Slide Persepsi Korupsi
Slide WBK WBBM
Slide item 2
Slide item 1
Slide item 6

PTKMR menyatakan "STOP" dan "TIDAK" untuk GRATIFIKASI, SUAP, dan KORUPSI.

(Jakarta, 08/04/2021). Setelah melakukan vaksinasi COVID-19 dosis pertama pada hari Kamis (18/03) lalu, hari ini Kamis (08/04) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melaksanakan vaksinasi COVID-19 dosis kedua bagi para pegawainya yang bekerja di Kawasan Nuklir Kantor Pusat dan Kawasan Nuklir Pasar Jumat, yang dilaksanakan di area Gedung Utama, Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi BATAN, Kawasan Nuklir Pasar Jumat, Jakarta.

Ketua Panitia pelaksana vaksinasi COVID-19 BATAN, Heru Prasetio menyampaikan bahwa pada hari ini akan dilakukan vaksinasi terhadap 905 orang pegawai dengan rincian  sejumlah 858 orang akan menerima vaksin COVID-19 dosis kedua dan 47 orang menerima vaksin COVID_19 dosis pertama.

“Sebanyak 47 orang yang menerima vaksin dosis pertama pada hari ini adalah mereka yang karena satu dan lain hal tidak dapat mengikuti vaksin pertama sesuai jadwal pada 18 Maret lalu. Mereka nanti  akan mendapatkan vaksinasi dosis kedua di R.S. Prikasih, sehingga semuanya akan menerima vaksin secara lengkap, dosis pertama maupun dosis kedua,” ucap Heru.

Dalam kesempatan ini Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan menyampaikan rasa syukurnya bahwa sejauh ini seluruh pegawai BATAN yang telah mengikuti vaksinasi COVID-19 dosis pertama tidak ada yang mengalami gejala penyerta yang serius.

“Meskipun kemudian terdapat satu dua orang yang kemudian terinfeksi  positif COVID-19, tetapi tidak menimbulkan gejala yang serius,”ujar Anhar.

Anhar berpesan bahwa vaksinasi ini adalah salah satu upaya untuk memutus rantai penyebaran COVID-19, tetapi bukan berarti segalanya, sehingga setelah divaksin kemudian melupakan protokol Kesehatan.

(Jakarta, 11/02/2021). Pandemi COVID-19 membuat masyarakat harus beradaptasi dengan kebiasaan baru, termasuk bekerja dari rumah (Work From Home). Tujuannya adalah untuk menekan penularan infeksi COVID-19. Namun, kebijakan WFH juga berdampak pada munculnya gaya hidup sedentary atau bahasa kekiniannya adalah mager alias malas gerak, yaitu kurangnya aktivitas fisik seseorang.

“Jika inaktivitas fisik ini tidak diimbangi dengan kegiatan fisik, maka semua sistem dalam tubuh akan terlibat, seperti kekakuan pada otot, sirkulasi darah yang kurang lancar, intoleransi glukosa, hingga penurunan sistem imun. Padahal justru saat pandemi COVID-19 seperti saat ini sebisa mungkin jangan melakukan hal-hal yang dapat menurunkan imun,” jelas dr. Irfany Khairunnisa, dari klinik Kawasan Nuklir Pasar Jumat, Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi (PTKMR) BATAN, pada webinar Sosialisasi Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Selasa (11/02), melalui Konferensi Video Zoom.


(Jakarta, 11/11/2020). Menurut data United Nations Scientific Committee on the Effects of Atomic Radiation (UNSCEAR) tentang paparan radiasi global, 80% paparan radiasi di seluruh dunia berasal dari radiasi alam. Sedangkan sisanya, 20% didominasi oleh paparan buatan. Namun, paparan buatan ini didominasi oleh paparan radiasi dalam dunia kedokteran.

Begitu pula di Indonesia, berdasarkan data perizinan pemanfaatan radiasi milik Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), 50% dari pemanfaatan izin yang ada dimiliki oleh pengguna izin di bidang medis. Hal ini memperlihatkan bahwa paparan medis merupakan paparan yang signifikan menyumbang peran dalam paparan radiasi global. Hal ini disampaikan Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Anhar Riza Antariksawan pada International Conference and School on Physics in Medicine and Biosystems (ICSPMB) 2020, melalui Konferensi Video Zoom, Jumat (06/11).

(Jakarta, 05/11/2020). Delegasi Indonesia menghadiri pelaksanaan Sidang ke-67 United Nations Scientific Committee on the Effects of Atomic Radiation (UNSCEAR) yang dilaksanakan pada tanggal 2 hingga 6 November 2020. Sidang tahunan ke-67 UNSCEAR ini diselenggarakan secara virtual dengan dikoordinasikan oleh Sekretariat UNSCEAR di Wina, Austria, setelah sebelumnya mengalami penundaan dari agenda semula pada tanggal 13-17 Juli 2020 dengan pertimbangan keselamatan para delegasi negara anggota UNSCEAR selama pandemi COVID-19. Sidang tahunan ke-67 UNSCEAR dihadiri oleh lebih dari 132 peserta yang berasal dari 21 negara anggota dan organisasi internasional.