Slide Persepsi Korupsi
Slide WBK WBBM
Slide item 2
Slide item 1

Pelaksanaan pelayanan oleh PTKMR kepada pelanggan dilakukan berdasarkan Standar Pelayanan yang berlaku di PTKMR yang ditetapkan oleh Kepala PTKMR dengan memperhatikan Peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia.

Slide item 6

PTKMR menyatakan "STOP" dan "TIDAK" untuk GRATIFIKASI, SUAP, dan KORUPSI.

(Jakarta, 14/10/2020) Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi (PTKMR) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) tetap membuka layanan jasanya kepada masyarakat di tengah pandemi covid-19 dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Hal ini disampaikan Plt. Kepala PTKMR, Heru Prasetyo pada acara temu pelanggan PTKMR secara daring, Rabu (14/10).

Heru Prasetyo mengatakan, kegiatan temu pelanggan ini digelar secara rutin minimal sekali dalam setahun, namun kali ini dikemas berbeda dengan tahun sebelumnya. Pasalnya, di tengah pandemi covid-19 ini tidak memungkinkan melakukan pertemuan secara on-site maka kali ini diadakan secara daring.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan pertama temu pelanggan yang diselenggarakan secara daring, dan ini menjadi pelajaran bagi kita semua kedepan dalam melakukan pertemuan tidak secara fisik,” kata Heru.

Namun demikian ujar Heru, temu pelanggan secara daring ini diharapkan tidak membatasi para pelanggan untuk menyampaikan saran dan masukan guna meningkatkan layanan di PTKMR. Melalui temu pelanggan ini, selain dijadikan sebagai ajang silaturahmi antara penyedia layanan dengan pelanggannya, juga sebagai ajang mengevaluasi layanan yang selama ini diberikan oleh PTKMR.

Menghadapi situasi pandemi covid-19 ini, Heru menegaskan, PTKMR tetap memberikan layanan terbaiknya kepada pelanggan tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. “PTKMR sebagai unit kerja yang melayani masyarakat akan merespon kondisi ini dengan mengubah pola kerja demi memberikan layanan yang optimal dan manfaat kepada para pelanggan tentunya dengan memperhatikan protokol kesehatan di masa pandemi ini,” tambahnya.

Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan mengatakan, sebagai salah satu unit kerja di BATAN, PTKMR termasuk paling banyak memberikan layanan kepada masyarakat terkait kalibrasi, radiasi dan hal lain yang terkait dengan metrologi radiasi. Tugas yang diemban PTKMR ini selain menjadi kewajiban yang tertuang dalam peraturan juga untuk melindungi masyarakat dan pengguna iptek nuklir dari berbagai kemungkinan bahaya yang ditimbulkan oleh penggunaan zat radioaktif atau sumber radioaktif.

“Di satu sisi kita berharap iptek nuklir mampu menjadi solusi dalam penyelesaian masalah yang dihadapi masyarakat dan negara dalam mebangun bangsa ini, tapi disisi lain pemanfaatan iptek nuklir selalu dilakukan dalam pertimbangan keselamatan yang tinggi,” kata Anhar.

Untuk mengemban tugas itulah, menurut Anhar, PTKMR perlu meningkatkan dua hal yakni kompetensi teknis dan perbaikan layanan secara terus menerus. Kedua hal ini merupakan kunci bagi PTKMR dalam meningkatkan kualitas layanannya kepada para pelanggan.

Peningkatan kompetensi teknis ini sangat dibutuhkan, mengingat perkembangan teknologi nuklir di dunia sangat cepat, sehingga sebagai unit kerja yang melakukan kalibarasi terhadap peralatan yang berkaitan dengan teknologi nuklir, harus selalu mengikuti perkembangannya. “Beberapa rumah sakit atau industri mendatangkan peralatan dengan teknologi yang baru. Ini menjadi tantangan bagi PTKMR untuk mengikuti perkembangannya agar ketika mereka melakukan kalibrasi alat, kita sudah menguasai teknologinya,” tambahnya.

Terkait dengan peningkatan layanan, Anhar berpesan agar PTKMR selalu memperhatikan kebutuhan dari para pelanggan, memberikan layanan dengan cepat, tidak diskriminatif, dan memberikan yang terbaik. Ini memang tidak mudah, tapi demi meningkatkan kualitas layanan yang lebih baik, hal ini harus ditempuh.

“Bukan hanya PTKMR tapi seluruh unit kerja yang ada di BATAN harus berkomitmen untuk terus menerus memperbaiki layanan publiknya. Oleh karena itulah ajang temu pelanggan ini dapat dijadikan sebagai ajang untuk mendapatkan masukan dari seluruh pengguna jasa layanan untuk perbaikan,” jelas Anhar.

Tujuan akhir dari layanan ini tentunya agar iptek nuklir mampu memberikan kontribusi kepada masyarakat dalam pembangunan nasional. Hal ini selaras dengan visi BATAN yakni nuklir untuk meningkatkan daya saing guna mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong. (Pur)