pnbp alur
bimbingan1
pkl1
pnbp1

(Jakarta, 17/08/2019). Peneliti Pusat Sains dan Teknologi Bahan Maju (PSTBM) BATAN, Wisnu Ari Adi menerima tanda kehormatan Satya Lancana Wira Karya dari Pemerintah bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke 74. Wisnu menerima tanda kehormatan ini sebagai penghargaan atas darma baktinya terhadap negara dan bangsa Indonesia, yakni berperan aktif dalam mengembangkan sains bahan industri nuklir dan bahan maju berbasis teknologi nuklir, melalui pengolahan mineral monasit menjadi Logam Tanah Jarang (LTJ) oksida yang dijadikan sebagai bahan pembuatan cat anti deteksi radar, sehingga meningkatkan daya saing industri nasional dan pertahanan nasional.

“ini adalah karunia Tuhan memberikan jalan untuk bisa membuktikan bahwa BATAN itu unggul, baik bidang pertanian, kesehatan, industri, lingkungan, energi, termasuk teknologi bahan maju yang berperan dalam pertahanan nasional,” ucapnya saat ditemui usai mengikuti upacara bendera memperingati HUT Kemerdekaan RI ke – 74, di Kawasan Nuklir Pasar Jumat, Jakarta, Sabtu (17/08).

Lebih lanjut ia mengatakan, penghargaan ini diberikan atas keberhasilan ia dan timnya dalam mengembangkan cat anti deteksi radar berbasis smart magnet dengan memanfaatkan logam tanah jarang oksida sebagai salah satu materialnya, untuk alutsista kapal milik Tentara Nasional Indonesia (TNI).

“Pada bulan Maret lalu kita sudah ujicobakan pada kapal patrol keamanan laut (patkamla) SADARIN milik TNI, hasilnya cukup bagus, tidak terdeteksi oleh radar,” katanya.

Baca juga: BATAN Kembangkan Teknologi Cat Anti Deteksi Radar pada Alutsista TNI

Ia menargetkan, langkah kedepan adalah tetap melanjutkan penelitian ini dengan mengembangkan rancang bangun prototipe kapal siluman berbasis cat anti radar. Fokus penelitian ini menurutnya, memang untuk mendukung pertahanan nasional sehinggga diharapkan dapat diaplikasikan pada kapal perang anti radar.

“Kedepan masih bekerja sama dengan berbagai pihak, kami akan membuat prototipe kapal siluman yang dilapisi cat anti deteksi radar, melalui program Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan. Rencananya tahun 2020, pengembangan prototipe kapal anti deteksi radar ini akan dimulai,” tuturnya (tnt).