pnbp alur
bimbingan1
pkl1
pnbp1

(Serpong, 09/09/2020) Tim NKM PSTBM kembali mengadakan acara Sharing Knowledge Online (SKO) yang kelima melalui platform Zoom, khusus untuk internal PSTBM. SKO kali ini mengangkat topik tentang pengetahuan umum tentang PSTBM meliputi penyampaian Renstra dan pengenalan fasilitas-fasilitas yang ada di PSTBM. Hal ini bertujuan agar seluruh staf PSTBM dapat mengenal lebih dekat pusat tempat bekerja. 

SKO kali ini begitu istimewa karena diisi oleh para Top Manajemen PSTBM dan dibuka oleh Deputi SATN, Bapak Prof. Dr. Efrizon Umar, MT. Pak Efrizon memaparkan tentang kondisi terkini di kedeputian SATN serta menyambut baik pelaksanaan sharing knowledge yang diadakan di PSTBM. Beliau juga berharap agar PSTBM mengadaan acara semacam ini yang juga dibuka untuk umum. Materi pertama disampaikan oleh Dr. Abu Khalid Rivai terkait Renstra PSTBM dan peralatan di Bidang Sains Bahan Maju (BSBM). BSBM memiliki banyak peralatan canggih yang mampu mendukung penelitian di bidang bahan maju, mulai dari sintesis hingga karaterisasi yang meliputi berbagai sifat bahan. Kemudian Bapak Dr. Eng. Iwan Sumirat menyampaikan materi terkait Fasilitas Neutron yang ada di Bidang Teknologi Berkas Neutron (BTBN).

Indonesia patut berbangga karena memiliki fasilitas neutron satu-satunya di Asia Tenggara dan satu dari 5 negara di benua Asia yang memilikinya bersama Jepang, Korea, India, dan Tiongkok. Bapak Dr.-ing Arbi Dimyati menjadi pemateri terakhir menyampaikan materi terkait peralatan sistem dukung di Bidang Keselamatan Kerja dan Keteknikan (BK2K). Alat penghasil nitrogen cair yang berada di BK2K adalah satu-satunya di Kawasan Puspiptek.

Selain itu, SKO kelima ini mengusung konsep Televideo-conference dimana seluruh pembicara berada di satu ruangan dan video ditayangkan secara live, tentunya dengan tetap mematuhi protocol Covid-19. “Staf Bertanya, Manajemen Menjawab”, Begitulah kira-kira istilah yang menggambarkan berlangsungnya sesi tanya jawab. Jumlah peserta yang hadir pecah rekor mencapai 80 orang. Begitu menariknya SKO ini, Pak Efrizon yang pada awalnya memiliki agenda lain menjadi tertarik dan berkenan meluangkan waktunya untuk mengikuti acara ini sampai selesai serta memberikan Closing Statement sehingga lengkapkah SKO ini dibuka dan ditutup oleh Beliau. (MPMA)