Teknik Perunut di Bidang Pertanian

Teknik Perunut di Bidang Pertanian

Dalam bidang pertanian, teknik perunut digunakan antara lain untuk mempelajari hubungan tanah dan tanaman, baik dengan metoda langsung maupun tidak langsung

Selengkapnya...
Reaktor dan Klasifikasinya

Reaktor dan Klasifikasinya

Reaktor nuklir adalah suatu alat untuk mengendalikan reaksi fisi berantai dan sekaligus menjaga kesinambungan reaksi itu

Selengkapnya...
Batang Kendali Pada Reaktor

Batang Kendali Pada Reaktor

Batang kendali berfungsi sebagai pengendali jalannya operasi reaktor agar laju pembelahan/populasi neutron di dalam teras reaktor

Selengkapnya...
Radiasi Ada Dimana-mana

Radiasi Ada Dimana-mana

Disadari atau tidak, ternyara di sekitar kita banyak sekali radiasi. Radiasi ada dimana-mana, di rumah, di kantor, di pasar, di lapangan, maupun di tempat-tempat umum

Selengkapnya...
Asal sumber radiasi alam

Asal sumber radiasi alam

Setiap manusia terkena radiasi dari alam (radiasi latar belakang) yang merupakan bagian terbesar yang diterima oleh manusia yang tidak bekerja di tempat yang menggunakan radioaktif

Selengkapnya...

Batan.go.id - Selama dekade 2000an, marak industri pertambangan global yang meningkat dan tersebar secara cepat, di banyak negara. Dana investasi yang dikeluarkan perusahaan-perusahaan tidak sedikit, dalam usahanya untuk meningkatkan produksi dan memenuhi pertumbuhan ekonomi global terhadap sumber daya alam. Saat ini, dengan harga komoditas yang lebih rendah, penurunan kualitas bijih serta mahalnya biaya produksi, menjadikan bisnis pertambangan ini terbuka terhadap adanya ide pengoperasian yang lebih efisien dan produktif.

Teknik gauging dengan radiotracer dan nukleonik adalah salah satu teknik yang memungkinkan industri pertambangan meningkatkan produktivitasnya secara efisien. Kalangan industri menyadari masalah ini. Tantangan terbesar yang dihadapi industri pertambangan adalah masalah ketersediaan air yang semakin menyusut, energi yang semakin mahal, dan klasifikasi bijih tambang yang semakin rendah.

Menurut Nick Cutmore, Direktur Program Penelitian pada Organisasi Penelitian Commonwealth Scientific (CSIRO), Badan sains terkemuka di Australia yang mempelopori penelitian dan pengembangan aplikasi teknik nuklir di bidang industri pertambangan, berpendapat bahwa, kita membutuhkan teknologi baru yang memungkinkan kita untuk menambang material secara selektif dan tidak membuang energi dan air secara percuma pada bahan tambang yang hanya mengandung sangat sedikit bijih tambang.

Dalam operasi penambangan, adalah penting untuk menganalisa massa bijih tambang, yang jumlahnya dapat mencapai 1.000 hingga 10.000 ton per jam. Untuk hasil analisa cepat dan akurat, ilmuwan membutuhkan cara untuk menyelidiki apakah bijih tambang tersebut mengandung elemen-elemen yang diinginkan dan mengukur jumlahnya, tipe analisa tersebut membutuhkan teknik nuklir. Neutron atau sinar X berenergi tinggi atau sinar gamma mampu menembus dan menganalisa sejumlah besar bijih tambang secara akurat.

Radiotracer dan alat pengukur nukleonik digunakan oleh industri pertambangan untuk meningkatkan kualitas produk, mengoptimalkan proses dan menyimpan energi serta material, hal tersebut dikemukakan Patrick Brisset, seorang teknolog industri dari IAEA. Saat ini banyak perusahaan tambang telah mengakui manfaat sosial ekonomi yang tinggi dari teknologi radioisotop. Nuclear Magnifying Glass dari CSIRO, adalah rintisan pengembangan penggunaan teknik nuklir yang diantaranya digunakan untuk pengeboran, pemilahan bahan mineral dan analisa serta penginderaan real time.

CSIRO baru-baru ini juga telah mengembangkan suatu metode analisa aktivasi gamma yang menggunakan sinar X berenergi tinggi untuk mengukur sampel bijih tambang dalam suatu sistem otomatis tanpa memerlukan preparasi sampel yang melelahkan ataupun akses ke reaktor nuklir.

Teknik ini sangat efektif dalam mendeteksi kandungan emas dari berbagai jenis sampel. CSIRO berbagi teknologi dalam rangka wujud partisipasi pada koordinasi proyek penelitian dengan IAEA, yang fokus kepada pengembangan metode radiometrik dalam eksplorasi dan penambangan logam serta mineral. Kerjasama Australia dengan IAEA dalam hal penggunaan neutron, sinar gamma dan radiotracer telah dimulai pada dekade 80an, ketika teknologi ini masih baru.

Sebagai salah satu dari lima negara tambang terbesar di dunia, Australia unggul dalam beberapa bidang aplikasi nuklir untuk industri. Banyak dari aplikasi ini adalah teknologi yang cukup matang dengan pencapaian sukses baik dilapangan maupun komersil. Partisipasi Australia dalam proyek penelitian ini difokuskan pada transfer teknologi ke negara-negara lain.

Proyek penelitian koordinasi IAEA ini menyediakan mekanisme untuk membawa peneliti dari kedua negara maju dan berkembang, bersama-sama berkolaborasi pada topik penelitian spesifik dan untuk bertukar pengalaman serta mentransfer pengetahuan dalam penggunaan teknik nuklir bagi tujuan damai serta kesejahteraan masyarakat. Keuntungan dari aplikasi teknik nuklir dibidang pertambangan ini yaitu mampu mendeteksi keberadaan bijih tambang pada level sepuluh kali lipat dibawah batas normal dan mampu mendeteksi bijih tambang pada tingkat yang sangat rendah dalam jumlah sampel yang sangat sedikit. (Astunor)

Sumber: (https://www.iaea.org/sites/default/files/5632223.pdf)