PUSAT DISEMINASI DAN KEMITRAAN
LAYANAN KUNJUNGAN
BEBAS BIAYA TANPA SUAP,PUNGLI DAN NO GRATIFIKASI

Jakarta (21/12/2020). Untuk mendapatkan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) tidaklah mudah, harus ada komitmen semua unsur untuk mencapainya. Setiap unsur sebagai bagian dari unit kerja harus memiliki motivasi untuk mengubah mindset dari dilayani menjadi melayani. Karena selama ini sebagian besar Aparatur Sipil Negara (ASN) sudah merasa berada di zona nyaman, sehingga sulit untuk di ajak berubah meskipun sedikit saja.

Demikian disampaikan Kepala Pusat Diseminasi dan Kemitraan Eko Madi Parmanto, yang pada tanggal 21 Desember 2020 kemarin, saat menerima predikat WBK dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

(Jakarta, 07/12/2020) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) memasuki usia ke-62 tahun, terus memacu penguasaan teknologi nuklir untuk meningkatkan kontribusi dalam mendukung keberhasilan pembangunan nasional. Melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang ke – 4 dan Rencana Strategis BATAN periode 2020 – 2024, program riset dan inovasi teknologi nuklir didorong untuk lebih berkontribusi dalam prioritas pembangunan nasional terutama di bidang kesehatan, pertanian dan pangan, industri, lingkungan, material maju, dan energi.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang P.S Brodjonegoro, berharap, di usia yang ke - 62 tahun ini, seluruh peneliti, perekayasa, dan pegawai BATAN terus bersemangat berkarya dan berinovasi di bidang teknologi nuklir untuk peningkatan kesejahteraan. “Seluruh kegiatan riset dan inovasi sudah semestinya mampu menjawab tantangan kebutuhan masyarakat terutama terhadap kebutuhan pangan, kesehatan, energi, dan lingkungan yang bersih,” ujar Menristek BRIN dalam sambutannya pada acara Gelar Teknologi BATAN 2020 secara daring, Senin (07/12).

Menurut Menristek/Kepala BRIN, upaya pemenuhan kebutuhan rakyat merupakan tujuan utama pembangunan nasional. Untuk itulah, seluruh jajaran pemerintah harus hadir untuk membantu rakyat sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Pelatihan pembuatan IMR dalam rangka komersialisasi produk litbang BATAN, Serang (26/11/2020)

 Serang (26/11/2020) Pusat Diseminasi dan Kemitraan bekerjasama dengan CV Gesan Compay telah menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Inoculant Microba Rhizosfer (IMR) di Serang pada tanggal 26 November 2020. Maksud diselengarakan kegiatan ini yaitu dalam rangka hilirisasi dan komersialisasi produk Inoculant Microba Rhizosfer (IMR) BATAN. CV Gesan Compay merupakan perusahaan yang akan memproduksi dan memperbanyak produk IMR secara komersil.

“Dengan pelatihan ini, kami berharap CV Gesan Company mengetahui cara memproduksi IMR dan dapat memasarkannya kepada pengguna”, ujar Koordinator Manajemen Inovasi dan Kemitraan, Rismiyanto dalam sambutannya.

 IMR merupakan pupuk hayati berbasis mikroba yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap pemakaian pupuk kimia, dapat digunakan untuk meremajakan dan menyuburkan tanah kembali serta terbukti dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman.