Serpong, 12 Oktober 2017, Salah satu litbang material maju yang terus berkembang di dunia dan masuk ke ranah industri adalah material implan. Terkait hal tersebut telah diselenggarakan FGD (Focused Group Discussion) dengan tema “Penelitian dan Pengembangan Material Implan Dental” pada tanggal 12 Oktober 2017 yang diikuti oleh lima instansi di Indonesia TNI-AL (RSAL dr. Midyanto dan Diskes Armada Barat), FKG-UNPAD, IPB (FMIPA dan FKH), BPPT (PTM), BATAN (PSTBM dan PAIR).  Kegiatan ini diinisiasi, sekaligus sebagai tuan rumah, oleh Kelompok Bio-nanomaterial Bidang Sains Bahan Maju (BSBM) - Pusat Sains dan Teknologi Bahan Maju (PSTBM). Dalam sambutannya di awal kegiatan, Kepala BSBM dan selaku Plh. Kepala PSTBM Dr. Abu Khalid Rivai, M.Eng. menekankan bahwa FGD ini diselenggarakan karena pentingnya meningkatkan daya saing bangsa Indonesia yang saat ini berada di peringkat 41 berdasarkan laporan WEF (World Economic Forum) dalam GCR (Global Competiveness Report) pada akhir September 2017 ini dengan salah satu indikatornya adalah kekuatan kesehatan masyarakat.

Serpong, 19 September 2017, Instalasi Nuklir (BATAN) di Indonesia diserang oleh Pesawat jet asing yang mengakibatkan kerusakan dan korban jiwa di instalasi ini. Beberapa ledakan besar dan suara pesawat jet terus terdengar hingga beberapa saat. Alhamdulillah,  ternyata Itu semua hanya simulasi latihan kedaruratan yang diprakarsai oleh Komando Pertahanan Udara Nasional (KOHANUDNAS) Tentara Nasional Indonesia - Angkatan Udara (TNI-AU) melakukan latihan kedaruratan di Badan Tenaga Nuklir Nasional yang berada di Kawasan Nuklir Serpong.

Jakarta, 12 September 2017, Perkembangan penelitan untuk bidang material-material smart magnetik sudah berkembang sejak di kembangkan material magnet berbasis logam tanah jarang (rare earth). Penggunaan magnet di dunia industri dimulai sekitar abad ke-18, revolusi industri yang terjadi pada saat itu mendorong para ilmuwan mengembangkan penelitian untuk keperluan industri. Material smart magnetik merupakan salah satu bagian dari bahan-bahan industri yang penggunaannya banyak sekali di bidang industry, khususnya di industry pertahanan sebagai salah satu bahan anti radar.

Serpong, 24 Agustus 2017 Pusat Sains dan Teknologi Bahan Maju (PSTBM) menyematkan Satya Lencana Karya Satya kepada beberapa pegawainya. Satya Lencana Karya Satya dianugerahkan kepada Pegawai Negeri Sipil, sebagai penghargaan yang dalam melaksanakan tugasnya telah menunjukkan kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran, dan kedisiplinan serta telah bekerja terus menerus sekurang-kurangnya 10 tahun, 20 tahun, dan 30 tahun. Satya Lencana Karya Satya 30 tahun diberikan kepada Dr.Ir. Mardiyanto, M.Sc, Bharoto, M.Eng, Drs. Syahfandi, MT, Dr. Andon Insani, M.Eng dan Asep Nana Sutresna. Satya Lencana Karya Satya 20 tahun diberikan kepada Dr.Eng. Iwan Sumirat, Teguh Yulius Surya Panca Putra, Ph.D, Wahyudianingsih, A.Md. Sedangkan Satya Lencana Karya Satya 10 tahun diberikan kepada Otong Momo Rusmana. Semua pemberian tanda Satya Lencana Karya Satya disematkan oleh Aswan Edysyah Putra, S.IP., selaku Pelaksana Harian Pusat Sains dan Teknologi Bahan Maju.

Bogor,  1 Agustus 2017,  Pusat Sains dan Teknologi Bahan Maju (PSTBM) melakukan Rakor Evaluasi Kegiatan dan Konsinyering Perbaikan KAK &  RAB Kegiatan PSTBM Tahun 2018. Setelah Review KAK & RAB  Kegiatan PSTBM Tahun 2018 yang telah dilakukan oleh Tim Review Inspektorat dan Biro Perencanaan tanggal 31 Juli 2017,  Pusat Sains dan Teknologi Bahan Maju berkoordinasi dengan para Penanggung Jawab Output/Suboutput memperbaiki KAK dan RAB  Kegiatan Tahun 2018  sesuai dengan hasil evaluasi dari Tim Review. Semua Penanggung Jawab Output/Suboutput berusaha keras untuk menyiapkan data dan bahan terkait Revisi dan Perbaikan  KAK PSTBM  Tahun 2018  sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing masing.