pnbp alur
bimbingan1
pkl1
pnbp1

1. Powder Diffractometer

Alat ini digunakan untuk mengukur tegangan sisa pada bahan industri seperti produk pengelasan (welding), pembentukan (bending) dan proses deformasi mekanik lainnya yang pada umumnya meninggalkan tegangan sisa pada bahan paska proses/perlakuan tersebut. Besaran tegangan sisa ini dapat diketahui melalui adanya pergeseran puncak difraksi yang diamati dengan peralatan difraktometer ini. Informasi mengenai besaran tegangan sisa ini sangat penting untuk mengetahui seberapa besar ketahanan sesungguhnya dari produk industri itu yang diamati.

2. Four Circle Diffractometer/ Texture Diffractometer Texture (FCD/TD)

Difraktometer tekstur DN2 terutama digunakan untuk karakterisasi tekstur bahan, terutama untuk bahan logam misalnya aluminum yang digunakan untuk wadah minuman, aluminum hasil las, brass, dan stainless steel.

3. High Resolition Powder Diffractometer(HRPD)

HRPD merupakan salah satu peralatan yang digunakan untuk menganalisa struktur mikroskopik suatu bahan yang bersifat kristalin. Dengan peralatan ini, informasi yang dapat diperoleh adalah posisi atom-aton ringan, mekanisme transisi fasa dan struktur magnetik bahan.

 

4. Triple Axis Spectrometer Neutron

Alat ini digunakan untuk menentukan struktur kristal dan struktur magnetik (mode elastik) dan untuk menyelidiki dinamika kisi dan dinamika spin dalam zat padat (mode inelastik)

5. Small Angle Spectrometer Neutron

Alat ini digunakan umtuk menginvestigasi struktur dan dinamika bahan dalam skala nanometer, 1 – 500 nm

6. High Resolution Small Angle Spectrometer Neutron

HRSANS dapat digunakan untuk menentukan struktur (ukuran, bentuk) partikel atau inhomogenitas bahan dalam skala puluhan sampai ratusan nanometer. Inhomogenitas disini bisa berupa cacat, rongga (void), butiran, presipitat dll.

7. Radiografi Neutron

Kegunaan fasilitas ini sebagai alat uji tak rusak produk industri yang dapat mengamati struktur internal dari sebuah obyek terutama yang terbuat dari bahan berbasis polimer yang dilingkupi oleh bahan logam. Teknik yang digunakanadalah metoda fim, metoda kamera dan tomografi. Dengan tomografi neutron dapat ditampilkan citra 3D yang dapat dipotong-potong pada berbagai arah sehingga diperoleh informasi tentang struktur internal yang diinginkan.

Fasilitas litbang yang dimiliki PSTBM adalah sebagai berikut:

  1. Fasilitas Spektrometri Neutron yang berada di Gedung No. 40 Bidang Spektrometri Neutron dan di Balai Percobaan Reaktor ( Experimental Hall Reactor = XHR ). Fasilitas ini dilengkapi dengan dua buahtabung pemandu neutron, Difraktometer Neutron untuk mengukur tegangan sisa (PD/RSM), Difraktometer Empat Lingkaran/ Difraktometer Tekstur (FCD/TD), Difraktometer Neutron Serbuk Resolusi Tinggi (HRPD), Spektrometer Neutron Tiga Sumbu (TAS), Spektrometer Hamburan Neutron Sudut Kecil (SANS/SMARTer), Spektrometer Hamburan Neutron Sudut Kecil Resolusi Tinggi (HRSANS) dan Fasilitas Radiografi Neutron serta dilengkapi pula dengan fasilitas preparasi sampel dan sebuah bengkel mekanik. Disamping itu, dilengkapi pula dengan Fasilitas pengujian dengan Neutron Activation Analysis (NAA) yaitu spektrometer gamma yang beraada di gedung reaktor (RSG-GAS).
  2. Laboratorium Sains Bahan Maju dilengkapi dengan : X-Ray Diffractometer (XRD), Tri Arc Melting Furnace model Centor 5TA, Vibrating Sample Magnetometer (VSM) tipe OXFORD VSM 1.2H, Differential Scanning Calorimeter (DSC), LCR-Meter, Pulse Magnetizer, High Energy Ball Milling, Jc-Tc Meter dan GMR, Disamping itu, dilengkapi pula dengan Fasilitas pengujian dengan Neutron Activation Analysis (NAA) yaitu spektrometer gamma yang beraada di gedung reaktor (RSG-GAS). Fasilitas Laboratorium Kimia dan Laboratorium Perlakuan Panas.
    Scanning Electron Microscope (SEM) – Energy Dispersive X-Ray (EDX), , Optical Microscope, X-Ray Diffractometer (XRD), Differential Thermal Analysis/ Simultance Thermal Analysis (DTA/STA),X-Ray Diffractometer (XRD), Tri Arc Melting Furnace model Centor 5TA, Vibrating Sample Magnetometer (VSM) tipe OXFORD VSM 1.2H, Differential Scanning Calorimeter (DSC), LCR-Meter, Pulse Magnetizer, High Energy Ball Milling, Jc-Tc Meter dan GMR, PSA, FT-IR, BET, Uji Korosi, Sonochemistry, UTM, Battery Charger-discharger. Dan  Fasilitas laboratorium : Fasilitas Laboratorium Kimia dan Laboratorium Perlakuan Panas, Sintesis Kimia, Pelapisan, Solid state,serta elektrokimia
  3. Fasilitas Keselamatan Kerja dan Keteknikan dilengkapi dengan peralatanpolishing machine, Survey Meter/Detector Radiasi, Cutting Device, Mesin Bubut serta Fasilitas Laboratorium Keteknikan.

