Join-operated by:
» BATAN
» BMG
» BPS
intr_mt.jpg (14832 bytes) indns.jpg (12016 bytes)
 

SOSIAL BUDAYA

 

AGAMA

Pada tahun 2003 tercatat ada 6 macam agama yang dianut penduduk desa/kelurahan dalam radius 5 km sekitar Kawasan Nuklir Serpong (KNS). Agama tersebut adalah Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Budha, Khonghucu. Diluar itu, masih ada sekitar 0,1 persen penduduk yang mengaku beragama selain yang enam tersebut.

Penganut Konghucu ditemukan di 7 desa yaitu, Ciater, Rawa Buntu, Dandang, Pengasinan, Pabuaran, Sukamulya, dan terbanyak (11,7 persen) di desa Gunung Sindur. Penganut Budha ditemukan di 17 desa/kelurahan, sedangkan di desa Keranggan tidak ditemukan penduduk penganut agama ini. Penduduk yang menganut agama Hindu ditemukan di 8 desa/kelurahan yaitu Rawa Buntu, Suradita, Setu, Babakan, Kademangan, Cisauk, Gunung Sindur dan Sukamulya.

 

 

Penganut Katolik tidak terdapat di desa Dandang, Keranggan, dan Muncul. Sedangkan penganut Protesten tidak terdapat di desa Dangdang. Penganut Islam di desa Keranggan mencapai 99,9 persen, 0,1 persen lainnya penganut Protestan.

Di kelurahan Rawa Buntu dan desa Gunung Sindur terdapat penganut keenam agama tersebut sedangkan di desa Sukamulya selain terdapat penganut keenam agama juga terdapat penganut agama lainnya.

 

 

 

GANGGUAN KETERTIBAN

Data gangguan ketertiban diperoleh dari dua sumber yaitu tiap-tiap kantor desa kelurahan dan polsek. Ada sedikit perbedaan cakupan diantara kedua sumber data tersebut. Data yang ada di desa/kelurahan merupakan data kejadian yang hanya terjadi di desa/kelurahan setempat sedangkan data dari polsek mencakup seluruh kecamatan yang menjadi wilayah kerjanya padahal kawasan radius 5 km dari Kawasan Nuklir Serpong (KNS) tidak mencakup seluruh wilayah kecamatan.

 

 

Menurut catatan yang ada di desa/kelurahan, gangguan ketertiban yang sangat menonjol di kawasan ini adalah pencurian. Data kejadian menunjukkan kecenderungan meningkat dan semakin meluas.
Pada tahun 2003 kasus pencurian hanya terjadi di paling sedikit 5 desa dan pada tahun 2006 telah berkembang terjadi di 15 desa/kelurahan dengan total kejadian 76 kasus.

 

 

Tingginya angka gangguan ketertiban berupa tindakan pencurian juga sejalan dengan data yang diperoleh dari Polsek Serpong dan Polsek Cisauk yang sebagian wilayah kerjanya adalah kawasan radius 5 km dari Kawasan Nuklir Serpong (KNS). Menurut  data Polsek, pada tahun 2004 di kecamatan Serpong terjadi 198 kasus pencurian dan 297 pencurian kendaraan bermotor, sedangkan di kecamatan Cisauk hanya terjadi 4 kasus pencurian. Pada tahun 2006 angka ini meningkat tajam yaitu di Serpong terjadi 246 pencurian dan 363 pencurian kendaraan bermotor sedangkan di kecamatan Cisauk tercatat 87 kasus pencurian atau meningkat 2075 persen.

 

Kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah ini jumlahnya cenderung menurun dari tahun ke tahun. Menurut catatan Polsek Serpong pada tahun 2005 terjadi 35 kasus kecelakaan lalu lintas yang memakan korban 26 orang korban, sedangkan pada tahun 2006 menurun menjadi 31 kasus kecelakaan dengan korban 24 orang. Demikain halnya catatan di Polsek Cisauk menunjukkan penurunan jumlah korban kecelakaan. Pada tahun 2004 tercatat 36 korban kecelakaan 26 diantaranya meninggal dunia. Jumlah ini pada tahun 2006 menurun menjadi 33 orang korban 22 orang diantaranya meninggal dunia.

 

TEMPAT BEROBAT

 

 

Puskesmas ternyata masih cukup diminati oleh sekitar 41 persen penduduk di dalam radius 5 km dari Kawasan Nuklir Serpong (KNS). Praktek dokter merupakan pilihan kedua (39,8 persen) setelah Puskesmas untuk berobat bagi penduduk di kawasan tersebut. Sedangkan pilihan ketiga tempat untuk berobat adalah tenaga medis (27,2 persen).

Penduduk desa/kelurahan Ciater, Rawa Buntu, Serpong, Muncul, Setu, Babakan, dan Kademangan ternyata lebih banyak memilih praktek dokter dari pada pergi ke puskesmas untuk berobat.

Bahkan penduduk desa/kelurahan Ciater, Rawa Buntu, dan Setu yang berobat ke puskesmas persentasenya hanya 10,6, 19,3 dan 18,8 saja. Tetapi penduduk Sampora, Dangdang, Suradira, dan Cisauk sebagian besar, masing-masing 70, 68, 67, dan 65 persen, memilih puskesmas sebagai tempat berobat.

 

 

 

Puskesmas Serpong ternyata merupakan tempat paling favorit untuk berobat. Pasien puskesmas ini ternyata berasal dari semua desa/kelurahan yang ada dalam radius 5 km dari Kawasan Nuklir Serpong (KNS). Puskesmas Cisauk dan Puskesmas Pembantu Mekarwangi merupakan tempat berobat kedua tervaforit. Tercatat hanya penduduk dari lima desa yang tidak biasa berobat ke puskesmas Cisauk yaitu penduduk Buaran, Rawa Buntu, Setu, Gunung Sindur, dan penduduk Keranggan.

Puskesmas Gunung Sindur biasa didatangi oleh pasien dari Babakan, Kademangan, Cibogo, Pengasinan, Gunung Sindur dan Pabuaran. Sedangkan pasien puskesmas Rumpin yang berasal dari desa/kelurahan dalam radius 5 km dari Kawasan Nuklir Serpong (KNS) adalah pasien dari desa Kademangan, Gunung Sindur, Pabuaran dan Sukamulya.

©2007 BATAN-PTLR