Slide item 1

Faktor keselamatan terhadap para pekerjanya selalu menjadi prioritas utama sehingga setiap pekerja wajib menggunakan dosimeter film atau dosimeter termoluminisensi (TLD) saat bertugas

Slide item 2

Faktor manusia serta budaya keamanan adalah faktor yang sangat penting dalam menjamin keamanan di fasilitas tersebut dan keselamatan personil itu sendiri.

Slide item 3

Faktor keselamatan lingkungan dan daerah kerja juga tak luput menjadi fokus penelitian di Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi.

Slide item 4

Faktor keselamatan lingkungan dan daerah kerja juga tak luput menjadi fokus penelitian di Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi.

Slide item 5

PTKMR berupaya untuk meningkatkan pelayanan dengan mengadakan Temu Pelanggan setiap tahunnya.

(Bali, 9/8/2019). Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi (PTKMR) BATAN berpartisipasi dalam penyelenggaraan Nuclear Medicine Workshop dalam rangkaian the 17th South-East Asia Congress of Medical Physics (SEACOMP), yang sekaligus merupakan Acara Pertemuan Ilmiah Tahunan Fisika Medis dan Biofisika (PITFMB) yang ke tiga. Sejak tahun 2017, PITFMB secara rutin diselenggarakan oleh Afiliasi Fisikawan Medis Indonesia (AFISMI) dan Afiliasi Institusi Pendidikan Fisika Medik Indonesia (AIPFMI).

Manado (30/07/2019). Bertempat di aula Gedung Pusat Jantung, Pembuluh Darah dan Otak Terpadu (CVBC) RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou, Manado, pada tanggal 30 Juli 2019 telah diadakan Forum Diskusi Proteksi Radiasi Di Bidang Medik. Dalam sambutannya, dr. Celestinus Eigya Munthe, SpKJ, M.Kes, selaku Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou, menyambut gembira atas pelaksanaan Forum Diskusi ini.

(Yogyakarta, 16/07/2019). Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi (PTKMR) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), menggelar Workshop Petugas Proteksi Radiasi (PPR). Workshop ini merupakan ke - 5 kalinya yang rutin diselenggarakan PTKMR sejak tahun 2015. Workshop ini menjadi ajang komunikasi serta saling bertukar ilmu dan pengalaman terkait keselamatan kerja dan proteksi radiasi di BATAN. 

Merujuk pada Peraturan Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) Nomor 16 Tahun 2014, tentang Surat Izin Bekerja Petugas Tertentu yang Bekerja di Instalasi yang Memanfaatkan Sumber Radiasi Pengion, PPR didefinisikan sebagai petugas yang ditunjuk oleh Pemegang Izin dan oleh BAPETEN dinyatakan mampu melaksanakan pekerjaan yang berhubungan dengan proteksi radiasi.

(Jakarta, 26/04) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), mensosialisasikan Peraturan Pemerintah terbaru nomor 8 tahun 2019 terkait penyesuaian tarif atas jenis layanan Pemasukan Negara Bukan Pajak (PNBP) BATAN yang telah diundangkan pada tanggal 28 februari 2019 lalu. Penyesuaian ini dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa hal seperti kenaikan nilai tukar rupiah, kenaikan biaya pemeliharaan peralatan dan operasional, penyesuaian tarif jasa dengan kondisi harga pasar dan untuk meningkatkan kualitas layanan.

Poin terakhir diatas menjadi pokok penting yang disampaikan oleh Deputi Bidang Sains dan Aplikasi Teknologi Nuklir, Efrizon Umar saat membuka acara Temu Pelanggan Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi (PTKMR) yang diadakan di hotel Sahid, Yogyakarta (25/4).


(Yogyakarta, 12/2/2019) Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah diterapkan di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), secara otomatis akan menimbulkan potensi bahaya yang semakin kompleks dan beragam. Karenanya BATAN terus berupaya  melakukan pengendalian resiko K3 melalui berbagai pendekatan baik secara teknis, teknologis dan sistematis.

Dalam rangka mengampanyekan bulan K3 nasional, BATAN menggelar serangkaian kegiatan rutin sejak 12 januari s.d 12 februari 2019. Rangkaian kegiatan tersebut berupa pembinaan dan peningkatan kompetensi personil K3  melalui kegiatan donor darah, seminar kesehatan, lomba tanggap darurat, lomba rangking 1 terkait pengetahuan K3 dan ditutup dengan penyelenggaran lokakarya.

Sebagai puncak acara peringatan bulan K3 2019, lokakarya mengusung tema  “Mari perkuat budaya keselamatan dengan menerapkan Sistem Manajemen BATAN untuk kerja selamat, sehat, aman, dan berkualitas”. Lokakarya ini digelar di auditorium Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir, Yogyakarta, (12/02).