pnbp alur
bimbingan1
pkl1
pnbp1

(Jakarta, 16/09/2019) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) telah mengembangkan penelitian terkait pemanfaatan logam tanah jarang (LTJ) sebagai bahan baku cat anti deteksi radar. Hal ini disampaikan peneliti BATAN, Wisnu Ari Adi di hadapan para mahasiswa Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah  Jakarta (UMJ) pada seminar nasional dengan tema “Peran Energi Alternatif Dalam Rangka Kesejahteraan Bangsa Dengan Uranium, Thorium, dan Logam Tanah Jarang Sebagai Revolusi Energi Alternatif Masa Depan" di Auditorium UMJ, Cempaka Putih, Jakarta, Sabtu (14/09).

Wisnu Ari Adi, sebagai narasumber dalam seminar tersebut mengatakan, sudah saatnya masyarakat tidak takut lagi dengan nuklir, karena teknologi nuklir telah dimanfaatkan di berbagai bidang baik energi maupun non energi, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Berbicara soal pemanfaatan teknologi nuklir, harusnya kita sudah tidak perlu takut lagi. Nuklir tidak melulu untuk bom atom, melainkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat," ujar Wisnu.

Wisnu mencontohkan, BATAN sebagai lembaga pemerintah BATAN telah melakukan  berbagai penelitian, pengembangan, dan pemanfaatan teknologi nuklir untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui para penelitinya, BATAN telah menunjukkan bahwa nuklir dapat dimanfaatkan di bidang pertanian, kesehatan, industri, dan lingkungan.

(Jakarta, 26/08/2019)  Tidak pernah terbayangkan sebelumnya oleh Otong Momo Rusmana, Arsiparis Terampil dari Pusat Sains dan Teknologi Bahan Maju (PSTBM) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) bisa mengikuti Upacara Bendera HUT RI Ke-74 di Istana Negara pada 17 Agustus 2019 lalu. Otong hadir di upacara tersebut sebagai salah satu dari 4 orang yang terpilih oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) diantara 49 orang peserta Pemilihan Arsiparis Teladan Nasional 2019.

“Saya sempat merasa ngga percaya...  bisa ikut upacara di Istana Negara,” kata Otong terbata-bata menahan haru.

“Saya mulai bekerja di Kawasan Nuklir Serpong sebagai petugas kebersihan (Cleaning Service, red.), tidak pernah terbayang oleh saya bisa seperti  sekarang ini, bahkan bisa menjadi PNS pun tidak terbayang,” lanjut Otong saat ditemui di ruang kerjanya di PSTBM BATAN, Kawasan Nuklir Serpong, Tangerang Selatan (22/8).

(Jakarta, 17/08/2019). Peneliti Pusat Sains dan Teknologi Bahan Maju (PSTBM) BATAN, Wisnu Ari Adi menerima tanda kehormatan Satya Lancana Wira Karya dari Pemerintah bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke 74. Wisnu menerima tanda kehormatan ini sebagai penghargaan atas darma baktinya terhadap negara dan bangsa Indonesia, yakni berperan aktif dalam mengembangkan sains bahan industri nuklir dan bahan maju berbasis teknologi nuklir, melalui pengolahan mineral monasit menjadi Logam Tanah Jarang (LTJ) oksida yang dijadikan sebagai bahan pembuatan cat anti deteksi radar, sehingga meningkatkan daya saing industri nasional dan pertahanan nasional.

“ini adalah karunia Tuhan memberikan jalan untuk bisa membuktikan bahwa BATAN itu unggul, baik bidang pertanian, kesehatan, industri, lingkungan, energi, termasuk teknologi bahan maju yang berperan dalam pertahanan nasional,” ucapnya saat ditemui usai mengikuti upacara bendera memperingati HUT Kemerdekaan RI ke – 74, di Kawasan Nuklir Pasar Jumat, Jakarta, Sabtu (17/08).

(Serpong, 1 Juli 2019) Dosen dan mahasiswa Pascasarjana Program Teknologi Hasil Hutan Institut Pertanian Bogor, (IPB) pada hari Senin 1 Juli 2019 mengadakan kunjungan ke Pusat Sains dan Teknologi Bahan Maju (PSTBM) BATAN. Kunjungan tersebut dipimpin oleh Dr. Lina Karlinasari S. Hut, MSc. selaku dosen dan diikuti oleh sejumlah mahasiswa pascasarjana S2 dan S3. Peserta kunjungan yang merupakan para mahasiswa PMDSU (Program Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul) dari Kemenristekdikti mengikuti presentasi dan kunjungan ke fasilitas PSTBM. Kunjungan ke laboratorium Bidang Sains Bahan Maju para peserta mendapatkan penjelasan mengenai SEM-EDS (Scanning Electron Microscope – Energy Dispersive X-ray Spectroscope dan XRD (X-ray Diffraction), Raman Spectroscope, Particle Size Analyzer, UV-Vis Spektrofotometer, dan litbang magnet. Selanjutnya, para mahasiswa juga mendapat penjelasan mengenai pemanfaatan teknologi berkas neutron pada instrument SANS dan HRPD di Bidang Teknologi Berkas Neutron. Para dosen dan mahasiswa juga melakukan diskusi langsung dengan para penanggung jawab terkait cara kerja dan fungsi alat-alat tersebut serta pemanfaatannya dalam penelitian bahan maju.(YP)

(Serpong, 26 Juli 2019) Telah dilaksanakan Supervisi Pusat Unggulan Iptek PUI Pusat Sains dan Teknologi Bahan Maju (PSTBM) “Sains dan Teknologi Baterai dan Magnet”  oleh Tim Pakar yaitu Dr. Azwar Manaf, M.Met (Universitas Indonesia) dan Ir. Budi Susanto Sadiman (Direktur/ Wakil Ketua Industri Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia - Inaplas dan sebelumnya anggota Dewan Riset Nasional) dan Tim Ristekdikti yaitu Edita Diah Triana Dewi, SE dan Umi Salama, S.Kom. Kegiatan Supervisi PUI ini dihadiri oleh seluruh pegawai PSTBM. Dalam sambutannya, Plh. Plt. Kepala PSTBM Dr. –Ing. Arbi Dimyati mengucapkan terimakasih atas kegiatan supervisi yang diagendakan Kemenristekdikti ini dan berharap masukkan dan saran dari Tim Pakar dan Tim Kemenristekdikti untuk turut membangun dan meningkatkan kinerja PUI PSTBM ke depannya.