Menpan
Menpan PRSG
PZI Zona Integritas
Bebas Korupsi
Maklumat PRSG
Teras Reaktor

Maklumat Pelayanan PRSG

IKM 2019 : 3,59

IKM / Oktober 2020 : 3,57

IPAK 2019 : 13,68

IPAK / Oktober 2020 : 13,92

Jumlah Laporan Pengaduan 2019 : 0

Jumlah Laporan Pengaduan / Oktober 2020 : 25

--------------------------------------------------------------

IKM : Indeks Kepuasan Masyarakat

IPAK: Indeks Presepsi Anti Korupsi

RSG

Reaktor Serba Guna G.A. Siwabessy

Reaktor riset terbesar di Asia Tenggara ini merupakan salah satu kekayaan milik Indonesia yang memiliki peranan penting dalam memastikan ketersediaan readioisotop dan radiofarmaka di dunia khususnya Indonesia. Salah satu pemanfaatan lain yang dapat dihasilkan oleh reaktor ini adalah untuk pewarnaan batu topaz yang biasa dimanfaatkan untuk batu permata, warna andalan yang dihasilkan umumnya adalah swiss blue dan london blue.

RKU

Ruang Kendali Utama PRSG

RKU merupakan tempat untuk mengendalikan pengoperasian reaktor dan sistem pendukung reaktor lainnya. Didalam ruangan ini hasrus selalu dijaga oleh operator dan atau supervisor selama 24 / 7 hari, hal ini dilakukan untuk menjaga keselamatan dari sistem reaktor maupun sistem pendukung reaktor. Keselamatan reaktor sangatlah diutamakan bagi kami baik dalam keadaan reaktor sedang beroperasi maupun sedang shutdown. Safety adalah komitmen yang menjadi pondasi kinerja kami, sehingga dapat meyakinkan keselamatan lingkungan tetap bersih dari pencemaran udara, air, dll

Detector

Detektor Paparan Radiasi yang terpasang di dinding reaktor bagian dalam

Selamat Datang di Layanan Iradiasi Neutron

Layanan Jasa Iradiasi Neutron di reaktor RSG-GAS digunakan untuk produksi radioisotop untuk medis seperti Mo-99, I-125, I-131, dsb, dan untuk membuat sumber iradiasi untuk industri (misal : Co-60, Ir-192), tracer C-14, P-32, dan Zn-64. Target Mo-99 (Fision Product Molibdenum/FPM) diiradiasi di dalam tabung Stainless Steel 304 diameter 28 mm dan panjang 460 mm, pada bagian atas dipasang plug Swagelock dan dilas heliarc. Mutu pengelasan dibuktikan dengan radiografi dan uji kebocoran. Uranium-235 dengan pengkayaan ±19,75% dilapiskan pada sisi dalam kapsul sepanjang 40,6 cm dalam bentuk lapisan film UO2. Tebal film secara praktis 4,66 mg U-235 per cm2, deposit total 1,5 gram U-235. Jumlah total Uranium dalam kapsul diperiksa dua kali, pertama penimbangan sebelum dan sesudah pelapisan, dan kedua dengan counting gamma setelah pelapisan. Permukaan sisi luar diperiksa dengan counter alpha. Iradiasi target FPM dilaksanakan kira-kira 5 hari, dan dibangkitkan sampai 100 Ci.

Bagi perusahaan pengguna layanan jasa iradiasi neutron terlebih dahulu harus mempunyai izin pengelolaan bahan radioaktif dari BAPETEN.

Untuk target fisil harus disertai dengan sertifikat Hasil Uji Kapsul Target. Limbah yang dihasilkan dari pemanfaatan sumber radioaktif di PRSG menjadi tanggung jawab pengguna.

Bahan yang akan diiradiasi di RSG-GAS harus dilakukan analisis keselamatan terhadap teras reaktor. Analisa diberikan dalam bentuk dokumen Laporan Analisis Keselamatan (LAK) target yang harus mendapat review dari Panitia Keselamatan Reaktor Serba Guna (PKRSG) dan mendapat persetujuan dari BAPETEN sebelum digunakan.

