Slide lapor go id
Slide PZI PTLR
Slide Survey Persepsi
Slide Hut RI 76
Slide WBS
Slide item 1

PTLR-BATAN Menerima Pengelolaan Limbah Radioaktif dari Seluruh Indonesia

Di Indonesia zat radioaktif dimanfaatkan khususnya oleh industri dan rumah sakit. .....

Selengkapnya...
Slide item 2

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam Pengelolaan Limbah Radioaktif

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam kegiatan fasilitas nuklir di Serpong .....

Selengkapnya...
Slide item 3

Tugas dan Tanggung Jawab Pengelolaan Limbah Radioaktif di Indonesia adalah PTLR-BATAN

Dalam UU No.10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, bahwa Pengelolaan Limbah Radioaktif dilaksanakan oleh Badan Pelaksana .....

Selengkapnya...

(Jakarta, 23/10/2020) Sistem informasi layanan pengolahan limbah radioaktif (e-Lira) milik Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) secara resmi terkoneksi dengan sistem informasi layanan perizinan (Balis) milik Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten). Hal ini ditandai dengan penandatanganan naskah kerja sama antara Kepala PTLR, Sumarbagiono dengan Direktur Perizinan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktatif (PFRZR) Bapeten, Ishak, Jumat (23/10).

Menurut Sumarbagiono, ide melakukan interkoneksi kedua sistem informasi layanan publik ini sebenarnya sudah digagas beberapa tahun yang lalu namun baru terealisasi di tahun 2020. Upaya ini bertujuan meningkatkan kualitas layanan pengolahan limbah radioaktif yang lebih efektif dan efisien.

 “Selama ini para pelanggan sebelum mengirimkan limbah radioaktifnya ke PTLR harus mendaftarkan pengolahan limbah terlebih dahulu di aplikasi e-Lira dengan mengisi beberapa data atau informasi. Sebenarnya data yang dimasukkan ke dalam aplikasi e-Lira ini merupakan data yang didapatkan pelanggan ketika mendaftarkan izin pengiriman zat radioaktif menjadi limbah di sistem informasi Balis Bapeten,” kata Sumarbagiono.

Sebelum adanya interkoneksi kedua sistem informasi ini, pelanggan harus memasukkan data tentang limbah zat radioaktifnya sebanyak dua kali yakni di Balis dan e-Lira. Dengan cara seperti ini kemungkinan terjadi kesalahan input data yang dilakukan pelanggan sangat besar.

(Tangsel, 22/10/2020) Lahan kosong di area Perumahan Batan Indah, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan tempat ditemukannya paparan zat radioaktif yang melebihi batas ambang pada awal tahun 2020 kini telah dinyatakan bersih dan dapat dimanfaatkan kembali oleh warga. Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) di Balaikota Tangerang Selatan pada deklarasi pernyataan status clearance atas lahan dengan paparan radiasi tinggi di Perumahan Batan Indah, Kamis (22/10).

Kepala Bapeten, Jazi Eko Istiyanto mengatakan, penyataan clearance terhadap lahan kosong di perumahan Batan Indah sebagai bentuk upaya pemerintah Indonesia dalam menjaga keselamatan masyarakat dan lingkungan dari bahaya radiasi yang tidak diinginkan. "Beberapa waktu yang lalu mayarakat di Serpong khususnya di Perumahan Batan Indah dihebohkan dengan adanya temuan lokasi yang memiliki paparan radiasi di luar kewajaran," kata Jazi.

Penemuan ini, ungkap Jazi, diketahui oleh personil Bapeten pada saat melakukan pengukuran terhadap paparan radiasi dengan menggunakan alat detektor mobile yang memiliki sensitivitas tinggi yang diberi nama MONA. Temuan ini menunjukkan bahwa peralatan detektor nuklir dan teknologi canggih mempunyai peran yang penting dalam proses pengawasan yang dilakukan Bapeten.

