Workshop Sekretaris Pimpinan

Workshop Sekretaris Pimpinan

Perubahan berkomunikasi dan peningkatan profesionalisme Sekretaris Pimpinan dalam menunjang tugas pimpinan

Penyelamatan Arsip BATAN

PENYELAMATAN ARSIP BATAN

BATAN telah menyerahkan arsip statis kepada Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI)

Capaian Opini WTP

BATAN Capai Opini WTP 6X

Selama 6 tahun sejak 2009 BATAN mendapat penghargaan WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK atas laporan pengelolaan keuangan yang telah sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku

Sertifikasi Sistem Majemen K3

Sertifikasi Sistem Manajemen K3

Biro Umum telah menerima sertifikasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Penghargaan Kinerja Terbaik Kategori Anggaran Rendah

Penghargaan Kinerja Terbaik

Dengan keterbatasan anggaran yang ada, BATAN mampu menunjukkan kinerja terbaiknya. Ini dibuktikan dengan menerima penghargaan peringkat 1 Untuk Kinerja Lembaga pada kategori pagu rendah.

(Jakarta, 18/05/2021) Memasuki hari pertama setelah libur Idulfitri 1442 H, Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Anhar RIza Antariksawan bersilaturrahmi dan halalbihalal dengan seluruh pegawai secara daring, Senin (17/05). Momentum ini selain dijadikan ajang saling minta maaf dan memaafkan, juga dimanfaatkan Anhar untuk menyampaikan informasi terkait perkembangan terkini pembentukan organisasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Anhar mengatakan, sejak masa pandemi diberlakukan di Indonesia tahun 2020 momentum perayaan hari raya tidak lagi dilaksanakan dengan berkumpul keluarga. “Kita telah kehilangan momen untuk berkumpul dengan keluarga besar di daerah lain dalam merayakan Idulfitri tahun ini, namun itu semua kita lakukan sebagai upaya bersama untuk mengakhiri pandemi covid-19,” ujar Anhar.

Meskipun demikian lanjut Anhar, dengan tidak berkumpulnya dengan sanak saudara di kampung halaman, semoga tidak mengurangi kebahagiaan dalam merayakan Idulfitri. Momen halalbihalal dijadikan sebagai ajang saling meminta dan memberikan maaf kepada sesama sekaligus introspeksi diri.

“Ketika kita saling bermaafan, di sini ada dua hal yang perlu kita ketahui yakni, ketika meminta maaf kepada teman, maka itu berarti kita menyadari keberadaan kita sebagai manusia biasa yang tak luput dari kesalahan. Dan ketika kita memberikan maaf kepada orang lain, itu berarti kita menyadari bahwa tidak ada orang yang sempurna, mereka sama dengan kita yang juga memiliki kesalahan,” tambahnya.

Di saat kita saling meminta dan memberi maaf, bararti kita sama-sama mempunyai perasaan yang sama sebagai saudara, sebagai keluarga besar yang ingin selalu bersama dan tidak ingin mengingat kembali kesalahan masing-masing selain harus saling memaafkan. Selanjutnya kita berusaha membuat hal yang lebih baik yang mempunyai motivasi dan optimisme terhadap masa depan.

Kepala BATAN Menjawab Soal Pembentukan BRIN

Momentum bertatap muka dengan seluruh pegawai BATAN ini juga dimanfaatkan Anhar untuk menjelaskan isu yang sedang marak dibahas di kalangan seluruh pegawai yakni pembentukan organisasi BRIN. Menurutnya, banyak pegawai BATAN yang menanyakan, dengan dibentuknya BRIN sesuai Peraturan Presiden Nomor 33 Tahun 2021, lalu bagaimana keberadaan BATAN?

Menjawab pertanyaan tersebut, Anhar memastikan bahwa BRIN ini dibentuk dengan tetap fokus pada kesinambungan program dan kegiatan dari seluruh Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) yang akan dikonsolidasikan. “Pimpinan BRIN dalam hal ini Kepala BRIN telah menjelaskan bahwa kesinambungan program dan kegiatan tetap menjadi fokus, hal ini menjadi penting agar tidak menjadi disruptif, artinya seluruh kegiatan yang dilakukan selama ini tetap berlanjut seperti yang ada saat ini,” jelas Anhar.

Dengan dikeluarkannya Perpres Nomor 33 Tahun 2021 (Perpres BRIN) ini, BATAN bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan Lembaga Antariksa Nasional (LAPAN) yang sebelumnya sebagai LPNK akan berubah menjadi Organisasi Pelaksana Litbangjirap (OPL). Saat ini pihak BRIN bersama keempat LPNK tersebut tengah merumuskan bentuk OPL.

Berdasarkan Perpres BRIN, OPL dipimpin oleh seorang kepala, dimana kepala ini adalah pejabat fungsional yang diberikan tugas tambahan sebagai Kepala OPL. “OPL ini diisi oleh pejabat fungsional yang dipimpin seorang kepala. Kepala OPL setara dengan pejabat eselon IA dan bertanggung jawab kepada Kepala BRIN,” tuturnya.

Sebelumnya, Kepala LPNK  sebagai Pejabat Tinggi Utama yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden, namun Kepala OPL setara Pejabat Tinggi Madya. Jadi, jelas Anhar, di dalam organisasi BRIN selain ada Kepala juga ada beberapa Deputi dan Kepala OPL.

Dengan diberlakukannya Perpres BRIN maka Perpres Nomor 46 Tahun 2013 tentang Badan Tenaga Nuklir Nasional dinyatakan tidak berlaku lagi. Perpres Nomor 46 Tahun 2013 ini merupakan wujud pelaksanaan dari Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, yang menyatakan bahwa Pemerintah membentuk Badan Pelaksana yang berada di bawah dan bertanggungjawab langsung kepada Presiden, yang bertugas melaksanakan pemanfaatan tenaga nuklir.

“Karena perpres no 46 tahun 2013 telah dicabut, tentunya harus ada yang ditunjuk sebagai Badan Pelaksana Ketenaganukliran, dan ini yang belum muncul di Prepres BRIN,” katanya.

Menurut Anhar, saat ini BRIN diberi watku selama 2 tahun untuk melakukan konsolidasi dan integrasi semua program, anggaran, dan sumber daya. Namun Kepala BRIN mempunyai target transisi tersebut dapat diselesaikan paling lambat pada akhir tahun 2021. 

Selama masa transisi, Anhar berpesan kepada seluruh pegawai BATAN untuk tetap bekerja seperti biasa sesuai target yang telah ditetapkan hingga akhir 2021. “Jadi mulai hari ini sampai Desember 2021 semua masih berjalan biasa, mohon seluruh pegawai BATAN tetap melakukan apa yang harus dilakukan sesuai perencanaan program kegiatan, tidak ada yang berubah sampai akhir 2021,” pesannya. (Pur)