Analisis keselamatan yang dilakukan meliputi:

  • identifikasi dan pemilihan potensi bahaya;
  • evaluasi dampak radiologi dan/atau nonradiologi ;
  • analisis dampak yang timbul pasca utilisasi pada struktur, sistem dan komponen yang tidak diutilisasi;
  • upaya untuk mengatasi potensi bahaya akibat utilisasi; dan
  • upaya untuk memitigasi dampak radiologi dan nonradiologi.

Analisis keselamatan yang dilakukan harus mempertimbangkan:

  • kegagalan komponen teras;
  • kegagalan sistem pendingin;
  • kegagalan penyungkup;
  • kegagalan sistem catu daya listrik;
  • kegagalan sistem instrumentasi;
  • kegagalan komponen lainnya; dan
  • kesalahan manusia pada saat pelaksanaan utilisasi.

Bahan yang tidak diijinkan untuk eksperimen di RSG-GAS

  • Bahan eksplosif
  • Bahan korosif
  • Bahan beracun
  • Gas H2
  • Asam kuat

CIP

IP

P

H

S1

S2

S3

S4

S5

S6

NTD

:

:

:

:

:

:

:

:

:

:

:

Central Iradiation Position

Iradiation Position

Pneumatik Rabbit System

Hidraulic Rabbit System

Beam Tube S1

Beam Tube S2

Beam Tube S3

Beam Tube S4

Beam Tube S5

Beam Tube S6

Neutron Transmutasion Dopping

Layanan Jasa Iradiasi Neutron

Layanan Jasa Iradiasi Neutron di reaktor RSG-GAS digunakan untuk produksi radioisotop untuk medis seperti Mo-99, I-125, I-131, dsb, dan untuk membuat sumber iradiasi untuk industri (misal : Co-60, Ir-192), tracer C-14, P-32, dan Zn-64. Target Mo-99 (Fision Product Molibdenum/FPM) diiradiasi di dalam tabung Stainless Steel 304 diameter 28 mm dan panjang 460 mm, pada bagian atas dipasang plug Swagelock dan dilas heliarc. Mutu pengelasan dibuktikan dengan radiografi dan uji kebocoran. Uranium-235 dengan pengkayaan ±19,75% dilapiskan pada sisi dalam kapsul sepanjang 40,6 cm dalam bentuk lapisan film UO2. Tebal film secara praktis 4,66 mg U-235 per cm2, deposit total 1,5 gram U-235. Jumlah total Uranium dalam kapsul diperiksa dua kali, pertama penimbangan sebelum dan sesudah pelapisan, dan kedua dengan counting gamma setelah pelapisan. Permukaan sisi luar diperiksa dengan counter alpha. Iradiasi target FPM dilaksanakan kira-kira 5 hari, dan dibangkitkan sampai 100 Ci.

Secara umum, ukuran target yang dapat diiradiasi di dalam teras reaktor diberikan pada gambar berikut :

Gambar Kapsul Iradiasi Kedap Air di teras reaktor

Gambar Kapsul Iradiasi Dengan Pendingin Air di teras reaktor

Posisi Pusat Teras/Central Iradiation Position (CIP)

Sampel diletakkan dalam kapsul iradiasi dikirim ke dan dari posisi iradiasi secara manual dengan handling tool khusus. Spesifikasi operasi kapsul di CIP adalah :

  • Reaktivitas: maks 0,5% /sampel
  • Diameter kapsul: 31,75 – 50 mm tergantung pengarahnya
  • Panjang kapsul: 482,6 - 600 mm tergantung pengarahnya

Posisi Dalam Teras/Iradiation Position (IP)

Sampel diletakkan dalam kapsul iradiasi dikirim ke dan dari posisi iradiasi secara manual dengan handling tool khusus. Spesifikasi operasi kapsul di CIP adalah :

  • Reaktivitas: maks 0,5% /sampel
  • Diameter kapsul: 31,75 – 50 mm tergantung pengarahnya
  • Panjang kapsul: 482,6 - 600 mm tergantung pengarahnya

Jasa Iradiasi Dengan Beam Tube

Aliran pendingin dari sistem tabung berkas neutron: 1-2 m3/jam. Tekanan pendingin dari sistem tabung berkas: 3,5 bar.

