Menristek/Kepala BRIN Ajak Masyarakat Manfaatkan Layanan Teknologi Nuklir untuk Maksud Damai di BATAN
(Tangerang Selatan, 13/12/2019) Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Ka BRIN) Bambang Brodjonegoro mengunjungi fasilitas Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) di Kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) di Serpong, Tangerang Selatan (13/12).
Fasilitas yang dikunjungi Menteri Bambang terdiri dari Iradiator Gamma Merah Putih (IGMP), Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR), Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR), dan Pusat Reaktor Serba Guna (PRSG).
Sesuai dengan Rencana Strategis 2020 - 2024 BATAN akan melaksanakan penugasan dari Pemerintah RI sebagai koordinator dalam 3 bidang Prioritas Riset Nasional (PRN), yaitu bidang energi khususnya (i) Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), (ii) Bidang pembangunan sistem pemantau radiasi lingkungan, serta (iii) Bidang radioisotop dan radiofarmaka.
Sehingga dalam kesempatan kunker ini Menristek/Kepala BRIN mengungkapkan apresiasi yang mendalam atas keberhasilan BATAN, dan menyatakan akan ada banyak layanan terkait aplikasi teknologi nuklir untuk maksud damai di BATAN, yang perlu disosialisasikan kepada masyarakat, termasuk layanan dari iradiator yang dapat menembakkan radiasi terkontrol yang tidak meninggalkan sisa radiasi berbahaya. Teknologi Iradiasi dapat diterapkan pada proses sterilisasi makanan, maupun produk organik lainnya, yang mudah membusuk jika tidak dilakukan teknologi pengawetan. Teknologi iradiasi ini dapat menggantikan teknologi pengawetan makanan yang menggunakan bahan kimia biasa.


(Serpong, 08/12/2019). Mendengar kata nuklir masih dianggap sesuatu yang menakutkan bagi beberapa kalangan masyarakat. Padahal, nuklir memiliki banyak manfaat bahkan sangat berguna dalam berbagai bidang kehidupan. Untuk mengikis persepsi negatif terhadap nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mengajak masyarakat terlibat dalam gelaran Nuclear Techno Run (NTR), yakni ajang perlombaan lari sejauh 5 kilometer mengelilingi Kawasan Puspiptek Serpong, tempat reaktor nuklir terbesar se – Asia Tenggara berada, pada Minggu (08/12).
(Bandung, 06/12/2019). Pembangkit listrik tenaga nuklir hingga kini belum kunjung terwujud di Indonesia. Meski demikian, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) terus melakukan penelitian dan pengembangan dalam rangka penguasaan teknologi, salah satunya penguasaan teknologi keselamatan reaktor nuklir dengan meneliti fluida pendingin baru, yakni nanofluida. Hal ini disampaikan peneliti Pusat Sains dan Teknologi Nuklir Terapan (PSTNT) BATAN, Dani Gustaman Syarif, saat ditemui di ruang laboratorium kerjanya, di Kawasan Nuklir Bandung, Jumat, (06/12).





























