HUT RI tahun 2020
Corona-19
SDM Nuklir
SDM Nuklir BATAN
Tomo Graphy
korupsi
kedelai
Radiofarmaka
Anti Narkoba 1
Anti Narkoba 2

Reaktor Serbaguna G.A. Siwabessy

Kedudukan, Tugas Pokok dan Fungsi

Tugas pokok BATAN sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2013 adalah melaksanakan tugas pemerintahan di bidang penelitian, pengembangan dan pendayagunaan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. Penelitian, pengembangan dan pendayagunaan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir di Indonesia hanya diarahkan untuk tujuan damai dan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.

Komitmen ini secara tegas dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia dengan meratifikasi Traktat Pencegahan Penyebaran Senjata Nuklir dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1978, dan meratifikasi Traktat mengenai Kawasan Asia Tenggara Bebas dari Senjata Nuklir dengan UndangUndang Nomor 9 Tahun 1997.

Kemudian sesuai dengan Pasal 3 Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2013, dalam melaksanakan tugasnya tersebut BATAN menyelenggarakan fungsi:

  1. Pengkajian dan penyusunan kebijakan nasional di bidang penelitian, pengembangan dan pendayagunaan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir;
  2. Koordinasi kegiatan fungsional dalam pelaksanaan tugas BATAN;
  3. Pelaksanaan penelitian, pengembangan dan pendayagunaan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir;
  4. Fasilitasi dan pembinaan terhadap kegiatan instansi pemerintah dan lembaga lain di bidang penelitian, pengembangan dan pendayagunaan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir;
  5. Pelaksanaan pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan BATAN;
  6. Pelaksanaan pengelolaan standardisasi dan jaminan mutu nuklir;
  7. Pembinaan pendidikan dan pelatihan;
  8. Pengawasan atas pelaksanaan tugas BATAN; dan
  9. Penyampaian laporan, saran, dan pertimbangan di bidang penelitian, pengembangan, dan pendayagunaan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir.

Visi

Salah satu tujuan pembangunan nasional yang diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 adalah untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Sejalan dengan amanat tersebut, kebijakan pembangunan iptek di jangka menengah-panjang, seperti yang tertuang di dalam Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) Tahun 2017-2045, diarahkan kepada pemajuan iptek untuk dapat menghasilkan inovasi dan keunggulan kompetitif berbasis iptek dalam rangka mewujudkan Indonesia yang berdaya saing dan berdaulat. Oleh karena itu, BATAN menjadikan kesejahteraan sebagai tujuan akhir (ultimate outcome) dari pemanfaatan hasil litbangjirap iptek nuklir di jangka panjang. Kesejahteraan merupakan ukuran keberhasilan dari pembangunan ekonomi yang berkelanjutan yang mensyaratkan agar pembangunan ekonomi dilakukan secara inklusif yang meliputi tidak hanya pembangunan infrastruktur fisik saja tetapi juga pembangunan SDM dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Sementara itu di jangka menengah, BATAN menjadikan peningkatan daya saing sebagai tujuan antara (intermediate outcome) dari pemanfaatan hasil litbangjirap iptek nuklir. Peningkatan daya saing, yang salah satunya dihasilkan melalui pemanfaatan iptek nuklir, merupakan langkah mendasar yang dibutuhkan dalam meningkatkan produktivitas industri nasional. Selain itu, daya saing yang tinggi juga merupakan modal dasar untuk mewujudkan kemandirian bangsa yang pada akhirnya akan menuntun pada kemajuan bangsa sesuai dengan cita-cita pembangunan nasional yang diamanatkan pada Visi dan Misi Presiden dan Wakil Presiden RI. Oleh karena itu, rumusan visi BATAN pada periode Renstra 2020-2024 adalah:

Nuklir untuk Meningkatkan Daya Saing
guna mewujudkan Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong-Royong

Nuklir yang dimaksud dalam visi BATAN tersebut adalah segala bentuk invensi dan/atau inovasi baik dalam bentuk barang, jasa maupun teknologi yang dihasilkan dari kegiatan litbangjirap iptek nuklir yang siap dimanfaatkan oleh masyarakat. Sementara itu, peningkatan daya saing yang ingin diwujudkan melalui visi BATAN adalah peningkatan kesiapan dan kemampuan bangsa untuk dapat berkompetisi secara global melalui pemanfaatan hasil litbangjirap iptek nuklir.