Jasa Iradiasi Dengan Rabbit System (RS)

Rabbit System mempunyai 2 tipe, yaitu RS Hidrolik dan RS Pneumatik. Pada RS Hidrolik, kapsul dikirim dan didinginkan oleh air, sedang pada RS Penumatik, kapsul dikirim dan didinginkan dengan gas N2.

-Rabbit System Hidrolik

Fasilitas Rabbit System Hidrolik digunakan untuk iradiasi sampel yang relatif berat dan panas tinggi. Kecepatan pengiriman kapsulnya 0,6 m/detik. Jenis kapsul Rabbit System Hidrolik ada 2 macam, yaitu kapsul dengan bahan Aluminium dan kapsul dengan bahan Polyethylene. Ukuran kapsulnya: diameter 33 mm, panjang 96 mm. Berat maksimal tiap kapsul adalah 100 gr. Waktu iradiasi maksimal untuk kapsul Aluminium adalah 5 jam dan kapsul Polyethylene adalah 45 menit

Gambar Kapsul Aluminium Rabbit System Hidrolik

Gambar Kapsul Polyethylene Rabbit System Hidrolik

-Rabbit System Pneumatik

Fasilitas Rabbit System Pneumatik digunakan untuk iradiasi sampel yang relatif ringan. Pemakaian paling utama adalah untuk Analisis Aktivasi Neutron radionuklida umur pendek. Kecepatan pengiriman kapsulnya 11 m/detik. Kapsul Rabbit System Pneumatik menggunakan bahan Polyethylene. Ukuran kapsulnya : diameter 18 mm, panjang 46 mm. Berat maksimal tiap kapsul adalah 10 gr

Gambar Kapsul Pneumatic Rabbit System

Gambar Kapsul Automatic Pneumatic Rabbit System

Jasa Iradiasi Posisi Luar Teras

Neutron Dopping Transmutation (NDT) adalah Iradiasi kristal Silikon secara merata dengan cara sampel diputar dan digerakkan naik turun selama iradiasi. Diameter sampel: maks. 7 inchi. Panjang sampel: maks. 40 cm. Kecepatan pengangkatan presisi: 0,5 m/menit. Kecepatan rotasi kapsul: 2 rpm.

Gambar Kapsul Silikon Doping

Dokumen Kelengkapan Layanan Jasa Iradiasi Neutron :

  • LAK Target iradiasi,
  • Surat Perizinan dari BAPETEN (surat izin pemanfaatan zat radioaktif, surat izin pengangkutan zat radioaktif).
  • Surat permohonan iradiasi dari Kepala Pusat Pemohon atau pimpinan instansi pemohon yang ditujukan ke Kepala PRSG.
  • Apabila pemohon dari staf PRSG maka harus ada surat permohonan iradiasi dari Kepala Bidang pemohon kepada Kepala Bidang Operasi Reaktor.
  • Apabila poin 1, 2, 3 atau 4 tidak terpenuhi maka formulir dan target dikembalikan ke Pemohon.

Permohonan Layanan Jasa Iradiasi Neutron

Diagram alur layanan jasa iradiasi neutron diberikan pada gambar berikut :

.

Jangka waktu penyelesaian pada layanan Iradiasi Neutron

  • Permohonan

Meliputi : pengisian formulir iradiasi, pemeriksaan formulir iradiasi, pemeriksaan target iradiasi dan dokumen pendukungnya membutuhkan waktu 1 jam 15 menit.

  • Persetujuan

Meliputi : Verifikasi data target terhadap acuan iradiasi dan menyetujui iradiasi target membutuhkan waktu 1 jam

  • Pelaksanaan

Waktu iradiasi target disesuaikan dengan permohonan

  • Pasca Iradiasi

Meliputi pengukuran paparan radiasi target paska iradiasi membutuhkan waktu 15 menit.

  • Serah Terima

Meliputi penyerahan target melalui pintu akses material dan pengisian formulir kepuasan pelanggan membutuhkan waktu 3 jam.

