Slide Hut RI 76
Slide WBS
Slide item 1

PTLR-BATAN Menerima Pengelolaan Limbah Radioaktif dari Seluruh Indonesia

Di Indonesia zat radioaktif dimanfaatkan khususnya oleh industri dan rumah sakit. .....

Selengkapnya...
Slide item 2

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam Pengelolaan Limbah Radioaktif

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam kegiatan fasilitas nuklir di Serpong .....

Selengkapnya...
Slide item 3

Tugas dan Tanggung Jawab Pengelolaan Limbah Radioaktif di Indonesia adalah PTLR-BATAN

Dalam UU No.10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, bahwa Pengelolaan Limbah Radioaktif dilaksanakan oleh Badan Pelaksana .....

Selengkapnya...
Slide LRA

Layanan Pengelolaan Limbah Radioaktif PTLR Langsung "panas" di Awal Tahun 2020

Layanan pengelolaan limbah radioaktif PTLR langsung "panas" di awal tahun 2020, tidak perlu menunggu waktu hingga tengah tahun. .....

Selengkapnya...

(Tangsel, 10/08//2020) Dimasa kondisi pandemi covid-19, dalam rangka pelayanan informasi publik kepada masyarakat, Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) menerima kunjungan Siswa Kursus Asathan RI Angkatan XIV tahun 2020, pada tanggal 4 Agustus 2020  di Gd.50 Kawasan Puspiptek, Serpong, jumlah peserta 20 peserta.  Sebelum bisa melakukan kunjungan, calon tamu harus mengisi Fomulir Skrining COVID-19 secara online. Setelah diverifikasi oleh PTLR maka calon tamu akan mendapatkan kepastian boleh dan tidaknya untuk berkunjung ke PTLR. Selain tamu kunjungan, hal ini juga berlaku untuk rekanan, mahasiswa PKL inspektur maupun tamu lainnya. Saat berada di PTLR, tamu harus mematuhi protokol kesehatan yaitu : pakai masker, harus mencuci tangan dengan hand sanitizer, dan jaga jarak 

(Tangerang Selatan, 7 Agustus 2020) Proposal dengan judul "Robot for Monitoring and Mapping a Contaminated Area" masuk ke dalam lima besar kompetisi Decomissioning and Environmental Remediation (DER)  tahun 2020. DER diselenggarakan oleh International Atomic Energy Agency (IAEA) dan diikuti oleh pelaku nuklir dibawah umur 35 tahun dari negara-negara anggota IAEA di seluruh dunia. Proposal tersebut merupakan buah pemikiran dari tiga pegawai milenial dari PTLR yaitu Zeni Anggraeni, Nashira Shadrina, dan Alma Samudra. Bagaimana Mereka dapat masuk nominasi lima besar dan apa isi proposal tersebut, simak wawancara Reporter Tim Web PTLR berikut ini. 

(Tangerang Selatan, 24/07/2020) Kegiatan perkantoran dan pengelolaan limbah radioaktif harus tetap berjalan di masa pandemi Covid-19 walaupun dengan pembatasan volume kegiatan dan jumlah pegawai/operator yang diperbolehkan bekerja bersamaan. Pembatasan jumlah pegawai/operator yang berkerja di kantor, dimaksudkan untuk menjamin adanya jaga jarak dan tidak menimbulkan kerumunan di tempat kerja. Keberlangsungan kegiatan administrasi perkantoran dan pengelolaan limbah radioaktif di PTLR tersebut tidak bisa lepas dari tersedianya media energi seperti udara tekan, air bebas mineral, kelistrikan, uap, air domestik dan pendinginan udara. Permohonan layanan pemenuhan kebutuhan media energi di PTLR dilakukan secara online menggunakan  Aplikasi Silaomens.

(Tangerang Selatan, 5/06/2020) Kementerian/lembaga mempunyai keharusan untuk melanjutkan tugas dan fungsi yang telah dibebankan oleh pemerintah dalam masa pandemi Covid-19. Namun untuk beradaptasi dengan kondisi pandemi, perlu dilakukan penyesuaian sistem kerja dengan menjalankan protokol kesehatan dalam aktivitas keseharian. PTLR selama masa pandemi tetap memberikan layanan publik berupa jasa pengelolaan limbah radioaktif walaupun sebagian besar pegawainya bekerja dengan sistem WFH (work from home).  Setelah sistem kerja berganti dengan basis WFO (work from office) dengan penerapan tatanan normal baru, apa saja yang telah dipersiapkan PTLR?

(Jakarta, 16/05/2020) Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) tetap membuka layanan pengolahan limbah untuk masyarakat meski sedang diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Beroperasinya layanan pengolahan limbah radioaktif ini mempertimbangkan faktor keselamatan dan keamanan zat radioaktif yang berpotensi menimbulkan radiasi apabila tidak segera diproses.

Kepala PTLR BATAN, Sumarbagiono mengatakan, berdasarkan ketentuan, limbah radioaktif harus segera diproses dengan mengirimnya ke PTLR, di Kawasan Nuklir Serpong. “Limbah radioaktif berpotensi menimbulkan bahaya radiasi bagi pekerja, masyarakat, dan lingkungan, serta berpotensi disalahgunakan sehingga pengelolaannya harus diprioritaskan,” kata Sumarbagiono, Jumat (15/05).

LAPORKAN GRATIFIKASI, SUAP, KORUPSI MELALUI ANDROID



Layanan Limbah Radioaktif



Pengaduan Masyarakat



Portal Sistem Informasi



Statistik Pengunjung

Live Visitors Counter

Hubungi Kami

Pusat Teknologi Limbah Radioaktif - Badan Tenaga Nuklir Nasional

Gedung 50 Kawasan PUSPIPTEK Serpong Tangerang Selatan 15310 INDONESIA

Telp. (021) 7563142 , Fax. (021)7560927

website: www.batan.go.id/ptlr

email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. 

atau Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.