Indonesia yakni di Kantor Pusat, Pasar Jumat, Serpong, Bandung, dan Yogyakarta. Selain itu, BATAN mengelola 3 reaktor riset yakni di Reaktor Kartini, Yogyakarta yang difungsikan sebagai sarana pelatihan, Triga 2000 di Bandung yang berfungsi memproduksi radioisotop dan memberikan layanan dengan metode analisis aktivasi neutron, serta Reaktor Serba Guna G.A. Siwabessy di Serpong yang berkapasitas 30MW.

“Selain reaktor dan beberapa laboratorium, BATAN juga memiliki fasilitas iradiator yang diberi nama Iradiator Gama Merah Putih (IGMP) yang diresmikan pada akhri 2017 oleh Wakil Presiden, Yusuf Kalla. IGMP ini dapat difungsikan sebagai fasilitas pengawetan bahan makan, obat herbal, dan sterilisasi alat kedokteran,” jelas Anhar.

(Jakarta, 24/09/2020) Indonesia dan Badan Tenaga Atom Internasional/International Atomic Energy Agency (IAEA) menandatangani dokumen Kerangka Program Negara/Country Program Framework (CPF)  periode tahun 2021-2025 di Markas Besar IAEA, Wina, Austria, Rabu (23/09). Penandatanganan ini dilakukan di sela-sela Sidang Umum/General Conference IAEA ke-64, dimana Wakil Tetap RI (Watapri) di Wina, Dubes Dr. Darmansjah Djumala bertindak sebagai Vice President Konferensi.

Penandatanganan ini dilakukan oleh Watapri, Dubes Dr. Darmansjah Djumalah dengan Deputi Direktur Jenderal IAEA Bidang Kerjasama Teknis, Dazhu Yang. Penandatanganan ini juga disaksikan secara virtual oleh Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Anhar Riza Antariksawan dan tim teknis BATAN.

Dr. Darmansjah Djumala dalam keterangan tertulisnya mengatakan, dokumen CPF merupakan dokumen rencana strategis jangka menengah yang akan dijadikan acuan dalam pelaksanaan kerjasama teknis (Technical Cooperation) pemanfaatan teknologi nuklir untuk tujuan damai. Dokumen CPF tahun 2021-205 ini mencakup 6 bidang kerjasama yakni keselamatan dan keamanan radiasi, pangan dan pertanian, kesehatan dan nutrisi, sumber daya air dan lingkungan, energi dan industri, serta pengembangan kapasitas.

(Jakarta, 01/06/2020) Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Anhar Riza Antariksawan menyampaikan ide atau gagasan munculnya dua inovasi layanan publik di hadapan para tim penilai Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) secara daring, Rabu (01/07). Kedua inovasi layanan publik BATAN yang lolos pada top 99 KIPP yakni Samarium untuk terapi paliatif kanker (SUNTIK) dan aplikasi internet reactor laboratory sebagai media pembelajaran fisika reaktor (API RELA MEMBARA).

API RELA MEMBARA merupakan inovasi layanan publik dari Pusat Sains dan Teknologi Akselerator (PSTA), sedangkan SUNTIK merupakan inovasi layanan publik dari Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR). Dalam presentasinya, Anhar mengatakan, selama ini banyak masyarakat yang masih ketakutan terhadap pemanfaatan teknologi nuklir, meskipun perkembangan teknologi nuklir saat ini sudah sangat pesat dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat.

Di sisi lain, banyak juga masyarakat Indonesia yang ingin mengetahui tentang nuklir tetapi tidak dapat berkunjung langsung ke fasilitas karena jarak tempuh yang terlalu jauh. “Kami sering menemui masyarakat khususnya dari perguruan tinggi yang ingin mempelajari tentang nuklir, tetapi terkendala keterbatasan fasilitas. Oleh karena itulah BATAN menawarkan layanan API RELA MEMBARA,” kata Anhar.

(Jakarta, 23/06/2020) Keberadaan payung hukum menjadi bagian penting dalam sebuah institusi atau lembaga pemerintah, tidak terkecuali Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Hal ini disampaikan Sekretaris Utama BATAN, Falconi Margono pada penyuluhan hukum secara online, Selasa (23/06).

Menurut Falconi, BATAN harus memperkuat instrumen hukum dalam menghadapi berbagai perkembangan yang terjadi saat ini. Terlebih lagi sejak bulan Agustus 2019 telah disahkan undang-undang nomor 11 tahun 2019 tentang sistem nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Sisnas Iptek).