Peningkatan produktivitas pertanian harus didukung dengan ketersediaan benih unggul bermutu. Hingga di penghujung tahun 2013 ini, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) telah sukses menciptakan 20 varietas padi unggul.

Benih unggul bermutu memiliki sifat-sifat berdaya hasil tinggi, tahan terhadap hama penyakit tanaman, umur tanamnya pendek, dan rasa nasinya enak. Pemerintah Indonesia terus melakukan upaya peningkatan produksi pertanian khususnya padi. Hal ini dilakukan untuk menjamin ketahanan pangan nasional, dalam rangka mencapai target surplus 10 juta ton beras di tahun 2014.

Penelitian dan pengembangan aplikasi teknologi isotop dan radiasi yang dilakukan BATAN dicanangkan untuk berkontribusi terhadap pengkayaan jumlah varietas nasional Indonesia. Sampai tahun 2013 ini, selain 20 varietas padi unggul, juga dihasilkan 8 varietas kedelai, 2 varietas kacang hijau, 1 varietas sorgum dan gandum tropis. BATAN secara intensif terus melakukan penelitian dan pengembangan untuk menciptakan varietas unggul baru.

Untuk mendapatkan varietas unggul baru, teknik yang digunakan adalah pemuliaan tanaman dengan teknik mutasi radiasi. Secara singkat prosesnya adalah benih induk disinari dengan radiasi gamma Cobalt-60 dengan dosis 0,20 kilogray (satuan radiasi yang aman untuk bahan makanan). Radiasi mampu menembus biji tanaman sampai ke lapisan kromoson. Struktur kromosom pada biji tanaman dapat dipengaruhi dengan sinar radiasi ini. Perubahan struktur karena radiasi dapat berakibat pada perubahan sifat tanaman dan keturunannya. Fenomena ini digunakan untuk memperbaiki sifat tanaman agar mendapatkan biji tanaman dengan keunggulan tertentu, misalnya tahan hama, tahan kekeringan, dan cepat panen. Padi yang diradiasi bersifat aman sepenuhnya, tidak ada unsur radioaktif yang tertinggal.