HUTRI75
hani2020

International Day Against Drug

26 June 2020

Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 22/10/2020), “Fokus BATAN saat ini adalah memperbanyak hasil litbang yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, hasil yang berpotensi untuk dikembangkan lebih banyak lagi agar dapat dilakukan hilirisasi dan dikomersialkan” jelas Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan dihadapan awak media dalam konferensi pers yang dilaksanakan di Ruang Utama Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi BATAN di Kawasan Nuklir Pasar Jumat, Jakarta dan diikuti pula secara daring melalui aplikasi meeting, Kamis (22/10).

“Pertanian menjadi pendukung dari kegiatan Prioritas Riset Nasional yang ada dibawah koordinasi Batan. Oleh karena itu, BATAN dalam lima tahun ini melakukan kegiatan – kegiatan yang sudah diamanatkan dalam Prioritas Riset Nasional, kegiatan utamanya itu namun tetap melakukan kegiatan – kegiatan yang menjadi dasar kompetensi BATAN untuk mempertahankan dan meningkatkan kompetensi tersebut”, jelas Anhar.

 “Kegiatan Prioritas Riset Nasional sudah dituangkan dalam Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2019. Batan mendapat kehormatan menjadi koordinator dalam tiga bidang dan dibidang-bidang yang lain sebagai pendukungnya” paparnya.

(Jakarta, 12 Agustus 2020). Sterilisasi adalah proses yang sangat krusial dan urgent untuk kesehatan kita semua, terutama pada masa pandemi covid sekarang ini. Sterilisasi dengan metode radiasi adalah teknik yang sudah sangat matang dan establish di berbagai negara termasuk Indonesia. Untuk membahas hal tersebut Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) menyelenggarakan seminar daring  dengan tema “Aplikasi Isotop dan Radiasi untuk Sterilisasi Produk Kesehatan dan Herbal” yang disiarkan live melalui konferensi video Zoom dan Youtube Humas BATAN, Rabu (12/08).

Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan dalam sambutannya menyampaikan bahwa aplikasi iptek nuklir untuk sterilisasi produk kesehatan dan herbal di Indonesia memiliki prospek yang sangat bagus, namun masih terkendala dengan ketersediaan fasilitas iradiasi yang saat ini dirasa masih kurang.

“Iradiasi untuk sterilisasi produk kesehatan dan herbal sebetulnya punya prospek sangat bagus, tapi kesempatan untuk semua produk kesehatan dan produk herbal itu bisa diiradiasi agar steril, itu masih sangat sedikit. Kenapa? Karena memang fasilitas iradiasi yang ada di Indonesia juga sangat sedikit,” kata Anhar.

(Jakarta, 06/08/2020). Material Fungsional adalah material atau bahan yang mempunyai sifat material itu sendiri namun dapat memberikan suatu fungsi yang spesifik. Untuk membahas material fungsional tersebut, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) menggelar seminar daring  dengan tema “Aplikasi Teknologi Nuklir untuk Pembuatan Material Fungsional” melalui aplikasi video conference dan disiarkan secara langsung melalui Youtube Humas BATAN, Rabu (05/08).

Deputi Bidang Sains dan Aplikasi Teknologi Nuklir (SATN) BATAN, Efrizon Umar dalam sambutannya mengatakan, aplikasi teknologi nuklir, khususnya dalam pemanfaatan teknologi isotop dan radiasi untuk material fungsional saat ini sudah mencapai seluruh lapisan masyarakat.

“Banyak sekali material-material fungsional yang sudah beredar di pasaran yang sebenarnya tanpa diketahui oleh masyarakat dalam prosesnya terlibat peran teknologi nuklir. Sebagai contoh misalnya, pemanfaatan aplikasi isotop dan radiasi pada material oligo kitosan, polimer, plastik mudah urai dan juga material penyerap air,” kata Efrizon.

(Jakarta, 24/07/2020). Aplikasi teknologi nuklir, dalam hal ini isotop dan radiasi, telah dimanfaatkan di bidang pertanian, salah satunya teknik perunutan isotop dalam penentuan dinamika unsur hara. Seperti diketahui, terdapat 16 unsur hara yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman, diantaranya karbon, hidrogen, dan oksigen yang berasal dari udara dan air, serta nitrogen, fosfor, kalsium dan 10 unsur lainnya yang dipasok oleh mineral tanah dan bahan organik tanah, juga dari penambahan pupuk organik dan anorganik.

Teknik perunutan isotop diperlukan agar adanya efisiensi sumber daya bagi produktivitas lahan dan produksi tanaman. Hal ini disampaikan peneliti Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Ania Citraresmini, pada Seminar Daring yang bertajuk Teknik Perunutan Isotop dalam Penentuan Dinamika Unsur Hara, yang disiarkan live melalui video konferensi Zoom dan Youtube, Jumat (24/07).

(Jakarta, 21/07/2020). Bagi sebagian orang, mendengar kata nuklir adalah sesuatu yang menakutkan. Namun di Indonesia, pemanfaatan teknologi nuklir telah diaplikasikan di berbagai sektor kehidupan. Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menyelenggarakan Seminar Daring bertajuk “Aplikasi Teknik Nuklir dalam Kajian Produksi dan Kesehatan Ternak”, yang disiarkan secara live melalui video konferensi Zoom dan Youtube Humas BATAN.

Seminar ini bertujuan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) nuklir khususnya bidang pertanian. Aplikasi teknik nuklir digunakan untuk menunjang program peternakan nasional berupa pakan, tata laksana reproduksi, dan program kesehatan ternak. Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan mengakui, teknologi nuklir untuk peternakan belum banyak dikenal masyarakat luas.

“Aplikasi teknik nuklir pada ruminansia (hewan pemamah biak) telah dikembangkan untuk mendukung inseminasi buatan dan pengembangan vaksin. Hanya saja gaungnya kurang. Ini menjadi tantangan bagi BATAN melalui Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) agar hasil-hasil iptek nuklir lebih membumi,” ujar Anhar saat membuka seminar.