Tarif Iradiasi Neutron

Biaya Pelayanan Iradiasi ditanggung oleh pengguna dan besarnya biaya ditetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah No.29 Tahun 2011 tentang Jenis Dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada BATAN.

NO.

JENIS LAYANAN

SATUAN

TARIF

I.

Jasa Iradiasi Neutron

     
 

1.

Posisi pusat teras (CIP)

per sampel/MW/jam

Rp

7.000

 

2.

Posisi dalam teras (IP)

per sampel/MW/jam

Rp

6.000

 

3.

Beam Tube S1

per sampel/MW/jam

Rp

7.000

 

4.

Rabbit System (RS)

     
   

a.

0 - 0,5 jam

per jam/kapsul

Rp

50.000

   

b.

> 0,5 - 1 jam

per jam/kapsul

Rp

75.000

   

c.

> 1 - 2 jam

per jam/kapsul

Rp

100.000

   

d.

> 2 jam

per jam/kapsul

Rp

150.000

Layanan Jasa Iradiasi Neutron

Iradiasi Neutron di reaktor RSG-GAS dilaksanakan sesuai dengan ketentuan persyaratan yang berlaku dan sesuai dengan SOP Iradiasi. Target diiradiasi sesuai dengan permintaan posisi iradiasi, besar daya reaktor dan lama waktu iradiasi. Apabila dari permintaan terdapat kekurangan, misalnya akibat gangguan operasi tidak terencana, maka akan diberikan kompensasi. Kompensasi yang diberikan berupa dengan perpanjangan jam operasi RSG-GAS sesuai daya yang diminta pelanggan sehingga target dapat diiradiasi sesuai dengan permintaan. Selama proses iradiasi di RSG-GAS, target iradiasi diidentifikasi dan dijaga keamanannya sehingga tidak rusak atau hilang. Saat serah terima target paska iradiasi, dilakukan pengendalian oleh petugas proteksi radiasi dan petugas pengamanan sehingga tidak membahayakan bagi pelanggan.

  • Teras Reaktor

 

RSG-GAS adalah reaktor riset tipe kolam dengan bahan bakar Uranium Silisida (U3Si2-Al) dengan densitas 2.96 g/cm3  dan fluks rata-rata  2 x 1014 n/cm2.detik. Fasilitas iradiasi yang terdapat di dalam teras reaktor RSG-GAS adalah :

  • Posisi Pusat Teras/Central Iradiation Position (CIP)

Posisi iradiasi pusat teras (CIP) terdiri dari empat posisi iradiasi yang terletak pada D-6, D-7, E-6, dan E-7. Pada CIP dapat dipasang pengarah target. Setiap pengarah mempunyai jumlah lubang iradiasi yang berbeda, yaitu 1 lubang atau 3 lubang. Tersedia juga stringer dengan 4 lubang iradiasi yang dapat dipasang pada CIP. Dari keempat posisi ini hanya dua posisi yang dapat dipasang pengarah, yaitu kombinasi D-6 dan E-7 atau D-7 dan E-6. Posisi yang lain dapat digunakan sebagai posisi iradiasi tanpa pengarah

  • Posisi Dalam Teras/Iradiation Position (IP)

Posisi iradiasi dalam teras mempunyai 4 posisi iradiasi yang terletak pada B-6, D-9, E-4, dan G-7. Setiap posisi mempunyai 3 atau 1 lubang (tergantung pada pengarahnya). Jika posisi iradiasi ini tidak digunakan, maka lubang tersebut dipasang dummy agar tidak mempengaruhi pendinginan teras. Radiasi neutron dari reaksi nuklir di teras reaktor pada posisi CIP dan IP dapat digunakan untuk memproduksi isotop yang bersifat radioaktif, yang bermanfaat bagi keperluan medis, industri, pertanian dan eksplorasi. mengiradiasi target Uranium yang diletakkan dalam tabung stainless steel untuk pembangkitan produk fisi campuran (Mo-99), mengiradiasi target TeO2 untuk memproduksi I-131 dan I-133, mengiradiasi batu topaz, memproduksi radioisotop produk aktif seperti P-32, S-35, Au-198, Ir-192, Br-82, dsb.

