pnbp alur
bimbingan1
pkl1
pnbp1

(Serpong, 1 Juli 2019) Dosen dan mahasiswa Pascasarjana Program Teknologi Hasil Hutan Institut Pertanian Bogor, (IPB) pada hari Senin 1 Juli 2019 mengadakan kunjungan ke Pusat Sains dan Teknologi Bahan Maju (PSTBM) BATAN. Kunjungan tersebut dipimpin oleh Dr. Lina Karlinasari S. Hut, MSc. selaku dosen dan diikuti oleh sejumlah mahasiswa pascasarjana S2 dan S3. Peserta kunjungan yang merupakan para mahasiswa PMDSU (Program Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul) dari Kemenristekdikti mengikuti presentasi dan kunjungan ke fasilitas PSTBM. Kunjungan ke laboratorium Bidang Sains Bahan Maju para peserta mendapatkan penjelasan mengenai SEM-EDS (Scanning Electron Microscope – Energy Dispersive X-ray Spectroscope dan XRD (X-ray Diffraction), Raman Spectroscope, Particle Size Analyzer, UV-Vis Spektrofotometer, dan litbang magnet. Selanjutnya, para mahasiswa juga mendapat penjelasan mengenai pemanfaatan teknologi berkas neutron pada instrument SANS dan HRPD di Bidang Teknologi Berkas Neutron. Para dosen dan mahasiswa juga melakukan diskusi langsung dengan para penanggung jawab terkait cara kerja dan fungsi alat-alat tersebut serta pemanfaatannya dalam penelitian bahan maju.(YP)

(Serpong, 26 Juli 2019) Telah dilaksanakan Supervisi Pusat Unggulan Iptek PUI Pusat Sains dan Teknologi Bahan Maju (PSTBM) “Sains dan Teknologi Baterai dan Magnet”  oleh Tim Pakar yaitu Dr. Azwar Manaf, M.Met (Universitas Indonesia) dan Ir. Budi Susanto Sadiman (Direktur/ Wakil Ketua Industri Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia - Inaplas dan sebelumnya anggota Dewan Riset Nasional) dan Tim Ristekdikti yaitu Edita Diah Triana Dewi, SE dan Umi Salama, S.Kom. Kegiatan Supervisi PUI ini dihadiri oleh seluruh pegawai PSTBM. Dalam sambutannya, Plh. Plt. Kepala PSTBM Dr. –Ing. Arbi Dimyati mengucapkan terimakasih atas kegiatan supervisi yang diagendakan Kemenristekdikti ini dan berharap masukkan dan saran dari Tim Pakar dan Tim Kemenristekdikti untuk turut membangun dan meningkatkan kinerja PUI PSTBM ke depannya.

(Serpong, 12 Juli 2019) Bahan baterai lithium saat ini menjadi perhatian banyak negara di dunia, baik negara industri maju seperti Jepang, Cina, Korea, Amerika Serikat serta negara-negara di Eropa dan lainnya maupun di negara berkembang seperti Indonesia. Banyak kolaborasi nasional maupun internasional dilakukan dalam rangka mendukung tercapainya industri mobil listrik (electric vehicle­-EV) nasional yang berstandar internasional. Telah dilakukan kunjungan ke Laboratorium Baterai Lithium Terintegrasi BSBM PSTBM - BATAN oleh tim konsultan Nomura Research Institute (NRI) Jepang cabang Thailand yaitu Hajime Yamamoto dan Thavinee Virankabutra yang didampingi oleh perwakilan Komite Industri Nasional (KINAS) Kementerian Perindustrian RI yaitu Farah. Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk mengetahui perkembangan litbang baterai nasional serta potensi kerjasama. Prof. Dr. rer. nat. Evvy Kartini selaku Peneliti Ahli Utama litbang baterai menjelaskan perkembangan litbang baterai di Indonesia dan peluang-peluang ke depannya. Hajime Yamamoto menjelaskan tentang perlunya standarisasi dari hasil litbang menuju dunia industri yang saat ini menjadi hal utama pemerintah Jepang dalam membangun industri mobil listrik. Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa hal ini merupakan peluang dibentuknya kerjasama dengan Jepang yang salah satunya melalui skema kerjasama dengan JICA yang harapannya akan difasilitasi oleh Bappenas.

Bandung, 4 April 2019, Pusat Sains dan Teknologi Bahan Maju (PSTBM)-BATAN bekerja sama dengan Departemen Fisika Institut Teknologi Bandung (ITB) menyelenggarakan Kuliah Bersama bagi mahasiswa Program Sarjana dan Pasca Sarjana Fakultas MIPA ITB. Kuliah bersama ini telah dijadwalkan sebanyak 4 kali, setiap hari Kamis dari jam 13.00 s.d. 15.00 bertempat di Departemen Fisika ITB. Delapan (8) topik diberikan pada kuliah tersebut yakni: Introduction to Neutron Diffraction and Scattering, Teknik dan Instrumen Residual Stress Neutron Diffractometer, Teknik dan Instrumen Texture Neutron Diffractometer, Teknik dan Instrumen High Resolution Powder Diffractometer, Teknik dan Instrumen Neutron Triple Axis Spectrometer, Teknik dan Instrumen Small Angle Neutron Spectrometer, Teknik dan Instrumen Neutron Radiography and Tomography, dan Teknik dan Instrumen Neutron Activation Analysis.

(Jakarta, 29/03/2019). Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) berhasil mengembangkan teknologi anti deteksi radar berbasis smart magnet untuk alat utama sistem pertahanan (alutsista) Tentara Nasional Indonesia (TNI). Teknologi anti deteksi radar ini diujicobakan pada kapal Patkamla Sadarin milik TNI Angkatan Laut (TNI AL) di Pantai Mutiara, Jakarta, Jumat (29/03).

Peneliti Pusat Sains dan Teknologi Bahan Maju (PSTBM BATAN), Wisnu Ari Adi mengatakan, penelitian cat anti deteksi radar ini merupakan pengembangan dari kemampuan BATAN dalam mengolah pasir monasit menjadi logam tanah jarang (LTJ) sebagai salah satu material dari smart magnet. Penelitian ini telah dimulai pada tahun 2015. Kemudian, pada tahun 2017, BATAN telah berhasil membuat prototipe skala pilot berupa cat anti deteksi radar yang telah diaplikasikan pada potongan pelat kapal logam dari alumunium dan besi yang tidak dapat dideteksi oleh radar pada frekuensi X-band (8-12 GHz).