Teknik Perunut di Bidang Pertanian

Teknik Perunut di Bidang Pertanian

Dalam bidang pertanian, teknik perunut digunakan antara lain untuk mempelajari hubungan tanah dan tanaman, baik dengan metoda langsung maupun tidak langsung

Selengkapnya...
Reaktor dan Klasifikasinya

Reaktor dan Klasifikasinya

Reaktor nuklir adalah suatu alat untuk mengendalikan reaksi fisi berantai dan sekaligus menjaga kesinambungan reaksi itu

Selengkapnya...
Batang Kendali Pada Reaktor

Batang Kendali Pada Reaktor

Batang kendali berfungsi sebagai pengendali jalannya operasi reaktor agar laju pembelahan/populasi neutron di dalam teras reaktor

Selengkapnya...
Radiasi Ada Dimana-mana

Radiasi Ada Dimana-mana

Disadari atau tidak, ternyara di sekitar kita banyak sekali radiasi. Radiasi ada dimana-mana, di rumah, di kantor, di pasar, di lapangan, maupun di tempat-tempat umum

Selengkapnya...
Asal sumber radiasi alam

Asal sumber radiasi alam

Setiap manusia terkena radiasi dari alam (radiasi latar belakang) yang merupakan bagian terbesar yang diterima oleh manusia yang tidak bekerja di tempat yang menggunakan radioaktif

Selengkapnya...

Kemampuan radiasi untuk melihat ke belakang layar ternyata berguna dalam industri dan sistem keselamatan

Tidak ada peraturan yang tidak mempunyai kekecualian. Pada bab V dinyatakan bahwa materi yang teriradiasi tidak menjadi radioaktif. Namun, radiasi neutron adalah pengecualian. Satu partikel neutron yang bergerak ke sana ke mari mungkin menabrak inti zat lainnya dan tetap berada di situ. Pada keadaan ini perbandingan proton/neutron dari inti berubah, dan perbandingan ini lah yang menentukan apakah suatu inti tidak stabil (radioaktif) atau stabil. Untungnya, radiasi neutron yang menyebabkan aktivitas hampir tidak ada dimanapun kecuali didalam sebuah reaktor nuklir yang sedang beroperasi. Aktivitas neutron digunakan dalam teknologi, obat-obatan dan penelitian.

Nuklir merupakan salah satu sumber energi pembangkit listrik. Di dalam reaktor Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) terdapat reaksi berantai yang berlangsung secara terkendali. Inilah yang membedakannya dengan bom atom. Meski terkendali, jika terjadi kebocoran akan berbahaya juga

Selain kondisi normal, PLTN juga dapat mengalami kondisi tidak normal (kecelakaan). Dalam hal ini disebut kondisi darurat nuklir. Tingkat kedaruratan nuklir berdasarkan IAEA diklasifikasikan sebagai berikut:

Batan.go.id - Banjarmasin - Dokter Arlavinda, Sp.Rad. sebagai Kepala SMF Radiologi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin, Banjarmasin merasa bangga karena ada anak bangsa yang mampu membuat sendiri alat untuk mendeteksi fungsi ginjal yang diberi nama Renogram. Oleh karena itu dokter yang akrab disapa Lavi ini, berkeinginan untuk mengoptimalkan peralatan kesehatan ini.

Hal tersebut disampaikan dr. Lavi saat mempresentasikan product knowledge alat Renogram didepan para wartawan nasional dan lokal Banjarmasin, Selasa, 18 Desember 2012 di Aula Direktur RSUD Ulin, Banjarmasin. Lavi mencoba dirinya sendiri sebagai pasien yang pertama diperiksa, menurutnya masih banyak pasien yang takut karena nuklirnya.

Berdasarkan konsep fisika maupun kimia, atom adalah bagian terkecil dari suatu zat yang masih memiliki sifat dasar zat tersebut. Atom mempunyai ukuran (diameter) sekitar 1 Angstrom atau 10-8 cm. Dalam pengamatan sehari-hari, secara relatif atom dianggap sebuah objek yang sangat kecil yang memiliki massa yang secara proporsional kecil pula. Atom hanya dapat dipantau dengan menggunakan peralatan khusus seperti mikroskop gaya atom.  Dalam konsep fisika modern, atom terdiri atas 3 partikel dasar yang menyusunnya menjadi sebuah atom. Ketiga parikel dasar tersebut adalah :

Pengelolaan limbah radioaktif  di Indonesia diatur oleh Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Limbah Radioaktif (PP 61/2013).

Berdasarkan PP 61/2013, yang dimaksudkan dengan Pengelolaan Limbah Radioaktif adalah pengumpulan, pengelompokan, pengolahan, pengangkutan, penyimpanan, dan/atau pembuangan Limbah Radioaktif.

Pengelolaan Limbah Radioaktif dilaksanakan oleh Penghasil Limbah Radioaktif dan BATAN.
Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) adalah satuan kerja dibawah BATAN yang mengemban tugas dan fungsi  BATAN dalam melaksanakan pengelolaan limbah radioaktif untuk mencegah timbulnya bahaya radiasi terhadap manusia dan lingkungan, serta melaksanakan pengendalian keselamatan lingkungan untuk mendukung kegiatan pemanfaatan iptek nuklir. 

Dalam PP tersebut juga dinyatakan bahwa Penghasil Limbah Radioaktif adalah pemegang izin pemanfaatan sumber radiasi pengion atau bahan nuklir dan/atau izin pembangunan, pengoperasian dan dekomisioning instalasi nuklir yang karena kegiatannya menghasilkan Limbah Radioaktif.

Penghasil Limbah Radioaktif melaksanakan Pengelolaan Limbah Radioaktif yang berasal dari:

  1. pemanfaatan sumber radiasi pengion; atau
  2. pemanfaatan bahan nuklir, pembangunan, pengoperasian, dan/atau dekomisioning instalasi nuklir.