Workshop Sekretaris Pimpinan

Workshop Sekretaris Pimpinan

Perubahan berkomunikasi dan peningkatan profesionalisme Sekretaris Pimpinan dalam menunjang tugas pimpinan

Penyelamatan Arsip BATAN

PENYELAMATAN ARSIP BATAN

BATAN telah menyerahkan arsip statis kepada Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI)

Capaian Opini WTP

BATAN Capai Opini WTP 6X

Selama 6 tahun sejak 2009 BATAN mendapat penghargaan WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK atas laporan pengelolaan keuangan yang telah sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku

Sertifikasi Sistem Majemen K3

Sertifikasi Sistem Manajemen K3

Biro Umum telah menerima sertifikasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Penghargaan Kinerja Terbaik Kategori Anggaran Rendah

Penghargaan Kinerja Terbaik

Dengan keterbatasan anggaran yang ada, BATAN mampu menunjukkan kinerja terbaiknya. Ini dibuktikan dengan menerima penghargaan peringkat 1 Untuk Kinerja Lembaga pada kategori pagu rendah.

(Jakarta, 26/10/2020) Tuntutan melaksanakan reformasi birokrasi di setiap badan publik dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih menjadi sebuah kewajiban. Tata kelola kearsipan yang baik merupakan salah satu upaya mewujudkan pelaksanaan reformasi birokrasi di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).

Hal ini disampaikan Kepala Biro Umum, Widiyanta pada laporan penyelenggaraan webinar kearsipan yang mengusung tema Tertib Arsip dalam Mendukung Akuntabilitas dan Reformasi Birokrasi di BATAN, Senin (26/10). Melalui kegiatan webinar kearsipan ini, mendorong BATAN untuk terus melaksanakan gerakan nasional sadar arsip.

“Gerakan nasional sadar arsip di BATAN bertujuan untuk penyelamatan, pelestarian, dan tertib dalam penyelenggaraan kearsipan BATAN untuk akuntabilitas kinerja dan reformasi birokrasi,” ujar Widiyanta.

Upaya mewujudkan sadar arsip di BATAN dilakukan melalui gerakan 6T yakni tertib dalam melaksanakan kebijakan kearsipan, tertib dalam pembentukan organisasi kearsipan yang efisien dan efektif, tertib dalam pengelolaan SDM kearsipan, tertib pengelolaan sarana dan prasarana, tertib dalam pengelolaan kearsipan yang komprehensif dan terpadu, dan tertib dalam penyediaan anggaran kearsipan.

Melalui webinar ini, Widiyanta berharap seluruh peserta menjadi paham dan mengerti tentang pentingnya penyelenggaraan tata kelola kearsipan dan tertib arsip dalam mendukung akuntabilitas dan reformasi birokrasi di BATAN. “Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada webinar ini saja, tapi yang penting adalah implementasinya,” harap Widiyanta.

Plt. Sekretaris Utama, Falconi Margono mengatakan, sebagai lembaga penelitian, keberadaan arsip di BATAN menjadi hal yang sangat penting. Melalui keberadaan arsip itulah BATAN dapat mengetahui rekam jejak seluruh kegiatan penelitiannya sejak awal hingga sekarang.

“Keberadaan arsip dapat kita rekam jejak kegiatan atau peristiwa atau kita jadikan sebagai titik nol atau pondasi kita untuk mencapai kinerja yang lebih baik lagi,” ungkap Falconi.

Karena itulah, menurut Falconi, pengelolaan arsip di BATAN harus dilakukan dengan sebaik mungkin sebagai tolak ukur kinerja dan pelaksanaan reformasi birokrasi di BATAN. Namun demikian dalam kegiatan tata kelola kearsipan, yang terpenting adalah bagaimana mendapatkan dan mengumpulkan arsip yang ada dan dikelola yang baik.

“Untuk mencapai kinerja yang baik, maka kita harus mempunyai arsip yang baik. Dengan arsip yang baik tersebut, kita dapat mengukur sejauh mana kinerja yang kita capai,” tambah Falconi.

Deputi Pembinaan, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Sumrahyadi dalam penyampaian materinya mengatakan, agar arsip di sebuah badan publik dapat dijadikan sebagai ukuran akuntabilitas kinerja dan pelaksanaan reformasi birokrasi maka diperlukan SDM kearsipan yang kompeten dan profesional. SDM kearsipan terdiri dari pimpnan unit kerja dan lembaga kearsipan, para arsiparis, dan pejabat fungsional umum pengelola kearsipan.

Dengan SDM yang kompeten dan profesional maka penyelenggaraan tata kelola kearsipan diharapkan dapat meningkatkan kinerja serta reformasi birokrasi di BATAN dapat berjalan dengan baik. “Semua kegiatan yang dilakukan BATAN dapat dituangkan dalam sebuah file atau arsip, dan arsip yang dihasilkan itulah yang nantinya akan diaudit baik internal maupun eksternal, sehingga semua kegiatan itu menjadi bukti akuntabilitas kinerja,” kata Sumrahyadi.

Oleh karena itulah, tambah Sumrahyadi, pentingnya mengelola arsip baik berupa dokumen kertas, foto, atau dalam bentuk lainnya.

Hal senada dikatakan Direktur Kearsipan Pusat, ANRI, Azmi, dalam setiap kegiatan manajemen di sebuah organisasi mulai dari perencanaan, pelaksanaan, monev, dan pelaporan, di dalamnya terdapat kegiatan kerasipan. Tata kelola kearsipan yang baik akan berdampak pada peningkatan kinerja dan pelaksanaan reformasi birokrasi di BATAN. (Pur)