Teknik Perunut di Bidang Pertanian

Teknik Perunut di Bidang Pertanian

Dalam bidang pertanian, teknik perunut digunakan antara lain untuk mempelajari hubungan tanah dan tanaman, baik dengan metoda langsung maupun tidak langsung

Selengkapnya...
Reaktor dan Klasifikasinya

Reaktor dan Klasifikasinya

Reaktor nuklir adalah suatu alat untuk mengendalikan reaksi fisi berantai dan sekaligus menjaga kesinambungan reaksi itu

Selengkapnya...
Batang Kendali Pada Reaktor

Batang Kendali Pada Reaktor

Batang kendali berfungsi sebagai pengendali jalannya operasi reaktor agar laju pembelahan/populasi neutron di dalam teras reaktor

Selengkapnya...
Radiasi Ada Dimana-mana

Radiasi Ada Dimana-mana

Disadari atau tidak, ternyara di sekitar kita banyak sekali radiasi. Radiasi ada dimana-mana, di rumah, di kantor, di pasar, di lapangan, maupun di tempat-tempat umum

Selengkapnya...
Asal sumber radiasi alam

Asal sumber radiasi alam

Setiap manusia terkena radiasi dari alam (radiasi latar belakang) yang merupakan bagian terbesar yang diterima oleh manusia yang tidak bekerja di tempat yang menggunakan radioaktif

Selengkapnya...

Pengelolaan limbah radioaktif  di Indonesia diatur oleh Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Limbah Radioaktif (PP 61/2013).

Berdasarkan PP 61/2013, yang dimaksudkan dengan Pengelolaan Limbah Radioaktif adalah pengumpulan, pengelompokan, pengolahan, pengangkutan, penyimpanan, dan/atau pembuangan Limbah Radioaktif.

Pengelolaan Limbah Radioaktif dilaksanakan oleh Penghasil Limbah Radioaktif dan BATAN.
Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) adalah satuan kerja dibawah BATAN yang mengemban tugas dan fungsi  BATAN dalam melaksanakan pengelolaan limbah radioaktif untuk mencegah timbulnya bahaya radiasi terhadap manusia dan lingkungan, serta melaksanakan pengendalian keselamatan lingkungan untuk mendukung kegiatan pemanfaatan iptek nuklir. 

Dalam PP tersebut juga dinyatakan bahwa Penghasil Limbah Radioaktif adalah pemegang izin pemanfaatan sumber radiasi pengion atau bahan nuklir dan/atau izin pembangunan, pengoperasian dan dekomisioning instalasi nuklir yang karena kegiatannya menghasilkan Limbah Radioaktif.

Penghasil Limbah Radioaktif melaksanakan Pengelolaan Limbah Radioaktif yang berasal dari:

  1. pemanfaatan sumber radiasi pengion; atau
  2. pemanfaatan bahan nuklir, pembangunan, pengoperasian, dan/atau dekomisioning instalasi nuklir.

Di Indonesia, masalah limbah radioaktif diatur oleh Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Limbah Radioaktif (PP 61/2013).
Berdasarkan PP 61/2013, limbah radioaktif didefinisikan sebagai zat radioaktif dan bahan serta peralatan yang telah terkena zat radioaktif atau menjadi radioaktif karena pengoperasian instalasi nuklir yang tidak dapat digunakan lagi. Sedangkan Bahan Bakar Nuklir Bekas adalah bahan bakar nuklir teriradiasi yang dikeluarkan dari teras reaktor secara permanen dan tidak digunakan lagi dalam kondisinya saat ini karena penyusutan bahan fisil, peningkatan racun, atau kerusakan akibat radiasi.

Klasifikasi Limbah Radioaktif didasarkan pada aktivitas, konsentrasi aktivitas, waktu paruh, dan/atau jenis radiasi.

Pemanfaatan teknolgi nuklir ini dapat menimbulkan limbah yang banyak dikenal sebagai limbah radioaktif. Limbah radioaktif adalah zat radioaktif dan bahan serta peralatan yang telah terkena zat radioaktif atau menjadi radioaktif karena pengoperasian instalasi nuklir yang tidak dapat digunakan lagi.

Masalah limbah radioaktif merupakan kendala untuk pengembangan lebih lanjut pemanfaatan nuklir, sehingga diperlukan pemecahan dengan menggunakan suatu metode analisis yang tepat yaitu ‘Cost Benefit Analysis’.

Limbah radioaktif didefinisikan sebagai zat radioaktif dan bahan serta peralatan yang telah terkena zat radioaktif atau menjadi radioaktif karena pengoperasian instalasi nuklir yang tidak dapat digunakan lagi.

Klasifikasi Limbah Radioaktif didasarkan pada aktivitas, konsentrasi aktivitas, waktu paruh, dan/atau jenis radiasi.

Limbah Radioaktif diklasifikasikan dalam jenis:

  1. Limbah Radioaktif tingkat rendah;
  2. Limbah Radioaktif tingkat sedang; dan
  3. Limbah Radioaktif tingkat tinggi.