pnbp alur
bimbingan1
pkl1
pnbp1

(Serpong, 06/02/2020) Pusat Sains dan Teknologi Bahan Maju (PSTBM)-BATAN bekerjasama dengan Himpenindo - Himpunan Peneliti Indonesia Kota Tangerang Selatan dan LPDP - Lembaga Pengelola Dana Pendidikan Kementerian Keuangan menyelenggarakan acara sosialisasi program LPDP RISPRO - Riset Inovatif Produktif 2020 di Gedung Prof. Dr. Marsongkohadi, PSTBM-BATAN, Kamis 06 Februari 2020. RISPRO adalah program pendanaan riset baik kompetitif maupun inisiatif yang dikelola oleh LPDP Kemenkeu - Kementerian Keuangan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan daya saing bangsa melalui komersialisasi produk/teknologi atau implementasi kebijakan/tata kelola ataupun publikasi.

(Serpong, 12/12/2019) Telah diselenggarakan FGD – Focused Group Discussion dan Simposium PUI – Pusat Unggulan Iptek PSTBM 2019 pada hari Kamis 12 Desember 2019 di Ruang Prof. Dr. Marsongkohadi PSTBM. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperkuat sinergisitas antara PSTBM dengan berbagai lembaga PUI terkait juga memperkuat kerjasama dengan stakeholder baik lembaga pemerintah maupun industri. Hadir pada pertemuan ini adalah Deputi SATN (Sains dan Aplikasi Teknologi Nuklir) BATAN Prof. Dr. Efrizon Umar, pejabat struktural dan fungsional PSTBM, Kepala BBRP2BKP Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan - KKP Kementerian Kelautan dan Perikanan, Balai Besar Keramik Kementerian Perindustrian, Manajer  PT. Nipress, PT. Sigmautama Paint dan PT. Infiniti Energi Indonesia, UI Universitas Indonesia, UNS Universitas Negeri Sebelas Maret, MRS-INA Materials Research Society Indonesia, IMS Indonesia Magnetic Society.

(Bogor, 10/10/2019) Seiring dengan dikeluarkannya peraturan pemerintah terkait kendaraan listrik (PP55/2019) masalah baterai mencuat menjadi issu utama. Baterai lithium-ion dengan berbagai kelebihannya dipandang memiliki peran penting dalam pengembangan kendaraan listrik.  Maka sangat penting untuk mengetahui prinsip dasar baterai lithium-ion dan status penelitiannya di Indonesia saat ini.  PSTBM-BATAN bersama tim konsorsium yang terbentuk di bawah pendanaan kementrian riset dan teknologi telah berhasil mengembangkan baterai lithium ion untuk aplikasi lampu penerangan jalan umum (PJU).  Dalam rangka menyebarluaskan pengetahuan dan membentuk jaringan yang lebih luas, Sebagai pusat unggulan iptek baterai dan magnet PSTBM-BATAN bersama team konsorsium dan perkumpulan Masyarakat Riset Material Indonesia (MRS-INA) telah menyelengarakan workshop internasional baterai lithium ion (1st International Workshop on lithium Ion battery) di Sentul, Bogor pada tanggal 8 Oktober 2019 sampai  9 Oktober 2019. 

(Bogor, 08/10/2019). Masyarakat Riset Material Indonesia (Material Research Society Indonesia/MRS – INA) dan Perhimpunan Masyarakat Riset Material Internasional (International Union of Materials Research Societies/ IUMRS) menggelar konferensi internasional yang menggabungkan antara disiplin ilmu teknologi dan material maju dengan berbagai disiplin ilmu.

Dalam acara ini, Peneliti Pusat Sains dan Teknologi Bahan Maju (PSTBM) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), sekaligus Ketua MRS – INA, Evvy Kartini, mengajak seluruh kalangan baik Pemerintah, Industri, maupun perguruan tinggi untuk bersama-sama mengembangkan dan memanfaatkan baterai litium karya anak bangsa.

“Baterai itu tidak terlepas dari kehidupan kita, jantungnya berbagai peralatan elektronik apapun butuh baterai, karena itu Indonesia harus mandiri dalam energi,” ucap Evvy saat konferensi pers di Hotel Aston, Sentul, Bogor, Selasa (08/10).

(Jakarta, 16/09/2019) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) telah mengembangkan penelitian terkait pemanfaatan logam tanah jarang (LTJ) sebagai bahan baku cat anti deteksi radar. Hal ini disampaikan peneliti BATAN, Wisnu Ari Adi di hadapan para mahasiswa Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah  Jakarta (UMJ) pada seminar nasional dengan tema “Peran Energi Alternatif Dalam Rangka Kesejahteraan Bangsa Dengan Uranium, Thorium, dan Logam Tanah Jarang Sebagai Revolusi Energi Alternatif Masa Depan" di Auditorium UMJ, Cempaka Putih, Jakarta, Sabtu (14/09).

Wisnu Ari Adi, sebagai narasumber dalam seminar tersebut mengatakan, sudah saatnya masyarakat tidak takut lagi dengan nuklir, karena teknologi nuklir telah dimanfaatkan di berbagai bidang baik energi maupun non energi, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Berbicara soal pemanfaatan teknologi nuklir, harusnya kita sudah tidak perlu takut lagi. Nuklir tidak melulu untuk bom atom, melainkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat," ujar Wisnu.

Wisnu mencontohkan, BATAN sebagai lembaga pemerintah BATAN telah melakukan  berbagai penelitian, pengembangan, dan pemanfaatan teknologi nuklir untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui para penelitinya, BATAN telah menunjukkan bahwa nuklir dapat dimanfaatkan di bidang pertanian, kesehatan, industri, dan lingkungan.