HUT RI tahun 2020
Corona-19
SDM Nuklir
SDM Nuklir BATAN
Tomo Graphy
korupsi
kedelai
Radiofarmaka
Anti Narkoba 1
Anti Narkoba 2

(Jakarta, 11/08/). Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melantik 20 pejabat fungsional, baik yang kenaikan jabatan, pengangkatan pertama, maupun penyetaraan jabatan dari struktural ke fungsional. Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan berharap, para pejabat fungsional bisa berkolaborasi dengan berbagai macam jabatan yang diemban, baik berkolaborasi di internal mapun eksternal BATAN.

“Kita harus bekerjasama, berkolaborasi. Semua dari kita dapat berkontribusi apapun jabatan fungsional kita,” ucap Anhar dalam sambutan Upacara Pelantikan Jabatan Fungsional, yang digelar secara luring di Kantor Pusat BATAN maupun daring melalui konferensi video Zoom, Selasa (11/08).

(Jakarta, 01/06/2020) Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Anhar Riza Antariksawan menyampaikan ide atau gagasan munculnya dua inovasi layanan publik di hadapan para tim penilai Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) secara daring, Rabu (01/07). Kedua inovasi layanan publik BATAN yang lolos pada top 99 KIPP yakni Samarium untuk terapi paliatif kanker (SUNTIK) dan aplikasi internet reactor laboratory sebagai media pembelajaran fisika reaktor (API RELA MEMBARA).

API RELA MEMBARA merupakan inovasi layanan publik dari Pusat Sains dan Teknologi Akselerator (PSTA), sedangkan SUNTIK merupakan inovasi layanan publik dari Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR). Dalam presentasinya, Anhar mengatakan, selama ini banyak masyarakat yang masih ketakutan terhadap pemanfaatan teknologi nuklir, meskipun perkembangan teknologi nuklir saat ini sudah sangat pesat dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat.

Di sisi lain, banyak juga masyarakat Indonesia yang ingin mengetahui tentang nuklir tetapi tidak dapat berkunjung langsung ke fasilitas karena jarak tempuh yang terlalu jauh. “Kami sering menemui masyarakat khususnya dari perguruan tinggi yang ingin mempelajari tentang nuklir, tetapi terkendala keterbatasan fasilitas. Oleh karena itulah BATAN menawarkan layanan API RELA MEMBARA,” kata Anhar.

(Jakarta, 23/06/2020) Keberadaan payung hukum menjadi bagian penting dalam sebuah institusi atau lembaga pemerintah, tidak terkecuali Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Hal ini disampaikan Sekretaris Utama BATAN, Falconi Margono pada penyuluhan hukum secara online, Selasa (23/06).

Menurut Falconi, BATAN harus memperkuat instrumen hukum dalam menghadapi berbagai perkembangan yang terjadi saat ini. Terlebih lagi sejak bulan Agustus 2019 telah disahkan undang-undang nomor 11 tahun 2019 tentang sistem nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Sisnas Iptek).

(Serpong, 04/06/2020) Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Anhar Riza Antariksawan kembali melantik empat pegawainya sebagai pejabat fungsional, di tengah pandemi covid-19, di Kawasan Nuklir Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (04/06).  Keempat pejabat fungsional yang dilantik terdiri dari dua orang pejabat fungsional peneliti, satu orang pejabat arsiparis dan satu orang pejabat pranata nuklir.  

(Jakarta, 12/05/2020) Paket perdana bantuan Badan Tenaga Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) berupa peralatan pendeteksi virus dengan teknik data seketika (real time) RT-PCR (Reverse Transcription–Polymerase Chain Reaction), telah tiba di Indonesia, Senin (11/05). RT-PCR digunakan untuk uji swab pada pasien yang diduga terinfeksi Covid-19 dan dapat memberikan hasil yang presisi untuk pencegahan penyebaran penyakit.

Atase Ilmu Pengetahuan Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) Wina, Dimas Irawan menjelaskan, bantuan peralatan RT-PCR beserta kelengkapannya ini dikirim secara bertahap menjadi enam paket pengiriman. Selama ini, IAEA memberikan bantuan pemanfaatan alat RT-PCR kepada negara anggotanya yang terjangkit wabah virus Ebola, Zika, MERS, dan sekarang digunakan untuk Covid-19.

“Hibah ini sendiri dalam bentuk peralatan RT-PCR yang kita banyak kenal untuk deteksi virus Corona (selain Ebola) yang selama ini digunakan IAEA membantu negara anggota yang terkena wabah Ebola, Zika, MERS dan sekarang Covid-19,” jelas Dimas.