Untuk memasukkan dan mengeluarkan target dari CIP dan IP digunakan handling tool khusus sesuai dengan keperluannya.

Gambar pengarah target yang berisi 3 posisi diberikan pada gambar berikut :

Gambar Pengarah Target Iradiasi Posisi IP dan CIP

  • Silikon Dopping

Fasilitas Doping Silikon yang ada di reaktor RSG-GAS merupakan fasilitas eksperimen dan penelitian yang dapat dikembangkan menjadi fasilitas produksi untuk memenuhi kebutuhan industri. Fasilitas ini melayani kegiatan iradiasi silikon oksida dengan sifat bahan sebagai isolator dengan doping neutron maka sifat bahan diubah menjadi bahan semikonduktor. Bahan semikonduktor dari silikon ini kemudian dikenal memiliki sifat yang baik sebagai bahan pembuatan IC (Integrated Circuit).

Fasilitas ini dapat juga digunakan untuk iradiasi batu topaz luar teras dengan menggunakan tabung iradiasi tersendiri.

  • Rabbit System

   

Rabbit System adalah fasilitas iradiasi target dengan durasi iradiasi waktu pendek, sampai dengan durasi waktu maksimal 5 jam. Panjang waktu iradiasi tergantung dari kebutuhan penggunaan target iradiasi untuk tujuan analisis materi. Sistem rabbit terdiri dari 4 kanal yang menggunakan sistem hidrolik dan 1 kanal yang diisi oleh udara kering disebut dengan sistem pneumatik. Sistem hidrolik memiliki durasi iradiasi maksimum 5 jam dan sistem pneumatik dengan durasi iradiasi maksimum 3 menit. Penggunaan sistem rabbit antara lain dimanfaatkan untuk kegiatan analisis material dengan menggunakan aktivasi target dengan neutron atau disingkat AAN, iradiasi umum dan untuk produksi radioisotop.

  • Tabung Berkas Neutron

Reaktor RSG-GAS memiliki 6 tabung berkas neutron yang terpasang secara radial dari teras reaktor menuju pinggiran tangki reactor seperti diberikan pada gambar berikut:

 

 Gambar Posisi Tabung Berkas Neutron S1 – S6

Tabung berkas neutron akan menyalurkan paparan radiasi neutron dari teras menuju ke peralatan  eksperimen yang terhubung pada ujung-ujung tabung berkas tersebut. Tabung berkas di RSG-GAS diberi nama S1 sampai dengan S6. Tabung berkas S1 digunakan untuk produksi isotop Iodine-125, tabung berkas S2 digunakan untuk pembuatan image radiografi, tabung berkas S3 belum dimanfaatkan, tabung berkas S4 digunakan untuk eksperimen berbasis spektrometer neutron, tabung berkas S5 digunakan untuk eksperimen berbasis difraktometer neutron dan tabung berkas S6 (tabung berkas tangensial) dilengkapi dengan defraktometer powder, digunakan untuk eksperimen berbasis difraktometer  neutron sudut sempit.

Fasilitas produksi Iodine-125 di Tabeng Berkas Neutron S1 dirancang untuk mengiradiasi 110 ml gas TC -124 yang diperkaya 40 persen selama satu hari dalam kamar iradiasi tabung berkas S-1. Gas kemudian ditarik dari kamar iradiasi dengan kondensasi ke dalam tabung tekan berperisai 11 ml dalam glove box yang diletakkan diluar tabung berkas neutron. Gas kemudian diluruhkan selama 3 hari pada suhu kamar. Produk turunan I-125 akan melekat pada dinding dalam silinder luruh. Diperkirakan bahwa siklus iradiasi dan peluruhan akan menghasilkan 3,814 Ci I-125. Saat perioda peluruhan selama 3 hari selesai gas akan dikirim kembali ke kamar iradiasi atau ke silinder lain yang diletakkan dalam glove box, dan selanjutnya akan dikirim ke glove box fasilitas produksi radioisotop untuk proses lebih lanjut. Direncanakan untuk membilas I-125 dari silinder peluruhan dengan larutan NaOH sedemikian hingga konsentrasi dalam larutan cukup tinggi untuk produk P-1 dan P-2 (> 400 mCi/ml).

