HUT RI tahun 2020
Corona-19
SDM Nuklir
SDM Nuklir BATAN
Tomo Graphy
korupsi
kedelai
Radiofarmaka
Anti Narkoba 1
Anti Narkoba 2

(Jakarta, 15/10/2020) Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Anhar Riza Antariksawan menerima kunjungan Duta Besar Polandia melalui daring, Kamis (15/10). Duta Besar Polandia, Beata Stoczyńska dalam kunjungan via daring bermaksud ingin mengetahui perkembangan teknologi nuklir di Indonesia khususnya di bidang energi dan menjajaki peluang kerja sama antara Polandia dan BATAN di bidang pengembangan teknologi nuklir.

Mengawali diskusinya, Anhar menjelaskan kepada Beata tentang kegiatan raung lingkup kegiatan BATAN. “Sebagai lembaga pemerintah yang mempunyai tugas melakukan penelitian, pengembangan, dan pendayagunaan iptek nuklir, BATAN mempunyai kegiatan di bidang pertanian, kesehatan, industri, dan lingkungan,” ujar Anhar.

Dijelaskan Anhar, terdapat 5 kawasan nuklir di Indonesia yakni di Kantor Pusat, Pasar Jumat, Serpong, Bandung, dan Yogyakarta. Selain itu, BATAN mengelola 3 reaktor riset yakni di Reaktor Kartini, Yogyakarta yang difungsikan sebagai sarana pelatihan, Triga 2000 di Bandung yang berfungsi memproduksi radioisotop dan memberikan layanan dengan metode analisis aktivasi neutron, serta Reaktor Serba Guna G.A. Siwabessy di Serpong yang berkapasitas 30MW.

“Selain reaktor dan beberapa laboratorium, BATAN juga memiliki fasilitas iradiator yang diberi nama Iradiator Gama Merah Putih (IGMP) yang diresmikan pada akhri 2017 oleh Wakil Presiden, Yusuf Kalla. IGMP ini dapat difungsikan sebagai fasilitas pengawetan bahan makan, obat herbal, dan sterilisasi alat kedokteran,” jelas Anhar.

(Jakarta, 30/09/2020), “Strategi melakukan pencadangan arsip kedalam bentuk digital adalah upaya batan untuk mengabadikan arsip, walaupun penyimpanan arsip dalam bentuk digital juga memiliki tantangan peretasan namun hal ini dapat membantu kita untuk mengurangi kelebihan kapasitas di gedung penyimpanan arsip,” ujar Anhar Riza Antariksawan, Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), ketika memberikan sambutan pada pembukaan Webinar Kearsipan BATAN yang diselenggarakan oleh Biro Umum BATAN.

(Jakarta, 24/09/2020) Indonesia dan Badan Tenaga Atom Internasional/International Atomic Energy Agency (IAEA) menandatangani dokumen Kerangka Program Negara/Country Program Framework (CPF)  periode tahun 2021-2025 di Markas Besar IAEA, Wina, Austria, Rabu (23/09). Penandatanganan ini dilakukan di sela-sela Sidang Umum/General Conference IAEA ke-64, dimana Wakil Tetap RI (Watapri) di Wina, Dubes Dr. Darmansjah Djumala bertindak sebagai Vice President Konferensi.

Penandatanganan ini dilakukan oleh Watapri, Dubes Dr. Darmansjah Djumalah dengan Deputi Direktur Jenderal IAEA Bidang Kerjasama Teknis, Dazhu Yang. Penandatanganan ini juga disaksikan secara virtual oleh Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Anhar Riza Antariksawan dan tim teknis BATAN.

Dr. Darmansjah Djumala dalam keterangan tertulisnya mengatakan, dokumen CPF merupakan dokumen rencana strategis jangka menengah yang akan dijadikan acuan dalam pelaksanaan kerjasama teknis (Technical Cooperation) pemanfaatan teknologi nuklir untuk tujuan damai. Dokumen CPF tahun 2021-205 ini mencakup 6 bidang kerjasama yakni keselamatan dan keamanan radiasi, pangan dan pertanian, kesehatan dan nutrisi, sumber daya air dan lingkungan, energi dan industri, serta pengembangan kapasitas.

(Serpong, 22/09/2020). Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melantik 210 orang pejabat fungsional, dimana 148 orang diantaranya adalah pejabat fungsional dari proses penyetaraan pejabat struktural  Eselon 3 (Administrator) dan Eselon 4 (Pengawas). Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan menyampaikan bahwa pelantikan kali ini merupakan momentum penting bagi BATAN dalam menjalankan program pemerintah untuk melakukan perampingan birokrasi.

“Ini adalah titik baru bagi organisasi BATAN, dimana kita telah menjalankan program pemerintah, yaitu penghilangan jabatan Administrator dan Pengawas, Eselon 3 dan Eselon 4,” kata Anhar dalam sambutan Upacara Pelantikan Jabatan Fungsional, yang dilaksnakan di Auditorium Gd. 71 Kawasan Nuklir Serpong, Tangerang Selatan dan diikuti pula secara daring melalui konferensi video Zoom, Selasa (22/09).

Menurut Anhar, saat ini BATAN memasuki tantangan baru yaitu bagaimana pengurangan jabatan struktural Eselon 3 dan Eselon 4 bisa tetap menjaga kinerja organisasi seperti sebelumnya. “Bahkan diharapkan justru akan menjadi lebih baik, karena rantai birokrasi akan lebih sederhana,” ucapnya. “Dan ini yang sebetulnya diinginkan dari program pemerintah ini,” lanjut Anhar.

(Jakarta, 03/09/2020). Setelah sempat tertunda akibat pandemi Corona Virus Disease (COVID-19), kini para pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Formasi Tahun 2019 dapat mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) menggunakan Computer Assisted Test  (CAT), yang diselenggarakan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Tes berlangsung di BKN Pusat dan Kantor Regional/UPT BKN dengan menerapkan protokol kesehatan.

Koordinator Perencanaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia BATAN, Sony Emanuel, mengatakan, adanya pandemi COVID-19 membawa perubahan dalam seleksi penerimaan CPNS Formasi Tahun 2019.

“Penerimaan CPNS 2018 sebelum ada pandemi dulu, pada saat SKB dipusatkan  di BKN Pusat, Cililitan, Jakarta Timur, dan wawancara dilaksanakan di Kawasan Nuklir Pasar Jumat, Jakarta. Sedangkan penerimaan CPNS 2019, setiap peserta tes boleh memilih lokasi SKB di Kantor Regional atau UPT BKN di seluruh Indonesia di 34 titik lokasi,” jelas Sony.