Spektrometri raman mirip dengan spektrometri infra merah dan keduanya saling melengkapi. Cara kerja spektrometer raman adalah didasarkan pada hamburan cahaya monokromatik dari sebuah laser. Hamburan non-elastik terjadi ketika frekuensi foton di dalam cahaya monokromatik mengalami perubahan disaat berinteraksi dengan sampel yang dianalisis.

BATTERY TESTING SYSTEM

(Battery Analyzer)

  • Alat Karakterisasi Sel Batere
  • Uji Batere Telekomunikasi
  • Uji Charge - Discharge
  • Uji Siklus Hidup sel batere
  • Uji Cyclic Voltammetry
  • Uji Pulsa GSM/CDMA
  • GSM/CDMA Pulse testing
  • Fungsi Galvanostat/ Potentiostat
  • Multiple Current Ranges
  • Multiple Independent Channels
  • Struktur standar
  • Uji Material Maju (Terapan)
  • Device Simulation
  • Battery Analyzer
  • LCR Meter

 

IMPEDANCE SPECTROMETER (LCR METER)

  • Pengukuran Hambatan DC
  • Pengukuran Bias DC
  • Pengukuran Impedansi
  • Pengukuran Konduktivitas AC / DC
  • Pengukuran Resistansi Internal Batere
  • Karakterisasi Kebergantungan Frekwensi Signal
  • Jangkauan frekwensi 5 mHz – 5 MHz.

 

 

DIFRAKTOMETER SINAR-X (XRD)

  • Identifikasi Struktur Kristallin Material
  • Sistem Kristal
  • Parameter Kisi
  • Orientasi Kristal
  • Analisa Tegangan Sisa
  • Analisa Kwalitatif dan Kwantitatif
  • Distribusi Elektron dalam kristal
  • (listrik, magnetik)

 

 

DIFFERENTIAL SCANNING CALORIMETRY (DSC)

  • Uji Sifat Thermal Bahan
  • Cv, Cp, Entalphy, Perubahan Fasa

DSC adalah suatu alat untuk analisis thermal yang prinsipnya dengan menghitung jumlah energi yang diserap/dibebaskan oleh sebuah sampel yang dipanaskan, didinginkan atau ditahan pada temperatur konstan (isothermal) . Dengan demikian sifat sifat thermal dari suatu material dapat dianalisa dan dikarakterisasi antara lain untuk menentukan Cv, Cp, enthalphy dan perubahan fasa selama pemanasan dan untuk menentukan kemurnian dari suatu bahan.

POTENTIOSTAT / GALVANOSTAT

  • Uji Sifat Kimia bahan
  • Laju Oxidasi Reduksi dalam reaksi Kimia

 

SPEKTROMETER INFRA MERAH (FT-IR)

  • Identifikasi gugus fungsi dalam molekul (senyawa kimia)

 

RAMAN SPEKTROMETER

Identifikasi gugus fungsi berdasarkan efek raman

Spektrometri raman mirip dengan spektrometri infra merah dan keduanya saling melengkapi. Cara kerja spektrometer raman adalah didasarkan pada hamburan cahaya monokromatik dari sebuah laser. Hamburan non-elastik terjadi ketika frekuensi foton di dalam cahaya monokromatik mengalami perubahan disaat berinteraksi dengan sampel yang dianalisis. Foton dari cahaya/sinar laser diserap oleh sampel dan kemudian dipancarkan. Frekuensi dari foton yang dipancarkan dari sampel akan bergeser naik atau turun bila dibandingkan dengan frekuensi monokromatik yang original, yang dikenal dengan efek raman. Pergeseran raman memberikan informasi tentang vibrasi, rotasi dan sifat khas molekular lainya dari sampel. Raman spektrometer dapat digunakan untuk mempelajari dan menganalisis sampel berbentuk padatan, cairan dan gas.

 

 

MIKROSKOP OPTIK

  • Pengamatan Struktur Mikro
  • Perbesaran 400 x.

 

SCANNING ELECTRON MICROSCOPY (SEM)

  • Pengamatan Struktur mikro
  • Perbesaran 100.000 x
  • Analisa Morfologi permukaan Bahan
  • Analisa Ukuran Butir

 

ENERGY DISPERSIVE X-RAY SPECTROMETRY (EDS)

  • Analisa komposisi material
  • Analisa distribusi unsur pada permmukaan bahan

 

ATOMIC FORCE MICROSCOPY (AFM)

  • Identifikasi struktur permukaan sample (Topografi)
  • Penelitian material ikuran nano.
  • Pengukuran sifat magnetik.
  • Pemindai Piezo-Electrik.
  • Modus Kontak, Non-kontak dan Tapping
  • Analisa Kekasaran Substrat
  • Step formation in thin film epitaxial deposition
  • Pin-holes formation or other defects in oxides growth
  • Analisa Ukuran butir

 

 

MAGNETIC SUSPENSION BALANCE (MSB)

  • Pengukuran transport massa
  • Pengukuran difusi dan absorpsi

 

COIN BATTERY MAKER

  • Alat pembuat battery jenis koin

 

 

GLOVE BOX

  • Lemary kerja dalam vakum

 

 

Terkait aplikasi nuklir di bidang industri, peneliti BATAN telah memulai riset pembuatan baterai mikro isi ulang berbasis lithium ion dan polimer biodegradable yang ramah lingkungan untuk peralatan elektronik. Baterai merupakan sumber energi yang diperoleh dengan proses kimia. Pada perkembangan terakhir baterai berbasis lithium yang bisa diisi ulang mendominasi pasar industri elektronika dan juga dipakai untuk kendaraan listrik. Penelitian di bidang baterai masih terus berlangsung untuk meningkatkan kinerja baterai, supaya siklus hidup lebih lama, kapasitas lebih tinggi, lebih ringan dan lebih aman.