Kompetensi Pelaksana

1) Operator dan Supervisor Reaktor

    Operator dan Supervisor reaktor adalah personil Sub Bidang Pelaksanaan Operasi yang mempunyai Surat Izin Bekerja (SIB) sebagai operator dan supervisor reaktor nondaya dari BAPETEN.

2) Petugas Pelayanan Iradiasi

    Petugas Pelayanan Iradiasi adalah personil Sub Bidang Perencanaan Operasi yang berpengalaman dalam proses iradiasi di RSG-GAS dan telah mengikuti Diklat Proteksi Radiasi.

3) Petugas Pelayanan Air Bebas Mineral

    Petugas Pelayanan Air Bebas Mineral adalah personil Sub Bidang Sistem Mekanik yang mempunyai Surat Izin Bekerja (SIB) sebagai Petugas Perawatan atau supervisor Perawatan reaktor nondaya

    dari BAPETEN.

4) Petugas Proteksi Radiasi

    Petugas Proteksi Radiasi adalah personil Sub Bidang Keselamatan Kerja dan Proteksi Radiasi yang mempunyai Surat Izin Bekerja (SIB) sebagai Petugas Proteksi Radiasi dari BAPETEN.

5) Bendahara PNBP

    Bendahara PNBP adalah personil Sub Bagian Keuangan yang telah mengikuti Diklat Bendaharawan

Jasa Iradiasi
  • Kepala Bidang Operasi Reaktor bertanggungjawab atas pengawasan pengoperasian dan pemanfaatan/utilisasi reaktor RSG-GAS termasuk keselamatan iradiasi target serta pemberian kompensasi waktu iradiasi target;
  • Kepala Subbidang Perencanaan Operasi bertanggungjawab atas pengawasan penerimaan target iradiasi, keamanan target iradiasi, pelaksanaan iradiasi dan serah terima target paska iradiasi;
  • Kepala subbidang Pelaksanaan Operasi bertanggungjawab atas pengawasan terhadap pengoperasian reaktor RSG-GAS dan pelaksanaan iradiasi target di teras reaktor;
  • Kepala Subbidang Akuntansi Bahan Nuklir bertanggungjawab atas pengawasan target bahan nuklir dan pembukuan iradiasi batu topaz;
  • Kepala Bidang Keselamatan Kerja dan Operasi bertanggungjawab atas pengawasan keselamatan reaktor RSG-GAS dan target iradiasi;
  • Kepala subbidang Keselamatan Kerja dan Proteksi Radiasi bertanggungjawab atas pengawasan keselamatan iradiasi, pengendalian bahan radioaktif target iradiasi dan pengukuran tingkat kontaminasi bahan nuklir;
  • Kepala Bagian Tata Usaha bertanggungjawab atas pengawasan penagihan dan proses PNBP;
  • Kepala Subbagian Keuangan bertanggungjawab atas pengawasan pembayaran dan penyetoran PNBP ke negara
  • Kepala UPN bertanggungjawab atas pengawasan keluar masuk target dari dan ke dalam gedung reaktor RSG-GAS, keamanan pemohon iradiasi serta keamanan target sampai ke pemohon;

Jumlah Pelaksana Layanan

1) Operator dan Supervisor Reaktor

Reaktor RSG-GAS beroperasi 24 jam dengan pembagian kerja 3 shift:

  • Shift 1 jam 06.00 s/d 14.00 WIB
  • Shift 2 jam 14.00 s/d 22.00 WIB
  • Shift 3 jam 22.00 s/d 06.00 WIB

Jumlah personil minimal setiap shift adalah 1 supervisor reaktor dan 4 operator reaktor sehingga untuk operasi reaktor RSG-GAS diperlukan 11 supervisor reaktor dan 25 operator reaktor.

2) Petugas Pelayanan Iradiasi

Untuk mengoperasikan fasilitas iradiasi, dibutuhkan petugas pelayanan iradiasi berjumlah 8 personil.

