Workshop Sekretaris Pimpinan

Workshop Sekretaris Pimpinan

Perubahan berkomunikasi dan peningkatan profesionalisme Sekretaris Pimpinan dalam menunjang tugas pimpinan

Penyelamatan Arsip BATAN

PENYELAMATAN ARSIP BATAN

BATAN telah menyerahkan arsip statis kepada Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI)

Capaian Opini WTP

BATAN Capai Opini WTP 6X

Selama 6 tahun sejak 2009 BATAN mendapat penghargaan WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK atas laporan pengelolaan keuangan yang telah sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku

Sertifikasi Sistem Majemen K3

Sertifikasi Sistem Manajemen K3

Biro Umum telah menerima sertifikasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Penghargaan Kinerja Terbaik Kategori Anggaran Rendah

Penghargaan Kinerja Terbaik

Dengan keterbatasan anggaran yang ada, BATAN mampu menunjukkan kinerja terbaiknya. Ini dibuktikan dengan menerima penghargaan peringkat 1 Untuk Kinerja Lembaga pada kategori pagu rendah.

(Jakarta, 20/02/2021) Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Nasional yang sekarang menjadi Batan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) periode 1984 – 1996, Djali Ahimsa tutup usia, Jumat (19/02). Sebelumnya Djali Ahimsa sempat dirawat di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) akibat sakit yang dideritanya beberapa hari terakhir.

Almarhum meninggalkan seorang istri dan empat orang anak. Semasa hidupnya, almarhum telah banyak berjasa pada perkembangan nuklir di Indonesia. Pria kelarhiran 31 Mei 1931 di Bagan-Siapiapi, Riau menapaki karirnya di BATAN diawali dengan menjadi Kepala Proyek Pembangunan Reaktor TRIGA di Bandung tahun 1960.

Kiprahnya di bidang nuklir tidak hanya di tingkat nasional, melainkan juga di tingkat internasional yakni di Badan Tenaga Atom Internasional / International Atomic Energy Agency (IAEA). Berbagai penghargaan diberikan negara kepada Almarhum diantaranya Satyalancana Pembangunan tahun 1968, Bintang Jasa Utama tahun 1993, dan Bintang Mahaputra Utama (III) tahun 1995.

Jenazah Almarhum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Sabtu (20/02). Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan bertindak sebagai inspektur pada upacara pemakaman.

Usai memimpin upacara, Anhar mengatakan, Almarhum semasa hidupnya dikenal sebagai tokoh iptek nuklir di Indonesia. "Sejak tahun 1960 beliau telah ditunjuk sebagai kepala Proyek Pembangunan reaktor nuklir pertama untuk Indonesia," ujar Anhar.

Reaktor tersebut lanjut Anhar, diresmikan oleh Presiden RI pertama, Ir. Soekarno. Pada saat peresmian tersebut, Presiden RI menyampaikan pesan kepada Almarhum.

Anhar membacakan isi pesan yang disampaikan Presiden Soekarno kepada Almarhum pada saat peresmian reaktor TRIGA. "Bismillah kerjakan terus, peliharalah terus ini atomic reaktor. Saudara Djali bukan saja isi scientific-nya yang harus engkau pelihara, tetapi segala yang berhubungan dengan itu, pelihara dan pekembangkanlah sebaik-baiknya," lanjutnya.

Sejak saat itulah, tutur Anhar, perkembangan nuklir di Indonesia berkembang pesat. Hal ini terlihat selama Almarhum menjabat sebagai Dirjen BATAN pada tahun 1984 – 1996, kawasan nuklir serpong yang merupakan kawasan penelitian nuklir terbesar di Indonesia dibangun.

Anhar berharap, dengan kepergian Djali Ahimsa untuk selamanya, para generasi muda dapat mengikuti jejaknya dalam memajukan iptek nuklir di Indonesia. "Tinta emas yang beliau torehkan selama ini bisa menjadi penyemangat bagi generasi berikutnya, dan kita selalu mengenang terus motivasi beliau untuk terus mengembangkan nuklir di Indonesia," harapnya. (Pur)