Jazi berjanji akan terus meningkatkan kompetensi personilnya dalam melakukan pengawasan terhadap penggunaan zat radioaktif di Indonesia agar tidak lagi ditemukan paparan radiasi tinggi yang tidak pada tempatnya. "Bapeten akan selalu meningkatkan kemampuan pengawasan pemanfaatan tenaga nuklir melalui peningkatan personil serta kualitas alat utama sistem pengawasan," janjinya.

(Tangsel, 13/10/2020) Dimasa Pandemi Covid-19 Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) tetap melaksanakan kegiatannya yaitu menyelenggarakan “Pelatihan Menembak” Khusus untuk Unit Pengamanan, dalam rangka meningkatkan dan pengembangan kompetensi Unit Pengaman  BATAN serta mendukung dalam pelaksanaan kegiatan tugas sehari-hari, pada tanggal 10 Oktober 2020 berkolaborasi dengan PT. SUTRADO RAYA, bertempat di Lapangan Menembak Pusdiklantas, Kelurahan Paku Jaya, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Banten. 

(Serpong, 05/10/2020) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) meningkatkan kualitas layanan pengolahan limbah radioaktif dengan mengintegrasikan sistem informasi e-Lira dengan Balis. Hal ini disampaikan Kepala PTLR, Sumarbagiono pada sosialisasi pengembangan layanan pengelolaan limbah radioaktif kepada para pelanggannya secara virtual, Senin (05/10).

E-Lira merupakan sistem informasi layanan administrasi pengolahan limbah radioaktif yang berbasis database dan  terhubung dengan jaringan internet. Sedangkan Balis adalah sistem informasi layanan perizinan penggunaan zat radioaktif berbasis database dan terhubung dengan jaringan internet yang dimiliki oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten).

Koordinator Perizinan Fasilitas Penelitian dan Industri, Bapeten, Wita Kustiana mengatakan, integrasi e-Lira dengan Balis ini merupakan inovasi yang dilakukan oleh dua lembaga yang terkait dengan pengolahan limbah radioaktif yakni BATAN dan Bapeten. “Integrasi kedua sistem informasi ini sebenarnya sudah agak lama digagas, namun baru terealisasi di tahun 2020 ini,” ujar Wita.

Menurutnya, integrasi e-Lira dengan Balis ini akan memangkas beberapa tahapan administrasi dalam perizinan dan pengolahan limbah radioaktif tanpa mengesampingkan aspek keselamatan dan keamanannya. Integrasi ini diharapkan dapat dikembangkan terus dan memberikan dampak positif baik bagi pengguna maupun kedua instansi yakni BATAN dan Bapeten.

(Tangsel, 27/09/2020) Kepala Batan mengapresiasi keberhasilan pemindahan limbah reflektor dari PSTNT di Bandung ke PTLR di Kawasan Nuklir Serpong dengan aman dan selamat di tahun 2019. Hal ini membuktikan bahwa Batan mampu menangani limbah yang tidak kecil paparannya bahkan dimensinya juga cukup besar. Itu tidak terlepas karena didukung koordinasi yang baik antara Batan, Bapeten, Polri dan semua pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Pernyataan itu disampaikan Kepala Batan saat memberi sambutan pembukaan dalam Rapat Koordinasi Pengelolaan Limbah Radioaktif, Limbah B3 dan Limbah Bahan Nuklir tahun 2020 secara daring pada Kamis, 24 September 2020.







LAPORKAN GRATIFIKASI, SUAP, KORUPSI MELALUI ANDROID





Statistik Pengunjung

Live Visitors Counter

Hubungi Kami

Pusat Teknologi Limbah Radioaktif - Badan Tenaga Nuklir Nasional

Gedung 50 Kawasan PUSPIPTEK Serpong Tangerang Selatan 15310 INDONESIA

Telp. (021) 7563142 , Fax. (021)7560927

website: www.batan.go.id/ptlr

email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. 

atau Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.