Slide Persepsi Korupsi
Slide WBK WBBM
Slide item 2
Slide item 1
Slide item 3
Slide item 6

(Bali, 9/8/2019). Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi (PTKMR) BATAN berpartisipasi dalam penyelenggaraan Nuclear Medicine Workshop dalam rangkaian the 17th South-East Asia Congress of Medical Physics (SEACOMP), yang sekaligus merupakan Acara Pertemuan Ilmiah Tahunan Fisika Medis dan Biofisika (PITFMB) yang ke tiga. Sejak tahun 2017, PITFMB secara rutin diselenggarakan oleh Afiliasi Fisikawan Medis Indonesia (AFISMI) dan Afiliasi Institusi Pendidikan Fisika Medik Indonesia (AIPFMI).

Tahun 2019, PITFMB diselenggarakan bersamaan dengan the 17th South-East Asia Congress of Medical Physics (SEACOMP), dengan tema konggres “Improvement on Patient Care and Safety through the innovation in Medical Physics”. Didalam rangkaian acara SEACOMP, terdapat workshop kedokteran nuklir dimana pembicara dari PTKMR berpartisipasi sebagai narasumber untuk topik “Radiation Safety in Nuclear Medicine Facilities” dan “The Role of PTKMR BATAN in Radionuclide Metrology for Nuclear Medicine Field”.

Sebagai narasumber untuk topik “Radiation Safety in Nuclear Medicine Facilities”, Nur Rahmah Hidayati menyampaikan pentingnya acuan standar internasional sebagai pedoman untuk menerapkan keselamatan radiasi dalam kedokteran nuklir, yaitu dengan mengacu beberapa dokumen IAEA diantaranya “IAEA General Safety Requirements Part 3 (IAEA GSR Part 3)” , IAEA Specific Safety Guide no.46 berjudul “Radiation Protection and Safety in for Medical Uses of Ionizing Radiation” dan “Release of Patients after Radionuclide Therapy, Safety Series no. 63”. Selain itu disampaikan implementasi Peraturan Kepala BAPETEN No. 17 Tahun 2012 tentang Keselamatan Radiasi dalam Kedokteran Nuklir. Di akhir pemaparan disampaikan bahwa semua pemanfaatan radiasi di bidang medis harus memaksimalkan manfaat dari pemakaian radiasi dengan menekan resiko yang semininimal mungkin dalam batas yang dapat diterima (prinsip ALARA).

Pada topik Radiation Safety in Nuclear Medicine Facilities dan the Role of PTKMR BATAN in Radionuclide Metrology for Nuclear Medicine Field, Agung Agusbudiman menyampaikan pentingnya peran metrology dan standarisasi radiasi dalam keselamatan radiasi di kedokteran nuklir. Hal ini disebabkan oleh adanya faktor-faktor ketidakpastian dalam proses pengukuran radiasi. Sehingga diperlukan adanya kalibrasi alat ukur radiasi untuk dibandingkan dengan sumber standar radiasi yang tertelusur ke standar internasional. Dalam hal ini Laboratorium Metrologi Radiasi PTKMR merupakan laboratorium yang telah ditunjuk oleh IAEA sebagai Laboratorium Dosimetri Standar Sekunder (Secondary Standard Dosimetry Laboratory, SSDL) sejak tahun 1986 dan ditunjuk sebagai laboratorium dosimetri tingkat nasional oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir dengan Perka BAPETEN No. 1 tahun 2006.