(Serpong, 19/07/2017),  Pesawat pengebom jarak jauh melakukan serangan di Puspiptek , Serpong. Sebanyak enam bom telah jatuh di Kawasan Nuklir Serpong dari serangan tersebut. Keenamnya menyebabkan ledakan kecil, salah satu ledakan tersebut mengenai kanal hubung berkas netron yang berada di antara gedung 40 dan gedung 30 milik Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Kepulan asap hitam membumbung di area gedung.  Akibatnya satu orang terluka karena serangan tersebut, korban langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan. Korban mengalami luka ringan merupakan pegawai BATAN yang bekerja di instalasi tersebut.

Mengenai instalasi nuklir BATAN yang terkena bom pada serangan udara tersebut, Deputi Bidang Pendayagunaan Teknologi Nuklir BATAN, Hendig Winarno, dalam konferensi pers menjelaskan bahwa hasil pantauan tim proteksi radiasi yang diterjunkan paska ledakan ditemukan adanya paparan radiasi yang keluar dari kanal hubung berkas neutron yang meledak. Namun demikian menurut tim, paparan radiasi tersebut dipastikan akan segera menurun seiring dengan berjalannya waktu. Untuk reaktor serbaguna yang ada didalam kawasan tersebut BATAN menyatakan aman dan masih berfungsi dengan baik, dan reaktor sudah dalam keadaan shut down.

Kejadian tersebut merupakan skenario yang dilakukan Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) bekerja sama dengan BATAN dalam latihan kedaruratan yang dilaksanakan pada Selasa, 19 September 2017. Pesawat tempur F 16 terlihat melintas diatas Kawasan Nuklir Serpong dan melakukan beberapa kali serangan ke fasilitas nuklir BATAN.

Latihan dengan sandi Tutuka ini merupakan rangkaian latihan kedaruratan yang digelar Kohanudnas sebelum acara puncak pada 5 Oktober mendatang. Kepala Staf (Kas) Kohanudnas Marsekal Pertama TNI Tamsil Gustari Malik, dalam sambutannya ketika membuka latihan bersama kemarin mengatakan bahwa latihan ini  merupakan tolok ukur seluruh personel berkemampuan Hanudnas terkait, seberapa baik penguasaan dan kemahirannya dalam melaksanakan prosedur operasional pada tugas pertahanan udara dengan melibatkan satuan pertahanan udara kewilayahan.

Kaskohanudnas juga mengatakan, sebagai salah satu Komando Utama TNI, Kohanudnas juga berupaya melindungi simbol-simbol negara dan obyek vital nasional dari kemungkinan serangan udara lawan. Oleh karena itu, pada Latihan Tutuka ini berbagai unsur Hanudnas baik sipil dan militer dilibatkan termasuk Hanud pasif dan objek vital nasional, agar siap menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi.

Pusat Penelitian Teknologi Nuklir Serpong merupakan salah satu objek vital nasional yang perlu dilindungi, BATAN sebagai pengelolanya harus selalu waspada atas segala kemungkinan yang terjadi. Maka dari itu latihan ini merupakan ajang latihan untuk BATAN mempersiapkan diri terhadap ancaman teror dari dalam maupun luar, dari darat maupun udara. (wina)

 

 

 

preview

preview


   

Pengadaan Barang dan Jasa

LINK LEMBAGA TERKAIT