pnbp alur
bimbingan1
pkl1
pnbp1

Serpong, 28 Maret 2018, Pusat Sains dan Teknologi Bahan Maju (PSTBM) menyelenggarakan Serah Terima Jabatan Kepala Unit Jaminan Mutu yang dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Ridwan selaku selaku Kepala Pusat Sains dan Teknologi Bahan Maju. Dra . Rina Ramayanti menerima mandat menjadi Kepala Unit Jaminan Mutu menggantikan Irfan Hafid, A.Md. Pak Ridwan menjelaskan bahwa Unit Jaminan Mutu memang menjadi garda terdepan agar mampu meningkatkan produk mutu dari penelitian Pusat Sains dan Teknologi Bahan Maju. Unit Jaminan Mutu berperan penting membantu Kepala Pusat agar Reformasi Birokrasi dilaksanakan dengan sebaik-baiknya agar PSTBM sukses meraih Akrdeitasi KNAPPP dan KAN.

Serpong, 26 Maret 2017, Kunjungan para peneliti dari Fakultas Teknik Universitas Jendral Achmad Yani (UNJANI) ke Pusat Sains dan Teknologi Bahan Maju, Badan Tenaga Nuklir Nasional (PSTBM-BATAN) dalam rangka penjajakan perjanjian kerjasama PENDIDIKAN, PENELITIAN, DAN PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI BAHAN MAJU BERBASIS TEKNIK NUKLIR dilaksanakan pada hari Senin, 26 Maret 2018. Acara dibuka oleh Bapak Prof Dr. Ridwan, selaku Kepala PSTBM. Pada kesempatan ini beliau mengucapkan terimakasih atas kunjungan dari para peneliti Fakultas Teknik Universitas Jendral Achmad Yani (UNJANI) ke PSTBM. Pada kesempatan ini beliau memperkenalkan beberapa staf teknis dan jajarannya, selanjutnya dalam sambutannya beliau menyatakan bahwa pengembangan bahan maju berbasis teknik nuklir ini merupakan kegiatan utama BATAN berskala Nasional, sehingga melalui program kerjasama ini diharapkan dapat diperoleh hasil-hasil penelitian yang berkualitas baik secara nasional dan regional. Disamping itu beliau juga menyampaikan hasil-hasil Litbang di PSTBM lainnya seperti pengembangan Baterai Lithium, Bahan Magnet, Bio Material, Bahan Struktur Reaktor dan Pemanfaatan Instalasi Neutron termasuk Analisis Aktivasi Neutron, dan Radiografi Neutron.

Serpong, Mahasiswi Jurusan Fisika Universitas Lampung atas nama Nurul Hasanah melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) dengan judul Analisis Struktur Kristal BaFe11,9O19 Dengan Teknik Difraksi Neutron Metode Rietveld Menggunakan Perangkat Lunak Fullprof. Metodelogi diawali dengan membuka perangkat lunak FullProf. Kemudian membuat  pcr dengan data yang sudah ada. Setelah itu memberi judul file pcr yang dibuat. Langkah berikutnya mengisi data pada menu pattern dan dilanjutkan mengisi data pada menu phase. Kemudian mengisi data pada menu Refinement  dan mengatur keluarannya (output). Langkah berikutnya yaitu melakukan Refinement terhadap parameter parametrnya. Bila saat refinement muncul warna merah maka hal yang dilakukan adalah mengisi parameter yang berwarna merah di menu constrain. Sedangkan jika parameter  tersebut berwarna biru maka harus dipasangkan dengan parameter lainnya.

Serpong, Mahasiswa Jurusan Fisika Universitas Lampung atas nama Ketut Putra Wijaya melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) dengan judul Analisis Struktur Kristal BaFe12O19 Dengan Teknik Difraksi Neutron Metode Rietveld Menggunakan Perangkat Lunak Fullprof. Metodelogi diawali dengan membuka perangkat lunak FullProf. Kemudian membuat  pcr dengan data yang sudah ada. Setelah itu memberi judul file pcr yang dibuat. Langkah berikutnya mengisi data pada menu pattern dan dilanjutkan mengisi data pada menu phase. Kemudian mengisi data pada menu Refinement  dan mengatur keluarannya (output). Langkah berikutnya yaitu melakukan Refinement terhadap parameter- parameternya. Bila saat refinement muncul warna merah maka hal yang dilakukan adalah mengisi parameter yang berwarna merah di menu constrain. Sedangkan jika parameter  tersebut berwarna biru maka harus dipasangkan dengan parameter lainnya.

Serpong, Mahasiswi Jurusan Fisika Universitas Lampung atas nama Dinda Rizki Amelia melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) dengan judul Pengaruh Proses Anelling dan Quenching Pada Stuktuktur Mikro dan Stuktur Kristal Pada Baja Ferritik Tipe- F1 Bahan Struktur Reaktor Nuklir. Sampel dipotong menggunakan mesin potong hingga menjadi dua bagian.Kemudian setelah dipotong kita panaskan dengan menggunakan alat furnace dengan suhu mencapai 850oC ,setelah itu kita diamkan selama 30 menit, dengan tujuan agar seyiap permukaan sampel mempunyai panas yang merata pada setiap permukaannya selanjutnya kedua sampel kita beri perlakuan yang berbeda-beda, sampel A diberi perlakuan dengan cara diannealing ,sampel B diberi perlakuan dengan cara di quenching. Setelah difurnace kita menggrinding samprl hingga permukaan halus dan mengkilap seperti kaca dan dipholising menggunakan mesin grinder polhiser. Setelah itu kita etsa menggunakan larutan kalinng no.2 ,tujuan nya agar pada saat dilakukan uji menngunakan Mikroskop Optik terlihat butir dan batas butirnya. Setelah sampel selesai direparasi ,kemudian sampel kita uji dengan menggunakan alat uji , alat uji yang dipakai pada percoaan saya ini yang pertama menggunakan mikroskop optik, X-Ray Diffractio (XRD), kemudian yang terakhir menngunakan Scanning Electrone Mikroscope (SEM).