Slide item 2

Pertemuan Tingkat Menteri ke-13 FNCA (13th Ministerial Level Meeting) diselenggarakan di Hotel LeMeredien Jakarta, Indonesia pada tanggal 24 November 2012

Slide item 4

BATAN telah mendapatkan puluhan hak PATEN sebagai pengakuan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HaKI) dalam berbagai karya dan inovasi para penelitinya

Slide item 5

Dirjen IAEA, Yukiya Amano mengunjungi fasilitas laboratorium Non Destructive Investigation (NDI) PAIR - BATAN

Slide item 5

Penyimpangan? Awasi, Amati, Laporkan

Jangan tunda, Lapor jika anda mengetahui Korupsi, Gratifikasi, Fraud dan Pelanggaran Kode Etik. Laporkan ke inspektorat@batan.go.id

Slide item 6

Dengan kerja nyata, bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa maju, menjadi bangsa yang berdaulat, mandiri dan berbudaya

(Jakarta, 11/02/2015). Melalui kerjasama yang dibangun antara lembaga riset dengan perusahaan yang memiliki pengalaman dalam mengembangkan teknologi reaktor untuk pembangkit listrik, BATAN telah menandatangani kerjasama riset dengan DCNS Perancis. DCNS adalah perusahaan Perancis yang bergerak dalam bisnis pembangkit energi dan memiliki pengalaman luas selama 40 tahun dalam mengembangkan tenaga nuklir untuk pembangkit listrik di wilayah Eropa. Penandatanganan kerjasama dilakukan oleh Dr. Djarot Sulistio Wisnubroto, KepalaBATAN dengan M. Thierry Kakanquin, Senior Vice President DCNS di Kantor Menteri Koordinator Kemaritiman, disaksikan oleh Menko Kemaritiman, Dubes Perancis untuk Indonesia dan Deputi Kepala BATAN.

Tujuan kerjasama adalah untuk melakukan penguasaan teknologi yang terkait dengan bidang energi dan pengembangan industri di daerah lepas pantai. Kerjasama ini sejalan dengan program pemerintah yang akan mengembangkan wilayah Indonesia terutama di daerah-daerah tertinggal dan daerah yang wilayahnya memiliki karakteristik kepulauan. Pengalaman DCNS dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan penguasaan teknologi Indonesia dalam mendisain dan membangun reaktor daya listrik yang sesuai untuk daerah-daerah tersebut.

DCNS telah mengembangkan Flexblue System, yaitu jenis reaktor modular kecil (Small Modular Reactor) yang dapat dibangun dibawah laut dan listriknya dapat digunakan untuk mensuplai kebutuhan listrik di pulau-pulau terpencil dan kawasan industri yang berada di lepas pantai. Reaktor ini dilengkapi dengan sistem keselamatan intrinsik yang dapat menahan terjadinya bencana alam yang serius, seperti tsunami dan gempa bumi.

Diharapkan kerjasama ini dapat mendukung program pemerintah yang memiliki visi mewujudkan kemandirian energi dengan merencanakan untuk membangun pembangkit listrik dengan kapasitas daya 35.000 Mwe hingga tahun 2019. BATAN sebagai lembaga yang mensuport teknologi akan mendukung program tersebut dengan mengusulkan digunakannya tenaga nuklir sebagai pembangkit listrik mengingat sumber energi lain, khususnya fosil sudah mulaimenipis. Penggunaan tenaga nuklir akan dapat menghemat penggunaan energi fosil sekaligus dapat berkontribusi dalam mengurangi tingkat polusi udara yang disebabkan karena pembakaran bahanbakar fosil. (Eko Madi Parmanto)