BATAN Siap Tingkatkan Inovasi dan Komersialisasi Iptek Nuklir Melalui Transformasi Jafung Pranata Nuklir Menjadi Pengembang Teknologi Nuklir
(Jakarta, 04/09/2020) Dalam rangka meningkatkan inovasi, komersialisasi dan pemanfaatan iptek nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) dan Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi (BSDMO) akan melakukan transformasi salah satu jabatan fungsionalnya yakni Pranata Nuklir menjadi Pengembang Teknologi Nuklir (PTN). Transformasi jabatan fungsional Pranata Nuklir menjadi PTN ini merupakan salah satu upaya untuk untuk meningkatkan iklim inovasi di BATAN yang menjadi tuntutan pemerintah.
Kepala Pusdiklat, Fatmuanis Basuki mengatakan, transformasi jabatan fungsional ini juga merupakan implementasi dari Permenpan RB Nomor 13 Tahun 2018 yang menyatakan bahwa jabatan fungsional keterampilan dan keahlian harus dipisahkan kegiatannya. “Jabatan fungsional pranata nuklir itu ada keterampilan dan keahlian maka jabatan fungsional ini harus dipisahkan, itu amanat Permenpan RB,” ujar Fatmuanis pada acara harmonisasi peraturan menpan RB tentang Jabatan Fungsional PTN, Pasar Jumat, Kamis (03/09).
Selain itu, Fatmuanis menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi bahwa lembaga penelitian dan pengembangan seperti BATAN harus menghasilkan produk inovasi dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Sementara itu, jabatan fungsional Pranata Nuklir selama ini, produknya berupa pengelolaan perangkat nuklir agar fasilitas nuklir dapat beroperasi dengan aman, selamat, dan handal.
(Jakarta, 03/09/2020). Setelah sempat tertunda akibat pandemi Corona Virus Disease (COVID-19), kini para pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Formasi Tahun 2019 dapat mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) menggunakan Computer Assisted Test (CAT), yang diselenggarakan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Tes berlangsung di BKN Pusat dan Kantor Regional/UPT BKN dengan menerapkan protokol kesehatan.
(Jakarta, 26/08/2020). Isu Logam Tanah Jarang (LTJ) mengemuka kembali setelah munculnya pemberitaan mengenai pertemuan antara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, yang membahas soal potensi besar LTJ untuk industri persenjataan.
(Bandung, 23/08/2020) Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Pusat Sains dan Teknologi Nuklir Terapan (PSTNT) melakukan penyempurnaan kajian strategis tentang kesiapan TNI dalam menghadapi bahaya Nubika terkait studi kasus pandemi Covid-19. Hal ini disampaikan Direktur Pengkajian Doktrin, Operasi dan Latihan, Pusat Pengkajian Strategis (Pusjianstra) TNI,Kolonel Nav Dr. Triswan Larosa, pada kunjungannya ke PSTNT, Selasa (18/08).






























