Workshop Sekretaris Pimpinan

Workshop Sekretaris Pimpinan

Perubahan berkomunikasi dan peningkatan profesionalisme Sekretaris Pimpinan dalam menunjang tugas pimpinan

Penyelamatan Arsip BATAN

PENYELAMATAN ARSIP BATAN

BATAN telah menyerahkan arsip statis kepada Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI)

Capaian Opini WTP

BATAN Capai Opini WTP 6X

Selama 6 tahun sejak 2009 BATAN mendapat penghargaan WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK atas laporan pengelolaan keuangan yang telah sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku

Sertifikasi Sistem Majemen K3

Sertifikasi Sistem Manajemen K3

Biro Umum telah menerima sertifikasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Penghargaan Kinerja Terbaik Kategori Anggaran Rendah

Penghargaan Kinerja Terbaik

Dengan keterbatasan anggaran yang ada, BATAN mampu menunjukkan kinerja terbaiknya. Ini dibuktikan dengan menerima penghargaan peringkat 1 Untuk Kinerja Lembaga pada kategori pagu rendah.

(Jakarta, 17/12/2020) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) untuk ke – 9 kalinya menyerahkan arsip statis ke Arsip Nasional (ANRI) Republik Indonesia. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Penyerahan Arsip Statis BATAN oleh Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan dan Plt. Kepala ANRI, M. Taufik, yang disampaikan pada Webinar Kearsipan melalui konferensi video Zoom, Kamis (17/12).

Pada penyerahan arsip kali ini, sebanyak 3 boks yang terdiri dari 22 nomor, 16 jilid, dan 8 berkas diserahkan ke ANRI. Arsip statis tersebut berasal dari Pusat Sains dan Teknologi Nuklir Terapan (PSTNT) dan Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir (PRFN) BATAN, yang merupakan arsip sejak tahun 1966 hingga 2012.

Tercatat, salah satu arsip yang diserahkan adalah Pengukuran Reaktivitas Batang Pengontrol Reaktor Triga Mark II dengan Cara “Rod Drop”, yang merupakan arsip pada tahun 1966. Penyerahan arsip statis ini merupakan komitmen BATAN untuk melestarikan arsip sebagai warisan intelektual untuk generasi mendatang.

Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan mengatakan, pengelolaan arsip sangat penting bagi lembaga pemerintah khususnya BATAN yang melaksanakan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan iptek nuklir. Menurutnya, perkembangan iptek nuklir tak kepas dari bagaimana generasi saat ini dapat belajar dari pengalaman masa lalu.

“Kearsipan itu menjadi sangat penting, apalagi di bidang iptek nuklir. Kita harus bisa mengambil hikmah dari apa yg terjadi di masa lampau atau lesson learned. Perkembangan teknologi dan keselamatan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) saja misalnya, saat ini lebih baik karena kita belajar dari pengalaman yang terjadi dan beberapa kecelakaan PLTN di dunia pada masa lampau, sehingga saat ini dan kedepan dapat lebih baik lagi,“ ucap Anhar.

Anhar mengajak seluruh pegawai BATAN untuk sadar dan tertib arsip untuk medukung pelaksanaan reformasi birokrasi serta mendukung pemerintahan yang akuntabel dan transparan. Komitmen gerakan sadar arsip ini ditandai dengan penandatanganan Deklarasi Komitmen Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip (GNSTA) di lingkungan BATAN oleh Kepala BATAN, para Pimpinan Tinggi Madya, dan Para Pimpinan Tinggi Pratama BATAN.

Berikut isi deklarasi komitmen tersebut:

Kami Aparatur Sipil Negara BATAN berkomitmen “Siap Mengelola Arsip sesuai Perundang-Undangan yang Berlaku” melalui Pembenahan di Semua Aspek, yaitu: Aspek Kebijakan, Aspek Organisasi, Aspek Sumber Daya Manusia, Aspek Sarana dan Prasarana, Aspek Pengelolaan Arsip, dan Aspek Pendanaan.

Plt. Deputi Bidang Konservasi Arsip ANRI, Multi Siswati mewakili ANRI mengucapkan terima kasih kepada BATAN yang telah rutin mengirimkan arsip statisnya ke ANRI. “Arsip-arsip tesebut merupakan memori bagi kita dan merupakan sejarah bangsa yang dapat dijadikan pelajaran berharga bagi generasi mendatang. BATAN juga telah memenuhi kewajiban sesuai UU No. 43 tahun 2009 bahwa lembaga negara wajib menyerahkan arsip statis ke ANRI,” tuturnya.

Perlunya TIK dalam Penyelenggaraan Arsip

Direktur Akuisisi ANRI, Rudi Anton mengatakan, gerakan pencanangan GNSTA tidak hanya sebuah momentum saja, tetapi bagaimana menerapkan sadar arsip tersebut kepada seluruh pegawai. Setiap kegiatan lembaga negara dan menggunakan sumber dana negara dinyatakan sebagai arsip milik negara.

“Tentu orang tidak mau kalau miliknya hilang, ditelantarkan, apalagi arsip ini milik negara. Tidak boleh arsip terbawa atau dibawa pulang apalagi sampai menyatakan bahwa ‘arsip itu milik saya’,” ucap Rudi.

Menurutnya, penyusutan arsip secara sistemik dan terkendali perlu dilakukan melalui pemindahan arsip, pemusnahan arsip, dan penyerahan arsip statis.

Karena itu, lanjut Anton, perlu langkah-langkah untuk mengimplementasikan gerakan sadar tertib arsip.

Menurutnya, pimpinan perlu menetapkan pengorganisasian dan pengelolaan arsip di BATAN, yang terdiri dari Record Centre atau Pusat Arsip di Biro Umum dan Central File di masing-masing unit kerja yang dikelola oleh SDM Arsiparis.

Selanjutnya, arsip hanya boleh disimpan oleh Central File. “Jangan ada lagi arsip berserakan dimana-mana. Semua arsip tersimpan di Central File, berkas kerja yang ada di masing-masing pegawai hanya yang dikerjakan hari ini,” tuturnya.

Karena itu menurutnya, perlunya memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) agar penyelenggaraan arsip dapat tertelusur, dan perlunya sinkronisasi antara TIK di BATAN dan ANRI.

“Pemanfaatan TIK ini dapat memudahkan kita dalam mengelola arsip agar terjaga keamanan dan keselamatannya. Hal ini juga mendukung keterbukaan informasi publik. Tidak ada lagi informasi yang ditutup-tutupi, kecuali informasi yang dikecualikan yang memang tidak boleh dibuka untuk masyarakat,” tuturnya (tnt).