POR BATAN
SDM Nuklir
asian games
HUT RI
SDM Nuklir BATAN
Tomo Graphy
peresmian gedung radiosiotop
korupsi
kedelai
Radiofarmaka

(Serpong, 20/09/2017), Kota Tangerang Selatan sejak Selasa (19/09) hingga 14 hari ke depan  dinyatakan sebagai episenter pandemi influenza. Hal ini disebabkan telah terjadi kasus penyebaran virus flu burung di Tangerang Selatan. Untuk menghindari jatuhnya kurban yang lebih banyak lagi, pemerintah kota Tangerang Selatan melakukan karantina wilayah, yaitu menutup semua akses masuk maupun keluar wilayah kota Tangerang selatan, termasuk Kawasan Puspiptek Serpong dalam kurun waktu 14 hari sesuai dengan masa inkubasi virus flu burung.

Kondisi ini berdampak pada pelaksanaan kegiatan di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) yang berlokasi di Kawasan Puspiptek Serpong, dimana sebagain SDMnya tidak dapat hadir di kantor. Sebagai lembaga pemerintah yang mengelola objek vital, berupa fasilitas nuklir, BATAN harus dapat menjaga kelangsungan pengoperasian fasilitasnya dengan baik dan aman dalam kondisi darurat, khususnya SDM yang terbatas.

Kepala Pusat Pendayagunaan Informatika dan Kawasan Strategis Nuklir (PPIKSN) - BATAN, Yusi Eko Yulianto menyampaikan bahwa kejadian tersebut merupakan skenario yang dilakukan Kementrian Kesehatan (Kemenkes) bekerja sama dengan BATAN dalam rangkaian latihan kedaruratan nasional yang diselenggarakan oleh Kemenkes. “Para observer dari Kemenkes akan melakukan observasi atas penerapan Business Continuity Plan (BCP) di BATAN dalam menanggulangi keadaan darurat, dalam hal ini karena keadaan darurat flu burung di kota Tangerang Selatan,” katanya.

Penerapan BCP akan membuat suatu organisasi atau lembaga dapat melakukan tindakan 4R, yaitu Reduce (mengurangi ancaman-ancaman yang mungkin terjadi), Respon (merespon suatu peristiwa dengan baik), Recover (memulihkan dari dampak langsung suatu peristiwa) dan Restore (mengembalikan ke kondisi semula).

Jalannya latihan kedaruratan diawali dengan pernyataan tanggap darurat oleh wali kota Tangerang Selatan yang kemudian ditindaklanjuti oleh BATAN dengan aktivasi BCP di BATAN. Kepala PPIKSN-BATAN selaku Ketua Penanggulangan Kedaruratan (KPK) melakukan koordinasi dengan seluruh pimpinan unit kerja serta komponen terkait yaitu unit medis, proteksi radiasi, logistik dan evakuasi. Dalam koordinasi tersebut dilakukan identifikasi SDM, identifikasi kegiatan yang sedang berjalan, kendala yang dihadapi serta rencana tidak lanjut solusinya.

Terkait berkurangnya SDM sekitar 30-35%, BATAN mengambil langkah-langkah penting khususnya dalam menjaga kestabilan pengoperasian reaktornya. Langkah yang diambil antara lain melakukan pengaturan kembali jadwal shift, mengutamakan penempatan personil di posisi penting, menyiapkan logistik yang diperlukan dan melakukan shutdown reaktor apabila diperlukan. Dengan demikian kegiatan utama di BATAN tetap dapat berjalan dengan normal meskipun dalam kondisi darurat. (mirah)

preview

preview


   

Pengadaan Barang dan Jasa

LINK LEMBAGA TERKAIT