Workshop Sekretaris Pimpinan

Workshop Sekretaris Pimpinan

Perubahan berkomunikasi dan peningkatan profesionalisme Sekretaris Pimpinan dalam menunjang tugas pimpinan

Penyelamatan Arsip BATAN

PENYELAMATAN ARSIP BATAN

BATAN telah menyerahkan arsip statis kepada Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI)

Capaian Opini WTP

BATAN Capai Opini WTP 6X

Selama 6 tahun sejak 2009 BATAN mendapat penghargaan WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK atas laporan pengelolaan keuangan yang telah sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku

(Bogor, 29 April 2016). Bertempat di Seameo BIOTROP Bogor tanggal 29-30 April 2016, Biro Umum menyelenggarakan Workshop Sekretaris Pimpinan BATAN Tahun 2016. Workshop ini merupakan implementasi Reformasi Birokrasi di BATAN dengan mengambil tema  “Peran Sekretaris Dalam Mendukung BATAN Bergegas Mencapai Visi Melalui Kerja Efektif dan Efisien”. Peserta Worshop adalah para Sekretaris Pimpinan Eselon I dan II seluruh unit kerja di BATAN dan beberapa Sekretaris Pimpinan Eselon III, dengan jumlah peserta sebanyak 28 orang.

(Jakarta, 13/04/16). Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) sebagai lembaga pemerintah yang bergerak di bidang penelitian, pengembangan dan pemanfaatan  ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir sangat memberi perhatian dalam pengelolaan kerasipan. Hal ini ditandai dengan digelarnya Apresiasi Kearsipan Tahun 2016 untuk Pejabat Fungsional Penelti Utama, yang mengangkat tema “Implementasi Pasal 33 UU. No. 43 Tahun 2009 sebagai Wujud Pertanggungjawaban Peneliti kepada Bangsa dan Negara”, di Kantor Pusat BATAN.

Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto menekankan, pentingnya kepedulian peneliti utama bahwa arsip itu sangat penting, terlebih kegiatan penelitian dibiayai oleh negara. Hasil penelitian yang termasuk aset tak berwujud, seperti makalah, dokumen atau laporan teknis tidak hanya dilihat dari berapa biaya yang dikeluarkan untuk membiayai kegiatan peneltian tersebut, namun juga berapa nilai atau harga dari hasil peneltian itu.

“Ketika hasil penelitian itu sudah jadi, baik berupa makalah atau dokumen teknis, kita harus bisa mengatakan ini (penelitian) dihargai segini, lho,” ujarnya.

(Jakarta, 31/03/2016) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melantik 12 pejabat baru yang terdiri dari 1 orang pejabat eselon II, 4 orang pejabat eselon III dan 7 orang pejabat eselon IV, Kamis (31/03). Upacara pelantikan dipimpin oleh kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Djarot Sulistio Wisnubroto di Kantor Pusat BATAN, Mampang Prapatan dan dihadiri oleh para eselon I dan II di lingkungan BATAN.

Dalam sambutannya Djarot mengingatkan bahwa jabatan itu adalah sebuah amanah yang bersifat sementara dan diharapkan kepada pejabat yang baru dilantik untuk dapat segera “berlari cepat” dalam melaksanakan pekerjaan di posisi barunya. Selain itu Djarot juga menekankan kepada semua karyawan untuk menghilangkan kebiasaan menunda-nunda pekerjaan dan jangan terjebak pada keragu raguan dalam melaksanakan pekerjaan yang berujung kepada “mencari aman”, takut untuk mencapai target yang lebih tinggi lagi.

(Jakarta, 29/02/2016). 13 Pejabat Eselon III dan IV di lingkungan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) resmi dilantik oleh Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto di Kantor Pusat BATAN, Jakarta. Ketiga belas pejabat tersebut sebagian merupakan promosi dan sebagian lagi merupakan rotasi di unit kerjanya.

Djarot dalam arahannya mengakui, bahwa BATAN adalah organisasi yang belum sempurna, dan menjadi tugas bagi seluruh pegawai untuk melakukan perubahan. Perubahan yang lebih baik menurutnya, adalah terletak pada sistem yang baik, bukan bergantung pada individu.

“Kalau kita tidak menjabat lagi, kemudian sistemnya berubah, berarti kita menggantungkan sistem pada individu,” tandasnya.

(Cipanas, 19-20/02/2016) Sebagai persiapan penyusunan Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga (LKKL) Tahun 2015, BATAN (Biro Umum) menyelenggarakan Rekonsiliasi Internal seluruh Satker  di lingkungan BATAN pada tanggal 19-20 Januari 2016 di Cipanas yang dibuka oleh Sestama BATAN, Ir. Falconi Margono S.

BATAN telah menyusun Pseudo Laporan Keuangan yang merupakan laporan keuangan bayangan yang disusun sebelum penyusunan LKKL Tahun 2015, dengan tujuan agar diperoleh gambaran permasalahan/kendala yang timbul dalam penyusunan laporan keuangan berbasis akrual Tahun 2015. (Karena ini adalah tahun pertama penyusunan laporan keuangan berbasis akrual, dimana sebelumnya atau sampai dengan Tahun 2014 laporan keuangan disusun berdasarkan cash toward akrual/basis kas menuju akrual).