Misi

Sejalan dengan visi Indonesia Maju dan visi BATAN 2020-2024 untuk meningkatkan daya saing serta mewujudkan kesejahteraan bangsa, BATAN melalui kegiatan litbangjirap iptek nuklir melaksanakan Misi Presiden dan Wakil Presiden RI yang ke-1 (Peningkatan Kualitas Manusia Indonesia); ke-2 (Struktur Ekonomi yang Produktif, Mandiri, dan Berdaya Saing) dan ke-8 (Pengelolaan Pemerintahan yang Bersih, Efektif, dan Terpercaya), dengan uraian sebagai berikut:

  1. Menghadirkan iptek nuklir yang unggul secara kompetitif untuk meningkatkan kapasitas iptek dan memperkuat landasan sosio-ekonomi nasional.

  2. Mewujudkan sistem manajemen yang efektif, efisien, akuntabel dan melayani sebagai implementasi Reformasi Birokrasi secara berkelanjutan menuju Indonesia yang berdaya saing.

Tujuan

Tujuan yang ingin dicapai oleh BATAN periode 2020-2024 dirumuskan berdasarkan hasil identifikasi potensi, permasalahan, peluang dan ancaman yang akan dihadapi BATAN selama lima tahun ke depan dalam rangka mewujudkan visi dan melaksanakan misinya. Tujuan tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi yang hendak diwujudkan melalui pelaksanaan Renstra BATAN 2020-2024 dalam kaitannya dengan prioritas pembangunan nasional. Adapun tujuan yang ingin dicapai BATAN adalah sebagai berikut:

  1. Peningkatan standar kualitas hidup masyarakat melalui pemanfaatan iptek nuklir.

  2. Peningkatan produktivitas dan keunggulan litbangjirap iptek nuklir.

           Dengan indikator kinerja tujuan sebagai berikut:

  1. Persentase peningkatan pangsa pasar bagi industri yang memanfaatkan iptek nuklir.

  2. Persentase peningkatan kapasitas absorptif lembaga.

  3. Persentase peningkatan kapasitas litbangjirap lembaga
  4. Persentase peningkatan kapasitas diseminasi lembaga.

Sasaran strategis

Sasaran strategis adalah kondisi yang akan dicapai secara nyata oleh BATAN sebagai ukuran pencapaian untuk memastikan tercapainya tujuan yang telah dirumuskan. Selain itu, sasaran strategis juga mencerminkan pengaruh yang ditimbulkan oleh adanya hasil (outcome) dari kedua program BATAN. Mengacu pada visi, misi dan tujuan, sasaran strategis yang ingin dicapai BATAN pada tahun 2020-2024, adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatnya peran strategis iptek nuklir dalam mendukung peningkatan kapasitas iptek nasional, daya saing industri dan kemandirian bangsa.

  2. Meningkatnya kualitas tata kelola pemerintahan yang baik untuk mendukung kinerja dan akuntabilitas kegiatan litbangjirap iptek nuklir.

  3. Meningkatnya produktivitas dan daya saing SDM iptek nuklir di tingkat nasional/ internasional.

Prinsip

Segenap kegiatan dilaksanakan secara profesional untuk tujuan damai dan diarahkan untuk memberikan kontribusi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan mengutamakan prinsip keselamatan dan keamanan, serta kelestarian lingkungan hidup yang didukung dengan keterlibatan seluruh unsur sumber daya BATAN secara sinergis.

Nilai-Nilai

Seluruh kegiatan litbangjirap iptek nuklir yang dilaksanakan oleh BATAN berpedoman pada nilai berikut:

  1. Akuntabilitas

    Siap menerima tanggung jawab dan melakukan tanggung jawab itu dengan baik seperti yang ditugaskan.

  2. Disiplin

    Bertindak sesuai peraturan, prosedur, tata tertib, tepat waktu dan tepat sasaran dengan tetap mempertahankan efisiensi dan efektivitas waktu dan anggaran.

  3. Keunggulan

    Memiliki sikap dan motivasi untuk senantiasa berusaha mencapai hasil yang lebih baik dari pada yang lain.

  4. Integritas

    Menjunjung tinggi dan mendasarkan setiap sikap dan tindakan pada prinsip dan nilai- nilai moral, etika, peraturan perundangan termasuk menjauhkan dari kecenderungan tindakan KKN.

  5. kolaborasi 

    Mengutamakan kerja sama, mengembangkan jejaring kerja dengan pihak eksternal dan mengedepankan kerja tim (team work) untuk mencapai kinerja yang lebih baik.

  6. Kompetensi 
     
    Menekankan pada kualitas penguasaan dan pemenuhan kualifikasi kemampuan SDM seperti yang dibutuhkan.
  7. Inovatif

    Meningkatkan upaya kreatif untuk menemukan pembaharuan dalam setiap hasil litbang.

  1. Serta Berpedoman pada 5 (lima) pedoman BATAN yaitu :

  • Berjiwa pionir
  • Bertradisi ilmiah
  • Berorientasi industri
  • Mengutamakan keselamatan
  • Komunikatif


preview


   

Pengadaan Barang dan Jasa