3) Petugas Proteksi Radiasi

Reaktor RSG-GAS beroperasi 24 jam dengan pembagian kerja 3 shift:

  • Shift 1 jam 06.00 s/d 14.00 WIB
  • Shift 2 jam 14.00 s/d 22.00 WIB
  • Shift 3 jam 22.00 s/d 06.00 WIB

Jumlah petugas proteksi radiasi minimal setiap shift adalah 1 petugas sehingga untuk operasi reaktor RSG-GAS diperlukan 7 petugas proteksi radiasi.

4) Petugas Pelayanan Air Bebas Mineral

Untuk pelayanan air bebas mineral, diperlukan petugas berjumlah 2 personil.

5) Petugas Pengamanan Nuklir

Petugas Pengamanan Nuklir bertugas 24 jam dengan pembagian 2 shift, yaitu :

  • Shift 1 jam 08.00 s/d 16.00 WIB
  • Shift 2 jam 16.00 s/d 08.00 WIB

Setiap shift minimal terdiri atas 1 Komandan regu dan 2 Petugas Jaga, sehingga dibutuhkan 15 personil pengamanan.

6) Bendahara PNBP

Berjumlah 1 personil yang ditunjuk oleh PRSG sebagai Bendahara PNBP.

Jaminan Pelayanan

Standar Pelayanan Publik PRSG merupakan jaminan bagi pelanggan PRSG dalam layanan jasa iradiasi neutron, layanan jasa iradiasi batu topaz dan layanan penyediaan air bebas mineral. Informasi dalam dokumen Standar Pelayanan Publik PRSG ini dapat digunakan sebagai acuan bagi pelanggan dalam menilai kesesuaian penerimaan pelayanan dari PRSG dengan standar yang diberikan. Dalam rangka kepuasan pelanggan, apabila dianggap perlu, pelanggan dapat melakukan witness terhadap layanan yang sedang diberikan. Apabila terdapat layanan yang kurang dari standar, pelanggan dapat melakukan pengaduan ke PRSG.

Sesuai dengan maklumat layanan, PRSG mempunyai komitmen :

 Siap Memberikan Layanan Prima dan Bebas KKN

sesuai dengan Persyaratan dan Ketentuan yang Berlaku

Jaminan Keamanan dan Keselamatan Pelayanan

Jaminan Keamanan terhadap pelanggan dan barang milik pelanggan diberikan dalam dokumen Program Proteksi Fisik PRSG yang dilaksanakan oleh Unit Pengamanan Nuklir PRSG. Dengan pelaksanaan Program Proteksi Fisik, PRSG memberikan jaminan keamanan kepada pelanggan.

Jaminan Keselamatan terhadap pelanggan dan barang milik pelanggan diberikan dalam dokumen Laporan Analisis Keselamatan (LAK) RSG-GAS dan dokumen turunannya berupa Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait keselamatan.

PRSG menyediakan sarana dan prasarana keselamatan untuk menjamin keselamatan pelanggan apabila melakukan witness ke PRSG.

Jaminan Keselamatan juga diberikan dalam bentuk Sertifikasi Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) PRSG.

Evaluasi Kinerja Pelaksana

Standar Pelayanan Publik PRSG menjadi acuan utama dalam pelaksanaan evaluasi kinerja layanan dengan tujuan meningkatkan kualitas layanan secara berkelanjutan.

Evaluasi dilaksanakan paling tidak 1 kali dalam 1 tahun dengan melakukan perhitungan indeks kepuasan masyarakat, pembahasan kendala/gangguan yang terjadi saat pelayanan, pengaduan dari pelanggan, saran dan masukan selama tahun berjalan.

Hasil evaluasi didokumentasikan dan ditindaklanjuti untuk perbaikan yang berkelanjutan.

Berikut ini Draft Standar Pelayanan Iradiasi Neutron dalam bentuk dokumen yang dapat di unduh SP Iradiasi Neutron
Pendaftaran Baru / Login SiPINTer   

Kontak PRSG

Kawasan PUSPIPTEK Serpong, Gedung 31, Setu, Tangerang Selatan 15314

Telp. (021) 756-0908, Fax. (021) 756-0573

Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.







Visitor Counter

Flag Counter